KEHAMILAN
Skin to Skin Usai Melahirkan Bantu Tenangkan Bayi, tapi Tak Turunkan Risiko Kuning
Amrikh Palupi | HaiBunda
Senin, 27 Jul 2026 11:35 WIBKontak kulit ke kulit atau skin to skin contact (SSC) telah lama dikenal sebagai salah satu praktik terbaik setelah persalinan. Selain mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi, metode ini juga diyakini mampu membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim. Kini, penelitian terbaru semakin memperkuat manfaat tersebut.
Mengutip laman news-medical, studi menemukan bahwa skin-to-skin contact yang dilakukan segera setelah persalinan normal dapat membantu menurunkan tingkat stres pada bayi baru lahir, terutama ketika menjalani prosedur medis seperti suntikan vitamin K. Selain itu, bayi yang menjalani skin-to-skin contact juga memiliki peluang lebih besar mendapatkan ASI eksklusif pada lima hari pertama kehidupannya.
Penelitian dilakukan dalam bentuk uji klinis prospektif, longitudinal, dan acak di sebuah rumah sakit universitas di wilayah barat Türkiye pada Juni 2020 hingga Maret 2021.
Penelitian melibatkan ibu berusia 18-45 tahun yang melahirkan bayi cukup bulan melalui persalinan normal. Seluruh bayi yang diikutsertakan lahir sehat, memiliki skor Apgar menit kelima minimal 8, tidak mengalami kelainan bawaan, serta tidak membutuhkan tindakan resusitasi.
Sebanyak 60 pasangan ibu dan bayi kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Pertama kelompok SSC sebanyak 30 pasangan ibu dan bayi. Kedua kelompok perawatan rutin sebanyak 30 pasangan ibu dan bayi.
Pada kelompok skin to skin dimulai sekitar dua hingga tiga menit setelah bayi lahir dan berlangsung rata-rata sekitar 32 menit. Selama periode tersebut, bayi mulai menyusu langsung kepada ibunya.
Sementara itu, kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar rumah sakit tanpa melakukan kontak kulit ke kulit segera setelah lahir. Meski demikian, bayi tetap mulai menyusu dalam satu jam pertama sesuai prosedur rumah sakit.
Peneliti kemudian mengukur tingkat stres bayi menggunakan newborn stress scale (NSS) pada beberapa waktu pengamatan, termasuk saat pemberian suntikan vitamin K.
Selain itu, peneliti juga mengevaluasi kadar bilirubin serum total (TSB) pada hari kelima, keberhasilan ASI eksklusif, serta penurunan berat badan bayi selama lima hari pertama kehidupan.
Hasil penelitian skin to skin terbukti menurunkan stres bayi
Karakteristik ibu dan bayi pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol secara umum tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Kesamaan tersebut meliputi usia ibu, berat badan lahir bayi, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan, riwayat kehamilan sebelumnya, pengetahuan tentang menyusui, serta skor Apgar pada menit kelima.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ibu dan bayi pada kedua kelompok relatif serupa sehingga hasil penelitian dapat dibandingkan secara objektif. Sesaat setelah lahir, tingkat stres bayi pada kedua kelompok tidak berbeda secara bermakna. Begitu pula ketika bayi berada di bawah alat penghangat (radiant warmer).
Namun, lima menit setelah kontak kulit ke kulit dimulai, terjadi perubahan yang sangat jelas. Bayi yang menjalani skin-to-skin contact mengalami penurunan skor stres secara drastis.
Bahkan ketika menerima suntikan vitamin K intramuskular, bayi dalam kelompok skin-to-skin contact menunjukkan tingkat stres yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok perawatan rutin yang tidak melakukan skin to skin contact.
Perbedaan tersebut dinilai sangat bermakna secara statistik dengan ukuran efek yang besar, sehingga menunjukkan bahwa skin to skin benar-benar membantu menenangkan bayi saat menjalani prosedur medis.
Hasil penelitian lanjutan meningkatkan peluang ASI eksklusif
Analisis lebih lanjut dalam masing-masing kelompok menunjukkan bahwa skor newborn stress scale (NSS) berbeda secara signifikan pada setiap waktu pengukuran. Pada kelompok kontak kulit ke kulit (SSC), skor stres bayi mencapai tingkat paling rendah lima menit setelah dimulai.
Sementara itu, pada kelompok kontrol, skor stres paling rendah terjadi saat bayi berada di bawah radiant warmer (alat penghangat bayi), kemudian kembali meningkat ketika bayi menerima suntikan vitamin K secara intramuskular (IM).
Penelitian juga menemukan manfaat lain yang cukup penting. Pada 24 jam pertama setelah lahir, hampir seluruh bayi di kedua kelompok memperoleh ASI eksklusif. Sebanyak 29 dari 30 bayi di masing-masing kelompok hanya menerima ASI pada periode tersebut.
Namun, pada hari kelima setelah kelahiran, terlihat perbedaan yang lebih jelas. Sebanyak 86,7 persen (26 dari 30 bayi) pada kelompok SSC masih mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 60,0 persen (18 dari 30 bayi) yang tetap disusui secara eksklusif. Perbedaan ini bermakna menunjukkan bahwa SSC sejak dini berhubungan dengan keberhasilan mempertahankan pemberian ASI eksklusif.
Tidak menurunkan risiko penyakit kuning
Meskipun angka pemberian ASI eksklusif lebih tinggi pada kelompok intervensi, kadar bilirubin serum total (total serum bilirubin/TSB) pada hari kelima setelah kelahiran tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontak kulit ke kulit segera setelah lahir mampu menurunkan tingkat stres bayi baru lahir, sebagaimana diukur menggunakan newborn stress scale (NSS), serta dikaitkan dengan angka keberhasilan ASI eksklusif yang lebih tinggi hingga hari kelima kehidupan.
Namun, penelitian ini tidak menemukan perbedaan yang bermakna dalam kadar bilirubin pada hari kelima maupun penurunan berat badan bayi pada awal kehidupan antara kelompok yang menjalani SSC dan kelompok yang menerima perawatan rutin.
Kesimpulan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa kontak kulit ke kulit sejak dini (SSC) setelah persalinan normal berkaitan dengan penurunan tingkat stres pada bayi baru lahir, terutama saat bayi menjalani suntikan vitamin K secara intramuskular (IM). Selain itu, penerapan skin-to-skin contact sejak awal juga dikaitkan dengan tingkat keberhasilan ASI eksklusif yang lebih tinggi selama lima hari pertama setelah kelahiran.
Namun demikian, meskipun bayi yang menjalani skin to skin contact lebih banyak mendapatkan ASI eksklusif, penelitian ini tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam kadar bilirubin serum total (TSB) pada hari kelima maupun penurunan berat badan bayi antara kelompok yang menjalani skin-to-skin contact dini dan kelompok yang menerima perawatan rutin setelah persalinan.
Temuan ini mendukung penerapan skin-to-skin contact sejak dini sebagai bagian dari perawatan pasca persalinan, karena dapat meningkatkan kenyamanan bayi baru lahir sekaligus mendukung keberhasilan menyusui. Meski demikian, pengaruh skin-to-skin contact terhadap kadar bilirubin pada bayi baru lahir masih belum dapat dipastikan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ini Negara dengan Angka Kematian Bayi Baru Lahir Terendah di Dunia, Bagaimana Indonesia?
3 Alasan Bayi Baru Lahir Pakai Gelang Identitas, Bumil perlu Tahu
Tak Cuma dengan Bunda, Ini 7 Manfaat Skin to Skin Antara Bayi Baru Lahir dan Ayah
Dampak Pandemi COVID-19, WHO Soroti Risiko Bayi Baru Lahir Dipisahkan dari Ibunya
TERPOPULER
5 Potret Terbaru Ashanty Mantap Berhijab Usai Naik Haji, Curi Perhatian Publik
Dampak Psikologis di Balik Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali
Anak Mulai Berkata Kasar? Begini Cara Menyikapinya Menurut Harvard
7 Potret Rumah Baru Aaliyah & Thariq Halilintar, Hangat & Homey Banget
150 Nama Bayi Terinspirasi Musim dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Dispenser Air Dingin Hemat Listrik, Praktis untuk Cuaca Panas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Perlengkapan Jahit Lengkap yang Wajib Dimiliki Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Baju Tidur Bayi Baru Lahir yang Nyaman Dipakai
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Notebook untuk Journaling yang Simple, Aesthetic, hingga Vintage
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Oil untuk Rambut Kering agar Lebih Halus, Mudah Diatur & Penumbuh Rambut
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Mengenal IVF Add-Ons, Apakah Efektif Bantu Kesuksesan Program IVF?
Anak Mulai Berkata Kasar? Begini Cara Menyikapinya Menurut Harvard
Dampak Psikologis di Balik Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali
5 Potret Terbaru Ashanty Mantap Berhijab Usai Naik Haji, Curi Perhatian Publik
Skin to Skin Usai Melahirkan Bantu Tenangkan Bayi, tapi Tak Turunkan Risiko Kuning
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Betis Sering Kram Pas Lari Jarak Jauh? Kenali Beda Fungsi Calf Sleeve Sebelum Beli
-
Beautynesia
4 Tips Feng Shui Ruang Kerja di Kantor untuk Menarik Kekayaan
-
Female Daily
Koleksi Leather Goods Terbaru PEGGY HARTANTO Hadir dengan Siluet Baru dan Warna Pastel yang Chic!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Demi Rujuk Usai Ketahuan Selingkuh, Istri Berikan Apartemen 26 M Untuk Suami
-
Mommies Daily
Sebelum Nonton Spider-Man: Brand New Day, Ini Urutan Film Marvel yang Wajib Ditonton