HaiBunda

KEHAMILAN

Ini yang Terjadi pada Otak Bayi jika Diajak Berkomunikasi Sejak di Kandungan

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 19 Jun 2026 20:40 WIB
Ini yang Terjadi pada Otak Bayi jika Diajak Berkomunikasi Sejak di Kandungan/Foto: Getty Images/Daria Fomina
Jakarta -

Banyak Bunda mungkin pernah mengajak ngobrol Si Kecil yang masih berada di dalam perut. Ada yang membacakan cerita, menyanyikan lagu, membaca doa, atau sekadar bercerita tentang aktivitas hari itu.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini ternyata berkaitan dengan proses perkembangan otak bayi sejak sebelum lahir. Bayi dalam kandungan bukan hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga mulai belajar mengenali suara, ritme, dan lingkungan di sekitarnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada otak bayi ketika sering diajak berkomunikasi?


Bayi sudah bisa mendengar sejak dalam kandungan

Perkembangan indra pendengaran bayi dimulai sejak trimester kedua kehamilan. Sekitar usia 18–25 minggu, struktur telinga dan sistem pendengaran mulai berkembang sehingga janin dapat merespons suara.

Suara pertama yang paling sering didengar bayi adalah suara dari tubuh Bunda sendiri, seperti detak jantung, aliran darah, hingga suara Bunda saat berbicara. 

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Psychological Science, peneliti mengamati 60 janin cukup bulan yang diperdengarkan rekaman suara ibu atau suara perempuan asing. Hasilnya menunjukkan bahwa detak jantung janin memberikan respons berbeda ketika mendengar suara ibu dibandingkan suara orang lain. Respons ini menunjukkan bahwa janin sudah memiliki kemampuan untuk mengenali suara yang sering ia dengar selama dalam kandungan. 

Artinya, suara Bunda yang sering terdengar selama kehamilan bukan sekadar suara biasa bagi bayi, tetapi menjadi suara yang familiar.

Selain itu, Salah satu penelitian terkenal dilakukan oleh Barbara Kisilevsky dan tim yang meneliti apakah janin dapat mengenali suara ibu. Penelitian menunjukkan bahwa menjelang akhir kehamilan, otak bayi sudah mampu memproses suara dengan lebih baik. Janin mulai mengenali pola suara, ritme, dan intonasi yang sering didengarnya.

Artinya, ketika Bunda sering berbicara kepada bayi, otaknya sedang menerima rangsangan untuk berkembang.

Suara Bunda membantu bayi mengenali rasa aman

Suara Bunda memiliki tempat khusus bagi bayi karena merupakan suara yang paling sering terdengar sejak dalam rahim. Ketika Bunda berbicara kepada bayi dengan tenang dan penuh kasih sayang, aktivitas ini juga membantu Bunda membangun keterikatan emosional.

Dalam proses kehamilan, interaksi positif seperti berbicara atau memberikan sentuhan lembut dapat meningkatkan rasa dekat antara ibu dan bayi. Ikatan ini sering disebut sebagai prenatal bonding atau keterikatan sebelum lahir.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Infant and Child Development menemukan bahwa keterikatan Bunda dengan janin selama kehamilan berkaitan dengan hubungan emosional yang lebih kuat setelah bayi lahir.

Artinya, kebiasaan sederhana seperti menyapa bayi setiap hari dapat menjadi bagian dari proses persiapan menjadi orang tua.

Selain itu, beberapa penelitian menemukan bahwa bayi baru lahir dapat menunjukkan respons berbeda ketika mendengar suara ibu dibandingkan suara orang lain. Hal ini menunjukkan adanya bentuk pembelajaran sederhana yang sudah dimulai sejak masa kehamilan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Science menemukan bahwa bayi baru lahir menunjukkan aktivitas otak yang berbeda ketika mendengar suara ibu. Area otak yang berkaitan dengan pemrosesan suara dan respons sosial terlihat lebih aktif.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak bayi lebih mudah merasa tenang ketika digendong atau diajak bicara oleh Bunda setelah lahir.


Otak bayi mulai membentuk dasar kemampuan bahasa

Sebelum bayi bisa mengucapkan kata pertama, otaknya sudah mulai mempersiapkan kemampuan bahasa.

Selama berada di kandungan, bayi terpapar suara manusia setiap hari. Paparan ini membantu otak membangun jaringan yang berkaitan dengan kemampuan mendengar dan memahami bahasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa janin dapat mempelajari pola suara yang berulang, termasuk karakteristik bahasa yang sering didengarnya selama kehamilan.

Jadi, meskipun bayi belum memahami arti kata-kata Bunda, otaknya mulai mengenali pola komunikasi.

Komunikasi juga membantu ikatan emosional Bunda dan bayi

Mengajak bayi berbicara bukan hanya memberikan stimulasi untuk janin, tetapi juga membantu membangun ikatan emosional antara Bunda dan Si Kecil.

Saat Bunda berbicara dengan penuh kasih sayang, tubuh juga dapat mengalami perubahan positif, seperti meningkatnya hormon oksitosin yang berhubungan dengan rasa nyaman dan ikatan.

Hubungan emosional yang terbentuk sejak kehamilan menjadi bagian penting dalam perjalanan menjadi orang tua.

Bunda tidak perlu melakukan hal khusus atau memaksakan diri untuk memberikan stimulasi berlebihan. Hal-hal sederhana sudah cukup, seperti:

  • Mengajak bayi berbicara saat beraktivitas
  • Membacakan cerita
  • Membaca doa 
  • Mengelus perut sambil berbicara lembut
  • Yang paling penting adalah suasana yang nyaman dan penuh kasih sayang.
  • Manfaat mengajak bayi berkomunikasi sejak dalam kandungan

Komunikasi sederhana dengan bayi dapat membantu:

  • Mendukung perkembangan sistem pendengaran
  • Memperkuat koneksi saraf di otak
  • Membantu bayi mengenali suara Bunda
  • Menjadi dasar perkembangan bahasa
  • Membangun kedekatan emosional sejak sebelum lahir

Suara Bunda adalah salah satu hal pertama yang dikenali bayi ketika ia masih berada di dalam rahim. Setiap kata lembut yang diberikan menjadi bagian kecil dari perjalanan tumbuh kembangnya sejak awal kehidupan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hasil USG Laki-Laki, Lahirnya Perempuan? Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Membuat Hidup Jadi Lebih Bahagia

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Potret Hawwa Anak Kedua Shireen Sungkar, Paras Cantiknya Mirip Banget Sang Bunda

Parenting Nadhifa Fitrina

Cara Mengenali Perempuan Pintar dan Kompeten, Kerap Ucap 11 Kalimat Profesional Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Liburan Kiky Saputri & Keluarga ke Korea Selatan, Cantiknya Kayya Curi Perhatian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ini yang Terjadi pada Otak Bayi jika Diajak Berkomunikasi Sejak di Kandungan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Membuat Hidup Jadi Lebih Bahagia

5 Potret Hawwa Anak Kedua Shireen Sungkar, Paras Cantiknya Mirip Banget Sang Bunda

Ini yang Terjadi pada Otak Bayi jika Diajak Berkomunikasi Sejak di Kandungan

10 Tempat & Rumah Sunat Terdekat di Bogor Beserta Kisaran Harganya

7 Aktivitas Seru di The Nice Funtastic Park untuk Liburan Keluarga Unik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK