KEHAMILAN
Hati-hati Bun, Hirup Aroma Makanan Berlemak saat Hamil Bisa Picu Obesitas Anak
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Sabtu, 18 Jul 2026 07:25 WIBBunda mungkin sudah sering mendengar bahwa makanan yang dikonsumsi selama hamil bisa memengaruhi kesehatan janin. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan hal yang cukup mengejutkan. Bukan hanya makanan yang dimakan, aroma makanan berlemak yang sering tercium selama kehamilan ternyata juga diduga dapat memengaruhi risiko obesitas pada anak di kemudian hari.
Meski begitu, Bunda tidak perlu panik dulu ya. Temuan ini masih berasal dari penelitian pada hewan, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia.
Studi: Aroma makanan berlemak dapat memengaruhi perkembangan janin
Dikutip dari MPG, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Max Planck Institute for Metabolism Research, Jerman, mencoba melihat bagaimana aroma makanan tinggi lemak memengaruhi perkembangan janin.
Dalam penelitian tersebut, tikus hamil diberi makanan sehat rendah lemak. Namun, makanan tersebut diberi aroma menyerupai makanan tinggi lemak, seperti aroma bacon. Menariknya, kondisi metabolisme induk tikus tetap normal dan tidak mengalami kenaikan berat badan berlebih.
Akan tetapi, hasilnya berbeda pada anak-anak tikus yang lahir. Ketika mereka dewasa dan mulai mengonsumsi makanan tinggi lemak, mereka lebih mudah mengalami obesitas dibandingkan kelompok tikus yang tidak terpapar aroma tersebut sejak dalam kandungan. Mereka juga menunjukkan tanda resistensi insulin, yang merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.
Mengapa aroma makanan bisa berpengaruh?
Peneliti menemukan bahwa aroma makanan ternyata dapat mencapai janin selama masih berada di dalam kandungan. Setelah lahir, paparan aroma juga bisa berlanjut melalui ASI.
Paparan ini diduga memengaruhi perkembangan bagian otak yang mengatur rasa lapar, metabolisme tubuh, serta sistem penghargaan (reward system). Akibatnya, otak anak menjadi lebih sensitif terhadap makanan tinggi lemak ketika dewasa.
Bahkan, para peneliti menemukan bahwa perubahan pada otak anak tikus memiliki kemiripan dengan perubahan yang biasa ditemukan pada tikus obesitas, meskipun induknya sendiri tetap sehat dan mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan.
Apakah hasil penelitian ini berlaku untuk manusia?
Belum tentu, Bunda. Para peneliti menegaskan bahwa penelitian ini dilakukan pada tikus sehingga hasilnya belum bisa langsung diterapkan pada manusia.
Meski demikian, penelitian ini membuka wawasan baru bahwa lingkungan selama kehamilan mungkin lebih kompleks dari yang selama ini dipahami. Selama ini, perhatian lebih banyak diberikan pada jenis makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Kini, ilmuwan mulai mempertimbangkan bahwa rangsangan lain, seperti aroma makanan dan bahkan zat pemberi aroma pada makanan, mungkin juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan janin.
Peneliti utama, Sophie Steculorum, mengatakan bahwa selama ini fokus penelitian lebih banyak pada dampak pola makan tinggi lemak selama kehamilan. Namun, hasil studi mereka menunjukkan bahwa aroma yang terpapar pada janin dan bayi baru lahir kemungkinan juga berperan dalam menentukan kesehatan mereka di masa depan, terlepas dari kondisi kesehatan ibunya.
Apa yang sebaiknya dilakukan ibu hamil?
Temuan ini bukan berarti Bunda harus menghindari semua aroma makanan berlemak atau merasa cemas ketika mencium aroma gorengan maupun makanan favorit. Karena penelitian masih dilakukan pada hewan, belum ada rekomendasi medis agar ibu hamil menghindari aroma makanan tertentu.
Yang tetap menjadi prioritas adalah menerapkan pola hidup sehat selama kehamilan, seperti:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
- Menjaga kenaikan berat badan sesuai anjuran dokter.
- Rutin berolahraga sesuai kondisi kehamilan.
- Melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
Dengan menjaga kesehatan selama hamil, Bunda tidak hanya mendukung pertumbuhan janin yang optimal, tetapi juga membantu mengurangi risiko berbagai penyakit metabolik pada anak di masa mendatang.
Kesimpulan penelitian
Studi di atas menunjukkan bahwa paparan aroma makanan berlemak selama kehamilan diduga dapat meningkatkan risiko obesitas pada keturunan, setidaknya pada penelitian yang dilakukan terhadap tikus. Paparan aroma tersebut diyakini memengaruhi perkembangan otak janin sehingga lebih rentan mengalami obesitas saat dewasa jika mengonsumsi makanan tinggi lemak.
Namun, karena bukti pada manusia masih sangat terbatas, Bunda tidak perlu khawatir berlebihan. Temuan ini justru menjadi pengingat bahwa kesehatan ibu selama hamil dipengaruhi oleh banyak faktor, dan penelitian mengenai perkembangan janin masih terus berkembang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Selama Trimester Pertama Kehamilan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Paparan Polusi Berlebihan saat Hamil dapat Sebabkan Obesitas pada Anak Kelak
Kebiasaan Ibu Hamil Seperti Ini Bisa Tingkatkan Risiko Anak Obesitas saat Dewasa
Lahap Terlalu Banyak Makanan Berlemak saat Hamil Berdampak pada Perkembangan Lever Janin
Ternyata Janin Bisa Menangis di Dalam Kandungan, Apa Penyebabnya?
TERPOPULER
Bersahabat, Dua Bunda Ini pun Menyusui Bayi Satu Sama Lain, Amankah?
7 Ciri Kepribadian Orang Penyayang yang Diam-diam Membawa Kebaikan bagi Orang Lain
Terpopuler: Ucapan Manis Shania untuk Jonatan Cristie yang Ultah
Perempuan Obesitas Berisiko Alami Kanker Rahim, Studi Ungkap Fakta Baru
7 Ciri Orang dengan Kemampuan Berpikir Tinggi
REKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Orang Tua Pemilik EQ Tinggi dari Kebiasaan Sehari-hari
Bersahabat, Dua Bunda Ini pun Menyusui Bayi Satu Sama Lain, Amankah?
5 Fakta Pengabdi Setan 3: Origin, Film Joko Anwar yang Siap Mendunia dengan 7 Bahasa
Perempuan Obesitas Berisiko Alami Kanker Rahim, Studi Ungkap Fakta Baru
7 Ciri Kepribadian Orang Penyayang yang Diam-diam Membawa Kebaikan bagi Orang Lain
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Belikan Mobil Aki untuk Anak? Cek Dulu Fitur Kontrol Gandanya
-
Beautynesia
4 Cara Bebas dari Rasa Nggak Enakan sama Orang Lain
-
Female Daily
Foundation Stick Bisa Bikin Makeup Flawless Sekali Usap? Intip Koleksi Baru dari SKINTIFIC!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Biyan dan Gaya Ceramic Hidupkan Kembali Material Sisa Jadi Pameran Seni
-
Mommies Daily
Jakarta Lagi Kering, 7 Kebiasaan di Rumah yang Diam-Diam Bikin Boros Air