HaiBunda

KEHAMILAN

Bukan "Selamat Ya!", Ternyata Ini Ucapan yang Diharapkan Banyak Ibu saat Tahu Dirinya Hamil

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 26 Jun 2026 13:20 WIB
Bukan
Jakarta -

Ketika seorang perempuan memberi kabar bahwa dirinya sedang hamil, respons pertama yang sering muncul biasanya adalah, “Selamat ya!” atau “Wah, akhirnya hamil juga!”

Memang terdengar hangat dan penuh kebahagiaan. Tapi ternyata, tidak semua Bunda hanya ingin mendengar ucapan selamat ketika memberi tahu kabar kehamilan. Banyak ibu berharap juga memahami bahwa perjalanan menjadi seorang ibu bisa disertai rasa takut, cemas, dan berbagai perjuangan yang tidak selalu terlihat.

Sebab, bagi sebagian Bunda, terutama yang melewati perjalanan panjang untuk hamil, pernah mengalami keguguran, memiliki kondisi kehamilan berisiko, atau sedang menghadapi banyak kekhawatiran, kabar kehamilan bisa membawa perasaan yang campur aduk. Ada bahagia, haru, takut, cemas, hingga rasa tidak percaya.


Sehingga bagi sebagian ibu, terutama yang sedang menjalani kehamilan penuh tantangan, kalimat tersebut belum tentu menjadi hal yang paling ingin mereka dengar.

Kehamilan tidak selalu datang dengan perasaan bahagia

Bagi sebagian perempuan, mengetahui dirinya hamil memang menjadi momen yang sangat membahagiakan. Namun, bagi yang lain, kabar kehamilan bisa bercampur dengan banyak emosi.

Ada ibu yang harus menghadapi risiko kesehatan, riwayat keguguran, perjuangan program hamil, masalah finansial, tekanan psikologis, hingga kekhawatiran tentang kondisi bayi.

Dalam kondisi seperti ini, ucapan, "Selamat,” terkadang terasa kurang menggambarkan apa yang sedang mereka jalani. Dikutip dari Omnes, yang membahas pengalaman ibu dengan kehamilan sulit menyoroti bahwa banyak perempuan membutuhkan dukungan emosional dan pengakuan atas perjuangan mereka, bukan hanya perayaan atas kabar kehamilan tersebut.

Ucapan yang lebih dibutuhkan ibu hamil

Dikutip dari Omnes, Elaine, mantan perwira Penjaga Pantai dari California Utara, mengalami dua kehamilan yang tidak terduga selama masa dinas militernya. Ia merasa sangat dicintai dan didukung ketika saudara laki-lakinya bereaksi terhadap berita tersebut dengan penuh sukacita dan antusiasme: “Seorang bayi! Selamat! Aku sangat bahagia untukmu. Aku tahu kamu selalu ingin menjadi seorang ibu.”

Banyak perempuan menyarankan untuk berlatih dengan mengatakan “Selamat!” sehingga akan muncul secara alami pada saat itu, dan kemudian mengajukan pertanyaan seperti “Bagaimana perasaanmu?” dan, "Bagaimana saya bisa membantumu mengurus rumah dan anak-anak?”

Elaine menambahkan bahwa pendekatan ini membutuhkan perhatian dan kasih sayang kepada setiap perempuan selama kehamilannya dan menyambut setiap bayi sebagai berkah terutama ketika situasinya sulit.

Selain itu, Alyssa Grasinski, dari Indiana, yang sedang mempersiapkan kedatangan putri pertamanya sambil belajar hukum, ia merasa sangat berarti bahwa teman-temannya mengajaknya minum milkshake atau teh daripada pergi ke tempat-tempat yang kurang cocok untuk ibu, seperti kedai kopi atau bar. Seorang teman sekelas menyiapkan paket hadiah untuknya yang berisi barang-barang untuk meredakan mual, teh yang lezat, jurnal, dan kartu ucapan pribadi.

Dari pada langsung berkata “Selamat ya!”, berikut simpulan dari beberapa ibu agar merasa lebih didukung ketika mendengar kalimat yang menunjukkan empati, seperti:

  • “Aku akan menemani perjalanan kamu ya.”
  • “Pasti banyak yang kamu rasakan, aku ada kalau kamu butuh cerita.”

Kalimat sederhana seperti ini memberi ruang bagi ibu untuk mengekspresikan perasaannya tanpa harus selalu terlihat bahagia. Ucapan lain yang juga bisa membuat ibu merasa dipahami:

  • “Aku ikut bahagia, tapi aku juga tahu perjalanan ini mungkin tidak mudah.”
  • “Kamu sudah berjuang sejauh ini.”
  • “Apa pun yang kamu rasakan, itu wajar.”
  • “Aku doakan semuanya berjalan baik untuk kamu dan bayi.”

Dukungan emosional berpengaruh pada perjalanan kehamilan

Kehamilan bukan hanya perubahan fisik, tetapi juga perjalanan emosional. Penelitian tentang kesehatan mental maternal menunjukkan bahwa dukungan sosial selama kehamilan berhubungan dengan kondisi psikologis ibu yang lebih baik.

Sebuah studi dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth menemukan bahwa dukungan sosial dari pasangan, keluarga, dan lingkungan dapat membantu mengurangi stres serta kecemasan selama kehamilan.

Hal ini penting karena stres berkepanjangan selama kehamilan dapat memengaruhi kualitas hidup ibu dan berhubungan dengan berbagai risiko kesehatan.

Mendengarkan kadang lebih berarti daripada memberi nasihat

Banyak orang sebenarnya bermaksud baik ketika memberi ucapan selamat atau langsung memberikan nasihat. Namun, tidak semua ibu membutuhkan solusi.

Kadang, yang paling dibutuhkan hanyalah seseorang yang mau mendengar. Karena di balik kabar, “Aku hamil”, ada ibu yang sedang memproses banyak hal: rasa bahagia, takut, harapan, bahkan trauma dari pengalaman sebelumnya.

Jadi, lain kali ketika mendengar seseorang mengumumkan kehamilannya, mungkin bukan hanya, “Selamat ya!” yang perlu diberikan. Sebuah kalimat sederhana seperti, “Aku ikut menemani perjalanan kamu,” bisa menjadi dukungan yang jauh lebih bermakna bagi seorang ibu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Lebih Sensitif, Ini Penyebab Bumil Mudah Menangis

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Tinggi dari Trik Psikologis yang Digunakan Sehari-hari

Mom's Life Azhar Hanifah

Viral Pedagang Kue Putu Gunakan Pipa PVC untuk Mengukus, Pakar Kupas Risikonya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Sebut Bukan Keputusan Mudah tapi Tepat untuknya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bukan "Selamat Ya!", Ternyata Ini Ucapan yang Diharapkan Banyak Ibu saat Tahu Dirinya Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Frisian Flag Hadirkan Pengalaman Edukatif Dukung Tumbuh Kembang Optimal Anak di Surabaya

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Berawal Cinlok, Dea Annisa Kini Unggah Foto Background Biru dengan Achmad Zacky

7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna

Viral Pedagang Kue Putu Gunakan Pipa PVC untuk Mengukus, Pakar Kupas Risikonya

Frisian Flag Hadirkan Pengalaman Edukatif Dukung Tumbuh Kembang Optimal Anak di Surabaya

Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Tinggi dari Trik Psikologis yang Digunakan Sehari-hari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK