KEHAMILAN
13 Jawaban Santun tapi Tegas bila Ditanya Mengapa Belum Punya Anak
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 04 Aug 2026 07:30 WIBBunda mungkin pernah merasa kurang nyaman ketika ada yang bertanya, "Kapan punya anak?" atau "Mengapa belum punya anak?". Meski sering dianggap sebagai basa-basi, pertanyaan tersebut bisa terasa sangat sensitif untuk sebagian orang.
Jika Bunda mengalaminya, ada beberapa pilihan jawaban yang santun tetapi tetap tegas untuk menjaga batasan tanpa harus menyinggung perasaan lawan bicara.
Setiap pasangan suami istri (pasutri) memiliki perjalanan yang berbeda dalam membangun keluarga. Ada yang memang belum berencana memiliki anak, sedang fokus membangun karier, menjalani program hamil (promil), mengalami infertilitas, pernah mengalami keguguran, atau memiliki alasan pribadi yang tidak ingin dibagikan kepada orang lain.
Melansir TIME, para psikolog mengingatkan bahwa keputusan untuk memiliki anak merupakan ranah pribadi. Karena itu, setiap orang berhak menentukan apakah ingin membicarakannya atau memilih menyimpannya sebagai urusan pribadi.
Mengapa pertanyaan tentang anak bisa terasa sensitif?
Menurut Shula Melamed, behavioral health coach di Headspace yang diwawancarai TIME, setelah seseorang menikah, lingkungan sekitar sering kali menganggap bahwa tahap berikutnya yang harus dijalani adalah memiliki anak.
Padahal, pertanyaan tersebut menyangkut kehidupan reproduksi, kondisi kesehatan, hingga pilihan hidup seseorang. Kita juga tidak pernah mengetahui apakah seseorang sedang menjalani program hamil, menghadapi infertilitas, pernah mengalami keguguran, atau memang memilih untuk tidak memiliki anak.
Melamed mengingatkan bahwa pertanyaan tentang memiliki anak menyentuh ranah yang sangat pribadi. Bahkan, menurutnya, tidak ada yang lebih pribadi dari itu.
"Pertanyaan-pertanyaan itu tentang kehidupan intimmu, pertanyaan-pertanyaan tentang tubuhmu sendiri. Menariknya, hal itu masih belum dianggap tabu, karena tidak ada yang lebih pribadi dari itu," ujar Melamed.
Penelitian juga menunjukkan bahwa infertilitas dapat memberikan dampak psikologis yang besar. Pedoman dari European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) menyebutkan bahwa pasangan yang mengalami infertilitas lebih berisiko mengalami stres emosional, kecemasan, hingga depresi. Karena itu, dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam penanganan infertilitas.
13 Jawaban santun tapi tegas saat ditanya kenapa belum punya anak
Menurut Melamed, kebanyakan orang yang menanyakan, "Mengapa belum punya anak?" sebenarnya tidak berniat menyakiti. Mereka mungkin merasa penasaran atau ikut berbahagia dengan perjalanan hidup orang lain. Namun, niat baik tidak selalu membuat pertanyaan tersebut menjadi pantas.
Keputusan memiliki anak merupakan ranah pribadi sehingga seseorang tidak berkewajiban menjelaskan alasannya kepada siapa pun.
Berikut beberapa pilihan jawaban yang tetap santun sekaligus membantu menjaga batasan pribadi.
1. "Terima kasih sudah peduli. Kalau nanti ada kabar baik, pasti saya cerita"
Jawaban ini menunjukkan apresiasi tanpa harus membuka informasi pribadi yang belum ingin dibagikan.
2. "Saat ini kami sedang menjalani rencana yang terbaik untuk keluarga kami"
Kalimat ini menegaskan bahwa setiap pasangan memiliki pertimbangannya masing-masing tanpa perlu menjelaskannya lebih jauh.
3. "Itu pertanyaan yang cukup pribadi, jadi saya memilih untuk tidak membahasnya"
Jika Bunda dan Ayah merasa tidak nyaman dengan pertanyaan soal anak, tidak ada salahnya menyampaikan batasan dengan sopan.
4. "Setiap keluarga punya waktunya sendiri"
Jawaban ini terdengar tegas sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan hidup setiap orang tidak selalu sama.
5. "Kami ingin menjalaninya saat kami benar-benar siap"
Kalimat tersebut dapat mengalihkan percakapan tanpa menimbulkan kesan defensif.
6. "Doakan saja yang terbaik untuk kami"
Pilihan jawaban ini cukup umum digunakan dan dapat mengakhiri percakapan dengan suasana yang tetap hangat.
7. "Saat ini kami sedang menikmati fase kehidupan kami"
Jawaban ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mengikuti ekspektasi orang lain.
8. "Kalau boleh tahu, kenapa pertanyaan itu penting buat Anda?"
Menurut psikolog perinatal Suzanne Mungalez, pertanyaan balik yang disampaikan dengan tenang dapat membantu memahami maksud lawan bicara sekaligus membuat mereka menyadari bahwa topik tersebut cukup pribadi.
9. "Masih banyak hal yang sedang kami pertimbangkan"
Tidak semua keputusan tentang memiliki anak ditentukan oleh satu faktor saja. Jawaban ini cukup untuk menjaga privasi.
10. "Terima kasih atas perhatiannya, tapi kami belum ingin membahasnya"
Kalimat ini tetap menghargai lawan bicara tanpa membuka ruang untuk pertanyaan lanjutan.
11. "Kami punya alasan pribadi, dan untuk saat ini cukup kami saja yang mengetahuinya"
Setiap orang berhak menentukan informasi pribadi yang ingin dibagikan. Bunda juga tidak berkewajiban membicarakan rencana memiliki anak apabila memang belum ingin membahasnya.
12. "Semoga ketika waktunya tepat, semuanya berjalan baik"
Jawaban ini dapat mengakhiri percakapan tanpa perlu menjelaskan kondisi sebenarnya.
13. "Boleh kita ganti topik pembicaraan?"
Apabila pertanyaan terus berulang dan mulai terasa mengganggu, mengalihkan pembicaraan merupakan cara yang tetap sopan untuk menjaga batasan.
Bolehkah menolak menjawab pertanyaan seperti ini?
Tentu saja boleh, Bunda. Menurut para psikolog, menetapkan batasan (boundaries) merupakan bagian dari komunikasi yang sehat. Seseorang tidak berkewajiban menjelaskan kondisi kesehatan reproduksi, rencana memiliki anak, maupun alasan pribadi kepada orang lain apabila memang tidak ingin membahasnya.
Menyampaikan batasan bukan berarti bersikap tidak sopan. Justru, komunikasi yang baik dapat dilakukan dengan tetap menghargai lawan bicara sekaligus menjaga kenyamanan diri sendiri.
Pada akhirnya, setiap pasutri memiliki perjalanan yang berbeda dalam membangun keluarga. Karena itu, daripada menanyakan kapan seseorang akan memiliki anak, bentuk perhatian yang lebih bermakna adalah memberikan dukungan dan menghormati privasi mereka.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)