kehamilan
Ternyata Ayah juga Bisa Alami Depresi Postpartum Paternal lho, Kenali Gejalanya Bun
HaiBunda
Kamis, 29 Jan 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
Depresi postpartum sering kali dikaitkan dengan perempuan setelah melahirkan. Padahal, kenyataannya Ayah juga bisa mengalami kondisi yang dikenal dengan paternal postpartum depression atau depresi postpartum paternal.
Ayah seringnya tak menyadarinya, padahal kondisi tersebut dapat mempengaruhi hubungannya dengan keluarga serta tumbuh kembang anak jika tak segera ditangani. Yuk, kenalinya gejalanya Bunda.
Apa itu depresi postpartum pada Ayah?
Depresi postpartum paternal atau depresi pasca melahirkan pada ayah adalah kondisi yang ditandai dengan hilangnya rasa senang atau berkurangnya minat dalam melakukan aktivitas. Seseorang dengan depresi pascamelahirkan bisa mengalami kelelahan terus-menerus.
Menurut psikolog Adam Borland, PsyD, depresi pasca persalinan pada ayah cukup umum terjadi. Dalam laporan yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa 10 persen pria di dunia sudah menunjukkan tanda mengalami depresi di trimester awal kehamilan istrinya sampai enam bulan setelah anaknya lahir.
Angka tersebut melonjak menjadi 26 persen selama tiga hingga enam bulan setelah bayi lahir.
"Angka itu lebih dari dua kali tingkat depresi yang biasanya ditemukan pada pria," kata profesor psikologi di Old Dominion University, Virginia, James F. Paulson, dikutip dari laman Parents.
Studi ini meneliti 43 penelitian yang melibatkan lebih dari 28.000 ayah di seluruh dunia. Hasil studi menemukan banyak kasus depresi postpartum yang dialami pria.
"Fakta bahwa begitu banyak calon ayah dan ayah baru mengalami depresi pasca melahirkan membuatnya menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Masalah ini juga sebagian besar diabaikan oleh dokter dan penyedia kesehatan mental," ujar Paulson.
Sedangkan ulasan di Mental Health in Family Medicine tahun 2011, mengungkap bahwa para ayah mengalami ketakutan, kebingungan, kemarahan, dan rasa khawatir terhadap istrinya. Ayah juga merasa tidak memiliki kendali dan tak mampu membantu mengatasi masalah yang dialami istrinya.
Alasan Ayah bisa mengalami depresi postpartum
Dr. Borland menjelaskan depresi postpartum pada ayah sebagian bersifat biologis dan sebagian lagi karena perubahan dinamika hubungan setelah melahirkan. Depresi pasca persalinan pada ayah bukanlah tanda bahwa ia tidak mencintai bayibta atau pasangannya. Atau kehidupan baru yang sedang dibangun.
Ini tentang bagaimana tubuh dan pikiran bereaksi terhadap beberapa bulan pertama setelah membawa pulang bayi. Hari-hari awal itu bisa kacau, tidak stabil, dan penuh tekanan. Dan itu dapat memicu episode depresi.
"Ketika Anda menjadi orang tua, hidup Anda berubah dalam sekejap," kata Dr. Borland berempati melansir ClevelandClinic.
Bahkan, lanjut Dr Borland, orang tua yang paling berdedikasi mengalami depresi pascapersalinan. Ini bukan cerminan diri Ayah sebagai orang tua atau sebagai pribadi. "Itu tidak berarti Anda adalah ‘ayah yang buruk.’ Dan itu tidak berarti Anda akan merasa seperti ini selamanya.”
Ketika bayi hadir dalam kehidupan, hal itu dapat menyebabkan perubahan hormon pria. Ada bukti bahwa testosteron menurun setelah kelahiran anak. Para peneliti berteori bahwa itu bisa menjadi perubahan evolusioner yang membantu ayah menjalin ikatan dan merawat bayi mereka. Tetapi testosteron rendah dapat memiliki banyak gejala yang sama dengan depresi.
“Kita tahu banyak tentang bagaimana hormon perempuan berubah selama dan setelah kehamilan. Tetapi pria juga mengalami perubahan kadar hormon setelah seorang anak lahir,” tambahnya. Dan itu lebih dari sekadar hormon.
Membawa pulang bayi dapat mengubah segalanya. Termasuk dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, memicu peningkatan kecemasan, stres, dan, ya, depresi pascapersalinan pada pria.
Pertimbangkan penyebab potensial ini:
- Merasa tersisih: Ibu cenderung cepat menjalin ikatan dengan bayi. Ayah mungkin membutuhkan lebih banyak waktu. Itu normal. Tetapi itu dapat membuat ayah merasa tidak nyaman dan tidak yakin dengan peran barunya.
