KEHAMILAN
Cegah Postpartum Depression Sejak Masa Kehamilan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 13 Aug 2026 21:35 WIBPostpartum depression atau depresi pasca persalinan merupakan jenis depresi yang terjadi setelah melahirkan, Bunda. Istilah ini mulai mendapat perhatian seiring dengan meningkatnya kepedulian publik tentang kesehatan mental.
Menurut ulasan di jurnal Cureus tahun 2022, depresi pasca persalinan memiliki dampak negatif yang signifikan pada perkembangan emosional, mental, dan intelektual anak bila tidak diobati. Tak hanya itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang.
Dalam Eastern Mediterranean Health Journal tahun 2018 yang dipublikasikan di laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), postpartum depression meningkatkan risiko perempuan mengalami depresi dan masalah kesehatan mental serta fisik lainnya di kemudian hari. Perempuan dengan kondisi ini perlu diidentifikasi, diberikan dukungan, serta mendapat intervensi yang tepat untuk menghindari masalah kesehatan.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), depresi pasca persalinan biasanya dimulai dalam tiga minggu pertama setelah melahirkan. Namun, gejala sudah bisa mulai muncul jauh sebelum atau setelah itu.
"Gejala apa pun yang mungkin muncul setelah melahirkan dapat dimulai sejak kehamilan," kata psikolog klinis Dr. Shoshana Bennett, dilansir Parents.
Meskipun tidak ada penyebab tunggal untuk kondisi ini, para ahli percaya bahwa penurunan tajam hormon estrogen dan progesteron setelah melahirkan mungkin menjadi penyebabnya.
Mencegah postpartum depression sejak masa kehamilan
Postpartum depression dapat dicegah sejak masa kehamilan, Bunda. Bennett menekankan pentingnya bekerja sama dengan praktisi yang berspesialisasi dalam kesehatan mental ibu, seperti penyedia layanan perawatan kehamilan.
Salah satu cara terbaik mencegah kondisi ini adalah menjaga kesehatan mental selama kehamilan. Pasalnya, beberapa perempuan bisa mengalami depresi atau kecemasan untuk pertama kalinya saat hamil.
Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa cara mencegah postpartum depression sejak masa kehamilan:
1. Cobalah membuat sebuah rutinitas yang positif
Selama hamil, Bunda dapat membuat sebuah rutinitas sederhana dan fleksibel untuk mempertahankan atau meningkatkan suasana hati. Ini bias berupa menuliskan jadwal harian dan meletakkannya di suatu tempat yang mudah dilihat.
Untuk membantu mengisi jadwal, Bunda dapat terlebih dahulu membuat daftar aktivitas mental, fisik, dan sosial untuk dipilih. Kemudian, jika memungkinkan, tambahkan campuran aktivitas ini setiap hari, karena ini dapat bermanfaat bagi orang dewasa, anak-anak, dan bayi.
2. Menciptakan pikiran yang sehat
Untuk membantu mengelola dan mengurangi suasana hati yang buruk atau kecemasan, Bunda juga perlu menciptakan pikiran dan tubuh yang sehat. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Cobalah untuk menangkap pikiran-pikiran spesifik yang mungkin membuat Bunda merasa sedih. Perhatikan apa yang terlintas di benak saat merasa cemas atau kesal.
- Periksa apakah pikiran-pikiran ini memang akurat, sehat, dan penuh welas asih bagi diri sendiri.
Jika tidak, cobalah mengganti pikiran-pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih akurat, sehat, dan penuh welas asih. - Cobalah untuk mengingatkan diri sendiri untuk melakukan ini setiap kali menyadari bahwa Bunda memiliki pikiran-pikiran tersebut.
3. Fokuslah pada informasi yang dapat Bunda percayai
Arus berita dan media sosial yang terus-menerus dapat membuat kita semua merasa sedikit kewalahan. Kelebihan informasi ini berpotensi menyebabkan calon ibu mengalami kekhawatiran dan kecemasan tambahan.
Jika merasa kewalahan, cobalah untuk hanya mengakses informasi yang Bunda dan keluarga butuhkan agar tetap mendapat informasi terkini. Ini bisa berupa menetapkan waktu tertentu untuk online guna mencari informasi, atau hanya menonton program berita tertentu. Akan lebih baik juga jika Bunda hanya mengakses informasi dari sumber yang terpercaya.
4. Tidak apa-apa untuk meminta bantuan dan dukungan
Ada kalanya dalam hidup kita semua membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang lain. Jika Bunda membutuhkan bantuan terkait kesehatan mental, cobalah untuk tidak khawatir atau takut meminta dukungan dari teman, keluarga, atau profesional.
Carilah tempat yang tepat di mana Bunda bisa mengungkapkan perasaan dan mendapatkan dukungan. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kesulitan, karena itu tidak hanya penting bagi kita, tetapi juga penting bagi keluarga.
5. Menciptakan tubuh yang sehat selama hamil
Selain menjaga pikiran tetap positif, Bunda juga perlu menciptakan tubuh yang sehat selama kehamilan. Berikut beberapa cara untuk menjaga kondisi fisik saat hamil untuk mencegah depresi pasca persalinan:
- Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
- Cobalah untuk tetap aktif karena olahraga teratur selama kehamilan membantu meningkatkan suasana hati dan memperbaiki kualitas tidur.
- Bunda juga dapat mengikuti kelas yoga prenatal untuk mengatasi keluhan fisik dan mempersiapkan proses persalinan.
Demikian cara untuk mencegah postpartum depression sejak masa kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression, Jangan Sampai Keliru Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Postpartum Depression: Ciri Gejala, Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengobatinya
Benarkah Tidur Berkualitas Jadi Cara Paling Jitu Cegah Depresi Pasca Melahirkan?
Postpartum Psikosis, Kondisi Berbahaya Pasca Persalinan yang Tak Boleh Disepelekan
Memahami Depresi Postpartum Ibu yang Kubur Bayinya Hidup-hidup
TERPOPULER
Viral Sherina Kecil Ingin Bangun Sekolah Gratis, Ini Potret Menggemaskan Sang Artis saat Masih Anak-anak
Viral! Penulis Taylor Cox Tampil Nyentrik dengan Breast Pump Bertabur Kristal
Bukan Sekadar Hari Libur, Frisian Flag #TanggalMerahUntukIbu di Bandung Ajak Keluarga Beri Waktu Istimewa untuk Ibu
Selain Terapi, 7 Cara Stimulasi Anak dengan Speech Delay di Rumah
Tak Suka Basa-basi? 12 Kalimat Ini Bisa Dipakai untuk Akhiri Percakapan dengan Sopan
REKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Viral Sherina Kecil Ingin Bangun Sekolah Gratis, Ini Potret Menggemaskan Sang Artis saat Masih Anak-anak
Viral! Penulis Taylor Cox Tampil Nyentrik dengan Breast Pump Bertabur Kristal
Bukan Sekadar Hari Libur, Frisian Flag #TanggalMerahUntukIbu di Bandung Ajak Keluarga Beri Waktu Istimewa untuk Ibu
Selain Terapi, 7 Cara Stimulasi Anak dengan Speech Delay di Rumah
Bunda Ini Bingung Gejala Postpartum Tak Berakhir, Ternyata Alami Kondisi Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cari High Chair Anak yang Awet? Ini Solusinya
-
Beautynesia
Cuci Muka Sebelum atau Sesudah Olahraga? Ini Kata Dermatolog
-
Female Daily
60 Tahun Sulwhasoo dan Ginseng: Merayakan Beauty yang Terbentuk Seiring Waktu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tes Kepribadian: Hewan yang Pertama Dilihat Ungkap Sifat Aslimu
-
Mommies Daily
Inspiring Mom: Stephanie, Pecinta Buku yang Berhasil Menularkan Hobi Baca pada Anak