KEHAMILAN
Kenali Bentuk Ari-ari Bayi dan Ilustrasi Gambarnya
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Minggu, 28 Jun 2026 21:40 WIBAri-ari bayi atau plasenta adalah salah satu bagian paling penting dalam kehamilan, meski sering hanya dikenal sebagai jaringan yang keluar setelah melahirkan. Padahal selama sembilan bulan kehamilan, organ ini bekerja tanpa henti untuk menjaga kehidupan janin di dalam rahim.
Banyak ibu baru menyadari bentuknya setelah persalinan. Ada yang terkejut karena terlihat seperti organ berdaging, ada juga yang penasaran kenapa bentuknya bisa berbeda-beda. Sebenarnya, plasenta memiliki struktur yang cukup khas dan fungsi yang sangat kompleks.
Mengenal apa itu plasenta atau ari-ari bayi
Ari-ari bayi atau plasenta adalah organ sementara yang terbentuk di dalam rahim sejak awal kehamilan. Organ ini menjadi 'jembatan kehidupan' antara ibu dan janin.
Melalui plasenta, bayi mendapatkan:
- Oksigen
- Nutrisi dari makanan ibu
- Perlindungan imun tertentu
Sementara itu, sisa metabolisme bayi akan dibuang melalui plasenta kembali ke tubuh ibu untuk diproses.
5 Fungsi plasenta untuk janin dan ibu hamil
Plasenta atau ari-ari bayi adalah organ sementara yang hanya ada selama kehamilan, tetapi perannya sangat besar. Organ ini menjadi penghubung utama antara ibu dan janin, memastikan bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal di dalam kandungan.
Berikut 5 fungsi utama plasenta yang perlu diketahui setiap ibu hamil:
1. Menyalurkan oksigen ke janin
Plasenta berfungsi sebagai 'paru-paru sementara' bagi janin.
Melalui plasenta:
- Oksigen dari darah ibu diserap
- Lalu disalurkan ke janin lewat tali pusat
- Janin belum bisa bernapas sendiri, sehingga fungsi ini sangat krusial untuk kelangsungan hidupnya.
2. Menyalurkan nutrisi dari ibu ke bayi
Semua nutrisi yang dikonsumsi ibu akan diproses dan disalurkan melalui plasenta, seperti:
- Protein
- Glukosa
- Vitamin dan mineral
- Lemak sehat
Nutrisi ini menjadi 'bahan bakar' untuk pertumbuhan organ dan jaringan bayi di dalam kandungan.
3. Mengeluarkan zat sisa dari janin
Selain menyalurkan, plasenta juga berfungsi sebagai sistem pembuangan.
Zat sisa metabolisme bayi seperti:
- Karbon dioksida
- Urea
- Sisa metabolik lainnya
akan dialirkan kembali ke tubuh ibu untuk diproses oleh organ ibu seperti ginjal dan paru-paru.
4. Menghasilkan hormon kehamilan
Plasenta juga bertindak sebagai organ penghasil hormon penting, seperti:
- hCG (human chorionic gonadotropin): mendukung awal kehamilan
- Progesteron: menjaga rahim tetap stabil
- Estrogen: mendukung pertumbuhan janin dan rahim
Hormon ini membantu menjaga kehamilan tetap sehat hingga waktu persalinan.
5. Melindungi janin dari sebagian infeksi
Plasenta berfungsi sebagai 'filter biologis' yang membantu melindungi janin dari sebagian zat berbahaya dan infeksi.
Selain itu, plasenta juga membantu menyalurkan antibodi dari ibu ke bayi dan memberikan perlindungan imun awal sebelum bayi lahir.
Namun, penting diingat bahwa tidak semua zat bisa disaring, sehingga kesehatan ibu tetap sangat berpengaruh.
Kapan ari-ari atau plasenta bayi terbentuk?
Ari-ari bayi atau plasenta tidak langsung muncul dalam bentuk sempurna sejak awal kehamilan. Organ ini berkembang secara bertahap sejak proses pembuahan, dan mulai bekerja sangat awal untuk menopang kehidupan janin di dalam rahim.
Mengetahui kapan plasenta terbentuk membantu ibu hamil memahami betapa cepatnya tubuh beradaptasi untuk mendukung kehamilan.
1. Awal Pembentukan: Setelah pembuahan
Plasenta mulai terbentuk segera setelah:
- Sel telur dibuahi oleh sperma
- Embrio berkembang menjadi blastokista
- Embrio menempel di dinding rahim (proses implantasi)
Pada tahap ini, jaringan awal plasenta mulai berkembang dari bagian luar embrio yang disebut trofoblas.
Minggu 1–4 Kehamilan: Fondasi plasenta
Di fase sangat awal ini:
- Sel-sel trofoblas mulai membentuk struktur awal plasenta
- Pembuluh darah ibu mulai 'terhubung' dengan jaringan embrio
- Terbentuk cikal bakal vili korionik (struktur seperti akar kecil)
- Meski masih sangat kecil, sistem pertukaran nutrisi sudah mulai bekerja.
Minggu 5–12 Kehamilan: Plasenta mulai berfungsi
Pada trimester pertama:
- Plasenta mulai mengambil alih fungsi hormon kehamilan
- Aliran darah ibu dan janin mulai lebih teratur
- Organ plasenta mulai berfungsi penuh sebagai penghubung utama
- Pada tahap ini, plasenta sudah sangat penting untuk mempertahankan kehamilan.
Minggu 12–20 kehamilan: Plasenta matang bertahap
- Struktur plasenta semakin kuat dan kompleks
- Fungsi pertukaran oksigen dan nutrisi semakin optimal
- Plasenta mulai 'mengatur' pertumbuhan janin secara lebih stabil
- Biasanya pada akhir trimester pertama hingga awal trimester kedua, plasenta sudah dianggap organ utama penopang kehamilan.
Trimester kedua hingga lahir: plasenta bekerja penuh
Pada tahap ini:
- Plasenta bekerja maksimal sebagai 'jembatan kehidupan'
- Semua nutrisi dan oksigen janin bergantung pada plasenta
- Organ ini akan terus aktif hingga bayi lahir
- Setelah persalinan, plasenta akan keluar sebagai bagian dari tahap ketiga persalinan.
Ukuran dan bentuk ari-ari bayi
Ari-ari bayi atau plasenta adalah organ sementara yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Selain punya fungsi vital, plasenta juga memiliki ukuran dan bentuk khas yang umumnya cukup konsisten pada kehamilan normal.
Setelah bayi lahir, plasenta akan keluar dan bisa terlihat lebih jelas bentuk aslinya.
Bentuk ari-ari bayi
Secara umum, plasenta memiliki bentuk:
- Cakram (disk-like)
- Bentuk paling umum adalah bulat atau oval pipih
- Mirip seperti piringan atau 'kue tebal'
- Dua sisi berbeda
Plasenta memiliki dua permukaan:
- Sisi ibu (maternal side): Bertekstur seperti lobus-lobus kecil (kotiledon)
- Sisi bayi (fetal side): halus, mengkilap, tempat tali pusat menempel
- Permukaan tidak rata di satu sisi
- Sisi ibu biasanya terlihat seperti kumpulan 'ruangan kecil' yang disebut lobus plasenta
Ukuran ari-ari bayi
Pada kehamilan cukup bulan (±37–40 minggu), ukuran plasenta umumnya:
- Diameter: sekitar 15–22 cm
- Ketebalan: sekitar 2–3 cm
- Berat: sekitar 400–600 gram (bisa hampir 1/5 berat bayi)
Ukuran ini bisa sedikit berbeda tergantung kondisi kehamilan dan kesehatan ibu.
Struktur penting di plasenta
Di dalam bentuknya yang seperti cakram, plasenta terdiri dari:
- Tali pusat (umbilical cord): penghubung bayi dan plasenta
- Vili korionik: struktur kecil seperti 'akar' untuk menyerap nutrisi
- Pembuluh darah ibu dan janin: tempat pertukaran oksigen dan nutrisi
- Lapisan pelindung amnion
Ilustrasi gambar bentuk ari-ari bayi
Berikut ini ilustrasi gambar bentuk ari-ari bayi yang Bunda dapat lihat:
|
|
Di mana letak plasenta?
Secara umum, plasenta bisa menempel di beberapa bagian rahim, yaitu:
1. Plasenta di bagian atas rahim (fundal)
Ini letak paling umum dan dianggap normal. Plasenta menempel di bagian 'atap' rahim dan tidak mengganggu jalan lahir
2. Plasenta di dinding depan (anterior)
Menempel di bagian depan rahim (dekat perut ibu), biasanya tidak berbahaya, dan kadang gerakan janin terasa sedikit lebih 'teredam.'
3. Plasenta di dinding belakang (posterior)
Menempel di bagian belakang rahim (dekat tulang belakang)Sering membuat gerakan janin lebih cepat terasa.
4. Plasenta di sisi kanan atau kiri (lateral)
Menempel di sisi samping rahim dan masih termasuk variasi normal.
Mitos soal ari-ari bayi
Ari-ari bayi atau plasenta bukan hanya bagian penting dalam kehamilan, tetapi juga sering menjadi 'objek mitos' di masyarakat. Banyak kepercayaan turun-temurun yang masih dipercaya hingga sekarang, meskipun tidak semuanya memiliki dasar medis.
Berikut beberapa mitos yang paling sering terdengar:
1. Ari-ari harus dikubur agar bayi 'tidak celaka'
Di beberapa budaya, termasuk di Indonesia, plasenta dipercaya harus:
- Dikubur di halaman rumah
- Diberi lampu atau penerangan
- Dijaga seperti 'saudara kembar bayi'
Fakta medis: Penguburan plasenta adalah tradisi budaya, bukan kebutuhan medis. Di rumah sakit, plasenta biasanya dibuang sesuai prosedur limbah medis karena dianggap biologis.
2. Ari-ari dianggap 'kembaran' bayi
Banyak yang percaya bahwa:
Plasenta adalah 'saudara kembar tak kasat mata' dan apa yang terjadi pada plasenta akan memengaruhi bayi.
Fakta medis: Plasenta adalah organ sementara yang terbentuk dari kehamilan, bukan makhluk hidup atau kembaran bayi. Fungsinya murni biologis sebagai penghubung nutrisi dan oksigen.
3. Bentuk plasenta bisa meramalkan nasib bayi
Ada kepercayaan bahwa plasenta yang bagus menandakan anak akan sehat dan sukses dan plasenta yang tidak sempurna dianggap pertanda buruk
Fakta medis: Bentuk plasenta bisa bervariasi secara normal. Yang dinilai dokter adalah:
- Kelengkapan jaringan
- Fungsi selama kehamilan
- Tidak ada kelainan berbahaya
Bukan bentuknya yang menentukan masa depan anak.
4. Ari-ari bisa 'berbahaya' jika tidak diperlakukan khusus
Sebagian orang percaya plasenta harus: Diberi doa khusus dan diberi perlakuan tertentu agar bayi tidak sakit
Fakta medis: Plasenta memang mengandung jaringan biologis, tetapi setelah bayi lahir, fungsinya sudah selesai. Tidak ada dampak spiritual atau fisik terhadap bayi dari perlakuan plasenta setelah persalinan.
5. Ari-ari menentukan kecerdasan atau sifat bayi
Ada anggapan bahwa:
- Plasenta 'baik' menandakan bayi cerdas
- Plasenta 'buruk' menandakan bayi lemah
Fakta medis: Kecerdasan dan perkembangan bayi dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti genetik, nutrisi ibu selama hamil, dan kesehatan kehamilan secara keseluruhan.
Plasenta hanya berperan sebagai penghubung nutrisi, bukan penentu sifat atau kecerdasan.
Tanda-Tanda gangguan pada plasenta
Plasenta atau ari-ari bayi adalah organ penting yang bertugas menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Selain itu, plasenta juga membantu membuang zat sisa dari tubuh bayi dan menghasilkan hormon yang menjaga kehamilan.
Jika plasenta mengalami gangguan, pertumbuhan dan kesehatan janin bisa ikut terdampak. Namun, gangguan plasenta tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, ibu hamil perlu mengenali beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
1. Perdarahan dari vagina
Salah satu tanda gangguan plasenta yang paling sering terjadi adalah perdarahan saat hamil, terutama pada trimester kedua atau ketiga.
Perdarahan bisa berkaitan dengan beberapa kondisi, seperti:
- Plasenta previa, yaitu posisi plasenta terlalu rendah sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.
- Solusio plasenta, yaitu kondisi ketika plasenta terlepas sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum bayi lahir.
2. Nyeri perut hebat atau perut terasa kencang terus-menerus
Nyeri perut yang muncul tiba-tiba, terasa kuat, atau disertai perut yang terus menegang bisa menjadi tanda adanya masalah pada plasenta.
Salah satu penyebabnya adalah solusio plasenta. Kondisi ini dapat mengganggu aliran oksigen ke janin sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
3. Gerakan janin berkurang
Ibu biasanya mulai merasakan gerakan bayi ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua. Pola gerakan bayi kemudian menjadi salah satu tanda kesejahteraan janin.
Jika:
- Gerakan bayi terasa jauh lebih sedikit dari biasanya
- Bayi jarang bergerak dalam waktu lama
- Ada perubahan pola gerakan yang drastis
- Hal ini bisa menandakan janin kekurangan oksigen atau nutrisi akibat gangguan fungsi plasenta.
4. Tekanan darah tinggi saat hamil
Gangguan plasenta dapat berkaitan dengan masalah tekanan darah, seperti preeklamsia.
Tekanan darah tinggi saat hamil dapat memengaruhi aliran darah menuju plasenta sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke bayi bisa berkurang.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Sakit kepala berat
- Pandangan kabur
- Pembengkakan berlebihan pada wajah atau tangan
- Nyeri di bagian atas perut
5. Pertumbuhan janin terhambat
Salah satu tanda plasenta tidak bekerja optimal adalah ketika pertumbuhan bayi lebih lambat dari seharusnya. Kondisi ini dikenal sebagai intrauterine growth restriction (IUGR) atau hambatan pertumbuhan janin dalam rahim.
Biasanya diketahui melalui pemeriksaan:
- USG kehamilan
- Pengukuran berat dan ukuran janin
- Pemeriksaan aliran darah plasenta
6. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan masalah plasenta
Tidak semua gangguan plasenta bisa dirasakan oleh ibu. Ada kondisi yang baru diketahui melalui pemeriksaan dokter, seperti:
- Letak plasenta terlalu dekat dengan jalan lahir
- Aliran darah plasenta kurang optimal
- Kelainan bentuk atau perkembangan plasenta
Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting.
Apa yang terjadi pada plasenta setelah bayi lahir?
Setelah menunggu selama sembilan bulan, momen yang paling dinanti akhirnya tiba: bayi lahir ke dunia. Namun, tahukah Bunda bahwa proses persalinan belum benar-benar selesai setelah Si Kecil lahir?
Masih ada satu bagian penting yang harus keluar dari rahim, yaitu plasenta atau ari-ari bayi. Organ yang selama ini menjadi 'jembatan kehidupan' bagi bayi ini akan menyelesaikan tugasnya setelah persalinan.
Setelah bayi lahir, rahim masih akan terus berkontraksi. Kontraksi ini membantu melepaskan plasenta dari dinding rahim.
Proses keluarnya plasenta disebut sebagai persalinan kala tiga. Biasanya plasenta keluar dalam beberapa menit setelah bayi lahir. Bunda mungkin akan merasakan:
- Perut kembali mulas
- Kontraksi ringan
- Dorongan ingin mengejan
- Darah keluar dari vagina
Tenaga kesehatan akan membantu memastikan plasenta keluar dengan lengkap dan aman. Demikian penjabaran mengenai bentuk ari-ari bayi dan ilustrasi gambarnya. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)