- Tekanan sebagai pencari nafkah: Sebagai ayah baru mungkin merasakan tekanan yang kuat untuk menyediakan kebutuhan keluarga yang sedang berkembang. Itu dapat meningkatkan stres seputar keuangan dan karier.
- Rasa bersalah: Ada ekspektasi budaya bahwa ayah baru harus sangat bahagia. Jika ayah belum merasakannya, tidak apa-apa. Tetapi itu dapat membuatnya merasa bersalah atau seperti "melakukannya dengan salah."
- Kurang tidur: Tidak mengherankan jika sebagian besar orang tua baru tidak mendapatkan cukup tidur. Dan malam-malam tanpa tidur itu dapat berdampak besar pada kesehatan mental.
- Riwayat medis: Pria yang memiliki riwayat depresi mungkin berisiko lebih tinggi mengalami PPD. Begitu juga ayah baru yang pasangannya juga memiliki gejala depresi pasca persalinan.
Gejala depresi postpartum pada Ayah
Gejala depresi pada Ayah bisa berbeda dari tanda klasik depresi pada ibu. Beberapa gejala yang sering muncul pada ayah yang mengalami depresi postpartum antara lain:
- Merasa frustrasi, putus asa, atau sinis.
- Kehilangan minat pada pekerjaan atau aktivitas favorit.
- Bekerja lembur.
- Menjauhkan diri atau menarik diri dari keluarga dan teman.
- Merasa sedih, putus asa, atau kewalahan.
- Memiliki energi rendah, merasa lelah, atau kesulitan berkonsentrasi.
- Depresi berat dapat menyebabkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
- Rasa bersalah, merasa tidak mampu jadi ayah yang baik.
Beberapa Ayah ada yang melaporkan kesulitan berinteraksi dengan bayi, merasa kewalahan merawat bayi, atau mengalami kecemasan yang signifikan menambah tekanan emosional.
Mengelola depresi postpartum pada Ayah
Depresi pasca persalinan pada pria itu nyata, tetapi Ayah dapat merasa lebih baik dengan pengobatan, terapi, dan perawatan diri.
Jika Ayah memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, segera cari pengobatan. Jika gejala kurang parah, menghubungi penyedia layanan kesehatan, seperti dokter perawatan primer atau spesialis kesehatan mental, agar dapat membuat perbedaan besar.
"Pria sering diajarkan bahwa mencari dukungan untuk kesehatan mental mereka adalah tanda kelemahan. Tetapi itu tidak benar. Dan jika Anda hidup dengan depresi pasca persalinan pada pria, itu adalah langkah terbaik yang dapat Anda ambil untuk merawat diri sendiri dan keluarga Anda dengan sebaik-baiknya,” kata Dr. Borland.
Untuk menjaga suasana hati yang positif saat berada di tengah-tengah peran sebagai Ayah baru, Dr. Borland merekomendasikan untuk juga fokus pada dasar-dasar perawatan diri (sebisa mungkin dengan bayi di samping):
- Makan dengan baik.
- Berolahraga.
- Istirahat.
- Hindari minum alkohol, berjudi, dan perilaku berisiko lainnya.
- Bicarakan perasaan, baik dengan pasangan, orang tua, saudara kandung, atau teman (atau siapa pun yang mau mendengarkan tanpa menghakimi).
Menyesuaikan diri dengan bayi baru membutuhkan waktu. Wajar jika suasana hati berubah-ubah selama proses tersebut. Tetapi jika gejala berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, jangan ragu untuk meminta bantuan.
"Menjadi ayah adalah pekerjaan baru yang besar, dengan jam kerja yang panjang dan tanpa bayaran, dan Anda pantas mendapatkan dukungan. Meminta bantuan bukan berarti Anda tidak berdaya. Itu berarti Anda melakukan apa yang perlu Anda lakukan agar Anda bisa menjadi pria terbaik, dan ayah terbaik, yang Anda bisa," kata Dr Borland.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Bun, Ayah juga Bisa Alami Depresi Postpartum!
Kehamilan
Cerita Jennifer Lawrence saat Hamil 5 Bulan, Berat Perankan Ibu dengan Depresi Postpartum
Kehamilan
Ayah di China Ini Alami Depresi Postpartum Setelah Berhenti Kerja demi Mengasuh Bayi
Kehamilan
Depresi Postpartum: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya & Bedanya dengan Postpartum Blues
Kehamilan
Jangan Tertukar Bunda, Ini Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tak cuma Bunda, Ayah Ternyata juga Bisa Alami Pregnancy Brain Lho
Ayah di China Ini Alami Depresi Postpartum Setelah Berhenti Kerja demi Mengasuh Bayi
Kisah Bunda Alami Depresi Postpartum setelah Melewati Kehamilan yang Sulit dan Menyakitkan