HaiBunda

KEHAMILAN

12 Hal yang Tidak Boleh Bunda Lakukan setelah Melahirkan agar Pulih Lebih Cepat

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 26 Jun 2026 08:50 WIB
12 Hal yang Tidak Boleh Bunda Lakukan setelah Melahirkan agar Pulih Lebih Cepat/Foto: Getty Images/kieferpix
Jakarta -

Persalinan bukanlah aktivitas ringan sehingga pemulihannya harus benar-benar maksimal. Simak 12 hal yang tidak boleh Bunda lakukan setelah melahirkan agar pemulihan lebih cepat dan optimal.

Setelah melahirkan, biasanya tubuh seperti melewati fase panjang yang cukup sulit. Rasa lelah tak berkesudahan mungkin akan dirasakan dan fisik akan terasa tidak nyaman setelahnya. Sementara, peran baru sebagai ibu tetap harus dijalani sehingga istirahat maksimal belum bisa didapatkan. Tak sedikit para ibu yang jadi kurang tidur sehingga membuat mereka lemah secara fisik dan berisiko terkena baby blues.

Ya, apa pun proses persalinannya, kondisi seperti di atas lumrah dijalani para Bunda usai melahirkan. Karenanya, baik Bunda melahirkan secara normal atau caesar, mendapatkan waktu pemulihan dari persalinan khususnya beberapa minggu pertama pasca persalinan perlu dipenuhi. Jangan pernah merasa bersalah karena merawat diri sendiri sama pentingnya dengan merawat kebutuhan bayi.


Penting Bunda ingat bahwa perjalanan pasca persalinan juga menjadi fase yang tidak mudah dilewati. Memahami aturan-aturan dalam merawat diri agar recovery berjalan maksimal bisa amunisi dalam melewati proses penyembuhan bagi diri sendiri dengan baik.

Kenali hal-hal yang tak boleh dilakukan setelah melahirkan

Mengingat proses penyembuhan membutuhkan waktu yang tak sebentar, mematuhi hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan bisa mempercepat proses pemulihan yang Bunda jalani. Berikut ini beberapa di antaranya hal-hal yang tidak boleh Bunda lakukan setelah melahirkan agar pemulihan lebih cepat dan optimal:

1. Jangan berhubungan intim selama 6 minggu

Setelah melahirkan, Bunda perlu memberi waktu pada rahim untuk pulih dan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya. Biasanya, proses ini membutuhkan waktu sekitar enam minggu. 

2. Jangan membebani tubuh berlebihan

Hindari melakukan hal-hal yang berlebihan dan membebani tubuh setelah melahirkan. Utamanya yakni olahraga pascapersalinan atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang terlalu berat. 

Bahkan, Rikki Baldwin, DO, seorang dokter kandungan di Memorial Hermann di Texas mengatakan untuk menghindari olahraga berat selama sekitar enam minggu. “Saya merekomendasikan peregangan ringan dan berjalan kaki untuk aktivitas fisik,” katanya.

3. Jangan merokok

Paparan asap rokok pada bayi baru lahir menjadi satu-satunya faktor risiko yang besar pada bayi untuk mereka terkena sindrom kematian bayi mendadak. Diperkirakan bahwa paparan asap rokok pasif atau kebiasaan merokok ibu selama kehamilan menyebabkan perubahan respons kardiovaskular pada bayi baru lahir, kata Dr Suzy Lipinski, MD, seorang dokter kandungan di Pediatrix Medical Group di Colorado, seperti dikutip dari laman Parents.

4. Jangan mengabaikan perawatan diri

Memiliki bayi baru lahir tentu membuat Bunda bersemangat mengurus kebutuhannya dari makan hingga penggantian pokok. Namun, jangan pernah mengabarkan tubuh selama periode ini, Bunda.

Perhatikan bagaimana tubuh memberikan isyarat bahwa ritme Bunda perlu diperlambat. Terlalu memaksakan diri setelah melahirkan justru dapat menyebabkan peningkatan perdarahan atau cedera. Tidurlah saat bayi tidur dan tidur sianglah saat ada orang lain di sekitar untuk merawat bayi.

5. Jangan mengangkat benda berat

Jangan mengangkat benda berat apa pun selama periode ini, terutama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Memaksa melakukannya justru dapat menyebabkan hernia atau merusak jahitan yang belum sepenuhnya sembuh.

6. Jangan abaikan gejala yang mencurigakan

Ada sejumlah rasa sakit dan ketidaknyamanan yang wajar terjadi setelah melahirkan. Namun, ketika muncul gejala parah tentunya perlu diwaspadai, Bunda.

Beberapa gejala yang mengkhawatirkan termasuk perdarahan pasca persalinan yang membasahi pembalut setiap jam, adanya gumpalan darah lebih besar dari ukuran telur, nyeri yang signifikan, luka sayatan terbuka atau keluar nanah dari sayatan, bau yang aneh, sakit kepala parah atau penglihatan kabur, ketidakmampuan untuk BAK atau nyeri saat BAK, nyeri dada dan sesak napas, serta tekanan darah tinggi di atas 140 sistolik atau 90 diastolik.

7. Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Postingan di media sosial mungkin banyak memperlihatkan Bunda di luar sana yang bisa melakukan banyak hal usai melahirkan. Misalnya, Bunda menemukan video yang estetis tentang pengasuhan anak dan Bunda merasa tidak memenuhi harapan. Untuk itu, sebaiknya menghindari mengulik media sosial agar tidak terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. 

8. Jangan menolak tawaran bantuan

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal mudah sehingga mengatasinya sendirian tidak disarankan. Mintalah bantuan saat Bunda membutuhkannya dan hubungi dokter jika ada kekhawatiran. Dikatakan Dr Lipinski bahwa ini merupakan masa yang penuh tekanan, dan Bunda akan membutuhkan dukungan dari teman dan keluarga.

9. Jangan melewatkan makan

Meskipun terlalu fokus mengurus bayi baru lahir, Bunda juga perlu memperhatikan nutrisi diri sendiri, kata Caroline Kuhn, MD, seorang dokter kandungan di Rush University System for Health di Chicago.

"Diet yang seimbang sangat penting selama periode pemulihan pasca persalinan untuk menyediakan energi yang diperlukan untuk penyembuhan fisik dan laktasi,"katanya.

10. Jangan abaikan tanda-tanda depresi pasca persalinan

Beberapa minggu pertama pasca persalinan membuat banyak perubahan dalam tubuh termasuk penyesuaian hormonal dan fisik. Banyak orang mengalami baby blues dan jika gejalanya parah atau berlangsung lebih dari beberapa minggu, Bunda mungkin mengalami depresi pasca persalinan.

Cobalah untuk tidak mengabaikan gejala awal depresi pasca persalinan seperti kesedihan yang ekstrem, menangis berlebihan, kesulitan tidur, perubahan suasana hati, kelelahan, menarik diri dari lingkungan sosial, kesulitan berkonsentrasi, perubahan nafsu makan, mudah tersinggung dan marah, dan lainnya.

11. Jangan lupa menggunakan kontrasepsi

Sebagian dokter kandungan menyarankan untuk menghindari hubungan seksual hingga enam minggu setelah melahirkan. Setelah siap untuk melakukannya, gunakan metode kontrasepsi yang efektif, bahkan jika Bunda sedang menyusui.

12. Rayakan kemenangan pasca persalinan

Selama periode pasca persalinan, Bunda berhak menikmati setiap pelukan, menikmati aroma bayi baru lahir, dan beristirahat di tempat tidur sebanyak yang dibutuhkan. Dan, jangan lupa untuk merayakan kemenangan kecil di sepanjang jalan.

Hal-hal seperti mandi, sesi menyusui yang sukses, berjalan-jalan, meminta bantuan, atau lainnya sangat layak dirayakan. Penting untuk merayakan kemenangan atas apa yang sudah Bunda capai, tidak peduli seberapa kecil atau tidak pentingnya hal tersebut.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.  

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Yulia Baltschun Ungkap Kondisi Mental usai Anak Meninggal hingga Perselingkuhan Suami

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Sebut Bukan Keputusan Mudah tapi Tepat untuknya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

50 Nama Bayi Terinspirasi dari Cerita Sejarah dan Kerajaan, Indah Tak Lekang Waktu

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

11 Cara Orang Tua dengan IQ Tinggi Membesarkan Anak Lebih Cerdas dan Sukses

Parenting Nadhifa Fitrina

Kebiasaan Bungkuk saat Bekerja di Awal Kehamilan Tingkatkan Risiko Keguguran, Ini Kata Studi

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Sebut Bukan Keputusan Mudah tapi Tepat untuknya

Kebiasaan Bungkuk saat Bekerja di Awal Kehamilan Tingkatkan Risiko Keguguran, Ini Kata Studi

50 Nama Bayi Terinspirasi dari Cerita Sejarah dan Kerajaan, Indah Tak Lekang Waktu

Yulia Baltschun Ungkap Kondisi Mental usai Anak Meninggal hingga Perselingkuhan Suami

11 Cara Orang Tua dengan IQ Tinggi Membesarkan Anak Lebih Cerdas dan Sukses

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK