HaiBunda

KEHAMILAN

Jangan Sembarangan Bun, Ini Cara Aman & Efektif Atasi Wajah Berjerawat saat Hamil

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 08 Aug 2026 11:05 WIB
Jangan Sembarangan Bun, Ini Cara Aman & Efektif Atasi Wajah Berjerawat saat Hamil/Foto: Getty Images/Valeriia Mitriakova
Jakarta -

Saat hamil, perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi kulit Bunda. Akibatnya, jerawat, psoriasis, dan eksim bisa muncul atau justru memburuk selama kehamilan.

Meski keluhan kulit saat hamil sering terjadi, Bunda tidak boleh sembarangan menggunakan obat maupun produk perawatan kulit. Penggunaan sembarangan obat saat hamil berisiko. Pasalnya, beberapa bahan aktif dapat diserap tubuh dan berpotensi memengaruhi janin. 

Lantas, bagaimana cara mengatasi jerawat, psoriasis, dan eksim dengan aman selama kehamilan?


Apakah penyakit kulit bisa berubah selama kehamilan?

Menurut profesor dermatologi University of California San Francisco (UCSF), Dr. Jenny Murase, perubahan sistem imun selama kehamilan membuat respons setiap penyakit kulit bisa berbeda.

Pada psoriasis, kehamilan justru sering membuat gejalanya membaik. Sebaliknya, dermatitis atopik atau eksim (eczema) pada sebagian ibu hamil dapat memburuk sehingga membutuhkan pengobatan yang tepat.

Menurut Murase, perubahan tersebut berkaitan dengan pergeseran sistem kekebalan tubuh selama kehamilan. Aktivitas sel imun Th1 dan Th17 menurun, sedangkan respons Th2 meningkat. Perubahan inilah yang memengaruhi aktivitas berbagai penyakit kulit inflamasi.

"Jadi, terjadi efek yin-yang di mana sistem kekebalan tubuh bergeser. Terkadang selama kehamilan, kehamilan itu sendiri akan mengobatinya, dan mereka bahkan tidak perlu menggunakan obat biologis. Sementara di lain waktu, misalnya, untuk pasien dermatitis atopik, penggunaan terapi mungkin lebih diperlukan," kata Murase dikutip dari HCPLive.

Cara aman mengatasi jerawat saat hamil

Salah satu keluhan ibu hamil yang cukup sering adalah jerawat selama kehamilan akibat perubahan hormon.

Menurut Murase, jika jerawat memerlukan antibiotik oral, dokter dapat mempertimbangkan antibiotik golongan penisilin atau sefalosporin generasi pertama karena memiliki data keamanan yang lebih banyak selama kehamilan.

"Untuk jerawat, saya cenderung meresepkan amoksisilin jika pasiennya lebih seperti jerawat rosacea, dan kemudian sefadroksil atau sefaleksin jika pasiennya jerawat vulgaris. Obat-obatan tersebut memiliki lebih banyak data yang mendukung keamanannya daripada antibiotik makrolida, yang telah dilaporkan berpotensi meningkatkan risiko stenosis pilorik dan defek septum atrium dengan penggunaan makrolida," jelas Murase.

Namun, penggunaan antibiotik selama kehamilan harus berdasarkan resep dokter.

Selain obat resep, beberapa bahan untuk perawatan jerawat juga dinilai relatif aman selama kehamilan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), produk yang mengandung benzoyl peroxide, azelaic acid, topical salicylic acid, dan glycolic acid dapat digunakan selama kehamilan. Namun, penggunaannya tetap sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Selain itu, ibu hamil juga dapat melakukan perawatan sederhana di rumah, seperti:

  • Mencuci wajah dengan pembersih yang lembut.
  • Menggunakan pelembap nonkomedogenik.
  • Tidak memencet jerawat.
  • Menggunakan tabir surya yang aman untuk ibu hamil.

Hindari menggunakan obat jerawat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), isotretinoin oral tidak boleh digunakan selama kehamilan karena dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin.

Sementara itu, retinoid topikal seperti tretinoin dan tazarotene umumnya juga tidak dianjurkan selama kehamilan sehingga penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Mengapa eksim bisa memburuk saat hamil?

Eksim atau dermatitis atopik dapat kambuh selama kehamilan akibat perubahan sistem imun.

Menurut Murase, kehamilan tidak membuat seseorang kebal terhadap penyakit kulit. Ibu hamil tetap dapat mengalami berbagai kondisi kulit seperti kudis, dermatitis kontak, maupun dermatitis atopik.

Ibu hamil yang sudah memiliki riwayat eksim sebelumnya, kata Murase, mungkin memerlukan terapi agar gejalanya tetap terkendali.

"Ruam ini biasanya mulai muncul lebih awal di trimester pertama, terutama di area yang sering mengalami gesekan, seperti tangan atau puting susu, khususnya di bagian ekstremitas," katanya.

Menurut AAD, menjaga kelembapan kulit dengan pelembap tanpa pewangi merupakan salah satu langkah utama untuk membantu mengurangi gejala eksim selama kehamilan.

Dokter juga dapat mempertimbangkan obat tertentu jika diperlukan karena tidak semua terapi eksim harus dihentikan saat hamil.

Psoriasis saat hamil justru bisa membaik

Berbeda dengan eksim, psoriasis pada sebagian perempuan justru mengalami perbaikan selama kehamilan.

Meski demikian, kondisi setiap Bunda bisa berbeda. Menurut AAD, sebagian perempuan mengalami perbaikan gejala selama kehamilan, sementara yang lain tetap mengalami kekambuhan atau tidak mengalami perubahan.

Jika membutuhkan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan pilihan terapi yang paling aman untuk ibu dan janin.

Bunda juga sebaiknya tidak menghentikan atau mengganti obat psoriasis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kapan ibu hamil perlu segera ke dokter?

Ibu hamil dapat segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami masalah kulit seperti di bawah ini:

  • Ruam menyebar dengan cepat
  • Muncul lepuh
  • Terasa sangat gatal hingga mengganggu tidur
  • Disertai demam
  • Terdapat tanda infeksi seperti nanah atau nyeri hebat.

Murase juga mengingatkan bahwa tidak semua ruam saat hamil merupakan jerawat, eksim, atau psoriasis. Ada beberapa penyakit kulit khusus kehamilan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak terlewat.

Banyak obat maupun krim kulit yang dijual bebas belum tentu aman digunakan selama kehamilan. Karena itu, Bunda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat jerawat, krim kortikosteroid, antibiotik, maupun obat lainnya.

Penanganan yang tepat tidak hanya membantu mengurangi keluhan, tetapi juga menjaga kesehatan Bunda dan janin selama kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Catat Bun, Ini 7 Karakter Orang yang Senang Mengakses Berita Menurut Psikolog

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Desa Paling Bahagia di Dunia, Destinasi Ternyaman untuk Liburan

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang EQ Rendah dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Ayam Bakar yang Enak dan Meresap, Bumbunya Nendang sampai ke Dalam

Mom's Life Amira Salsabila

5 Fakta dan Mitos Seputar Mastitis, Peradangan di Payudara yang Bisa Ganggu Proses Menyusui

Menyusui Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Catat Bun, Ini 7 Karakter Orang yang Senang Mengakses Berita Menurut Psikolog

5 Desa Paling Bahagia di Dunia, Destinasi Ternyaman untuk Liburan

Jangan Sembarangan Bun, Ini Cara Aman & Efektif Atasi Wajah Berjerawat saat Hamil

Pilihan Bunda Awards Kembali Hadir, Saatnya Bunda Vote dan Bawa Pulang Hadiah!

5 Fakta dan Mitos Seputar Mastitis, Peradangan di Payudara yang Bisa Ganggu Proses Menyusui

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK