Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

10 Kebiasaan Bumil yang Baik untuk Dukung Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 22 Jul 2026 07:30 WIB

Pregnant woman reading a stories to her unborn child in the living room at home
10 Kebiasaan Bumil yang Baik untuk Dukung Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas/Foto: Getty Images/Sunan Wongsa-nga
Daftar Isi
Jakarta -

Hari Anak Nasional menjadi momen untuk mengingat kembali bahwa tumbuh kembang anak dimulai bahkan sejak masih berada di dalam kandungan. Selain faktor genetik, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, pola makan, hingga kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan anak di masa depan.

Adapun peringatan Hari Anak Nasional ke-42 jatuh pada Kamis, 23 Juli 2026. Peringatan tahun ini mengangkat tema utama 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.'

Di momen ini, perhatian terhadap anak tidak hanya berhenti setelah mereka lahir, Bunda. Masa kehamilan menjadi salah satu fase penting yang menentukan fondasi kesehatan dan perkembangan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Memang tidak ada cara instan yang bisa menjamin seorang anak pasti memiliki kecerdasan tertentu. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan awal kehidupan, termasuk masa kehamilan, berperan penting dalam mendukung perkembangan otak janin.

10 Kebiasaan bumil agar melahirkan anak cerdas & aktif

Dengan menjaga kesehatan tubuh, memenuhi nutrisi, mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan positif, ibu dapat membantu memberikan awal kehidupan terbaik bagi Si Kecil.

Sebab, anak yang tumbuh sehat dan aktif bukan hanya dibentuk oleh pendidikan setelah lahir, tetapi juga oleh perjalanan panjang sejak masih berada dalam kandungan.

Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa dilakukan ibu hamil agar mendukung lahirnya anak yang sehat, cerdas, dan aktif?

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Asupan nutrisi selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan otak dan sistem saraf bayi. Ibu hamil membutuhkan protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup.

Nutrisi seperti asam folat, zat besi, kolin, yodium, dan omega-3 memiliki peran besar dalam perkembangan otak janin. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, nutrisi ibu selama kehamilan berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk kemampuan kognitifnya.

Beberapa makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil antara lain:

  • Ikan rendah merkuri seperti salmon dan sarden
  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran hijau
  • Buah-buahan
  • Produk susu

2. Rutin mengonsumsi asam folat sejak awal kehamilan

Asam folat dikenal penting untuk mencegah cacat tabung saraf pada bayi. Namun, manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan pembentukan fisik, tetapi juga perkembangan sistem saraf.

Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa kecukupan folat selama kehamilan berhubungan dengan perkembangan kognitif anak yang lebih baik.

Ibu yang sedang merencanakan kehamilan disarankan memenuhi kebutuhan folat sejak sebelum hamil melalui makanan maupun suplemen sesuai anjuran dokter.

3. Tetap aktif dengan olahraga ringan

Kehamilan bukan berarti ibu harus terus beristirahat sepanjang hari. Selama dokter mengizinkan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga prenatal, atau senam hamil dapat memberikan manfaat.

Olahraga saat hamil membantu menjaga kesehatan jantung ibu, mengurangi risiko komplikasi kehamilan, dan mendukung aliran darah yang membawa oksigen serta nutrisi ke janin.

Sebuah studi dalam Journal of Clinical Medicine menyebutkan bahwa aktivitas fisik selama kehamilan berpotensi memberikan dampak positif terhadap perkembangan saraf anak.

4. Berbicara dan membangun ikatan dengan bayi

Meskipun bayi belum lahir, indera pendengarannya mulai berkembang sejak dalam kandungan. Suara ibu menjadi salah satu suara pertama yang dikenali bayi.

Bunda dapat membangun bonding dengan cara:

  • Mengajak bayi berbicara
  • Membacakan cerita
  • Mendengarkan murrotal Al-Qur'an
  • Memberikan sentuhan lembut pada perut

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Developmental Science, janin sudah mampu merespons suara dan pengalaman sensorik sejak masa kehamilan.

5. Tidur cukup dan mengelola stres

Kondisi emosional ibu selama kehamilan juga dapat memengaruhi lingkungan perkembangan bayi. Stres kronis selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan tertentu pada anak.

Penelitian dalam Psychological Medicine menemukan bahwa tingkat stres dan kecemasan ibu selama kehamilan dapat berhubungan dengan perkembangan emosional dan perilaku anak.

Karena itu, ibu hamil perlu memiliki waktu istirahat cukup, melakukan aktivitas yang menyenangkan, serta mencari dukungan dari pasangan dan keluarga.

6. Hindari rokok dan alkohol

Paparan zat berbahaya selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan otak janin.

Rokok, termasuk asap rokok dari lingkungan sekitar, dapat mengurangi suplai oksigen kepada bayi. Sementara alkohol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan yang dikenal sebagai Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASD).

Karena itu, lingkungan bebas rokok menjadi salah satu bentuk perlindungan terbaik untuk bayi.

7. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

Kontrol kehamilan membantu dokter memantau pertumbuhan bayi, kondisi plasenta, hingga kebutuhan nutrisi ibu. Pemeriksaan rutin juga dapat mendeteksi lebih awal jika ada masalah yang membutuhkan perhatian khusus.

Menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin penting untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.

8. Mendengarkan lantunan kitab suci dan memberikan stimulasi positif

Bayi dalam kandungan mulai mengenali suara di sekitar sejak trimester kedua. Memberikan stimulasi sederhana seperti berbicara atau mendengarkan murrotal Al-Qur'an bagi umat muslim dapat menjadi pengalaman sensorik bagi janin.

Namun, stimulasi tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Yang paling penting adalah menciptakan suasana nyaman dan positif bagi ibu.

9. Minum cukup air

Hidrasi sering dianggap sepele, padahal tubuh Bunda membutuhkan lebih banyak cairan selama kehamilan.

Air membantu menjaga volume darah ibu, mendukung transportasi nutrisi ke janin, serta membantu fungsi tubuh tetap optimal.

10. Membaca dan memperkaya wawasan sejak hamil

Kebiasaan membaca tidak hanya bermanfaat bagi ibu, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan lingkungan belajar anak setelah lahir.

Bunda yang memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan, nutrisi, dan pola asuh cenderung lebih siap memberikan stimulasi positif bagi anak sejak dini.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda