KEHAMILAN
Mengenal Blastula, Tahap Krusial Awal Perkembangan Janin
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Rabu, 19 Aug 2026 11:05 WIBBunda mungkin sering mendengar istilah zigot, morula, blastula, atau blastokista ketika membaca tentang proses awal kehamilan. Tapi sebenarnya, apa bedanya dan kapan tahapan tersebut terjadi?
Perjalanan kehamilan memang dimulai dari sesuatu yang sangat kecil. Setelah sperma membuahi sel telur, terbentuklah zigot yang kemudian terus membelah dan berkembang. Dari sinilah embrio melewati beberapa tahapan penting hingga akhirnya siap menempel di dinding rahim.
Salah satu tahap yang tidak kalah penting adalah blastula. Pada manusia, tahap ini umumnya dibahas sebagai blastokista (blastocyst), yaitu struktur embrio yang sudah memiliki rongga serta kelompok sel dengan fungsi yang berbeda.
Mengenal apa itu blastula
Blastula adalah tahap perkembangan embrio setelah serangkaian pembelahan sel dari zigot. Pada tahap ini, sel-sel embrio mulai tersusun membentuk struktur berongga.
Pada manusia, bentuk blastula dikenal sebagai blastokista. Penelitian yang dipublikasikan dalam National library of medicine mengenai perkembangan embrio manusia menunjukkan bahwa blastokista terbentuk sekitar hari ke-5 hingga ke-6 setelah pembuahan. Struktur ini memiliki rongga berisi cairan yang disebut blastocoel atau blastosol, lapisan sel luar yang disebut trophectoderm, serta kelompok sel di bagian dalam yang disebut inner cell mass (ICM).
Menurut tinjauan ilmiah mengenai perkembangan embrio manusia, sebelum menjadi blastokista, embrio terlebih dahulu mengalami pemadatan atau compaction dan membentuk morula sekitar hari ke-3 hingga ke-4. Selanjutnya, rongga blastokista mulai terbentuk pada sekitar hari ke-5 hingga ke-6.
Jadi, meski sering disebut sebagai bagian dari awal perkembangan janin, Bunda perlu memahami bahwa pada tahap blastokista embrio belum berbentuk seperti janin. Ini masih merupakan tahap perkembangan embrio yang sangat awal.
Tahapan terbentuknya blastula
Sebelum sampai pada tahap blastokista, embrio harus melewati beberapa proses terlebih dahulu.
1. Pembuahan
Semuanya bermula dari pembuahan, yaitu ketika sperma dan sel telur menyatu dan menghasilkan zigot. Zigot merupakan sel tunggal yang membawa materi genetik dari kedua orang tua. Setelah terbentuk, zigot mulai melakukan pembelahan dan berkembang menjadi embrio multiseluler. Dalam sistem perkembangan manusia yang dikenal sebagai Carnegie stages, pembuahan merupakan tahap pertama perkembangan embrio manusia.
2. Pembelahan sel (cleavage)
Setelah pembuahan, zigot mengalami pembelahan sel berulang yang disebut cleavage. Sel-sel hasil pembelahan ini disebut blastomer. Jumlah sel semakin banyak, sementara ukuran keseluruhan embrio pada tahap awal relatif tetap karena sel-sel yang terbentuk menjadi semakin kecil. Menurut kajian perkembangan embrio manusia, pembelahan ini berlangsung sebelum embrio mengalami pemadatan dan memasuki tahap morula.
3. Morula
Setelah beberapa kali pembelahan, sel-sel embrio mulai berkumpul dengan lebih rapat dan membentuk morula.
Morula merupakan kumpulan sel yang tampak seperti bola padat. Penelitian yang dipublikasikan dalam National library of medicine mengenai perkembangan embrio manusia menunjukkan bahwa proses compaction atau pemadatan morula terjadi sekitar hari ke-3 hingga ke-4 setelah pembuahan.
Tahap ini menjadi penting karena selanjutnya embrio mulai mengalami perubahan bentuk yang mengarah pada pembentukan blastokista.
4. Blastulasi
Setelah morula terbentuk, mulai muncul rongga berisi cairan di dalam kumpulan sel. Proses pembentukan rongga dan perubahan struktur inilah yang berkaitan dengan blastulasi.
Pada manusia, hasil tahap ini disebut blastokista. Penelitian menunjukkan bahwa blastokista manusia memiliki tiga komponen perkembangan utama, yaitu inner cell mass (ICM), trophectoderm, dan blastocoel.
Setelah berkembang, blastokista akan keluar atau hatching dari lapisan pelindung bernama zona pellucida. Tahap tersebut kemudian memungkinkan blastokista berinteraksi dengan lapisan rahim dan memulai proses implantasi.
Struktur penting dalam blastula
Blastokista bukan sekadar kumpulan sel yang membentuk bola. Di dalamnya sudah terdapat bagian-bagian yang memiliki fungsi berbeda.
1. Blastoderm
Blastoderm merupakan lapisan sel yang terbentuk selama perkembangan awal embrio Pada manusia, istilah yang lebih sering digunakan pada tahap blastokista adalah trophectoderm dan inner cell mass untuk menggambarkan dua kelompok sel utama yang mulai memiliki fungsi berbeda.
2. Blastosol
Blastosol atau blastocoel adalah rongga yang berisi cairan di dalam blastokista. Kemunculan rongga ini menjadi salah satu perubahan penting yang membedakan blastokista dari morula yang sebelumnya berupa kumpulan sel yang lebih padat. Kajian mengenai perkembangan embrio manusia menunjukkan bahwa pembentukan blastocoel terjadi bersamaan dengan perubahan susunan sel bagian luar dan dalam embrio.
3. Trofoektoderm atau Trofoblas
Bagian luar blastokista disebut trophectoderm. Sel-sel ini kemudian berkembang menjadi garis keturunan trofoblas yang berperan penting dalam pembentukan plasenta.
Penelitian yang dipubliaksikan dalam National Library of Medicine mengenai implantasi manusia menunjukkan bahwa trophectoderm merupakan lapisan luar blastokista yang berinteraksi dengan jaringan rahim saat proses implantasi berlangsung. Sel-sel dari garis keturunan ini kemudian berkontribusi terhadap jaringan plasenta.
4. Massa sel dalam (inner cell mass/embrioblas)
Di bagian dalam blastokista terdapat inner cell mass (ICM) atau embrioblas. Bagian ini sangat penting karena sel-selnya kemudian berkembang menjadi epiblas dan hipoblas. Epiblas selanjutnya berkontribusi terhadap pembentukan embrio, sedangkan hipoblas berkontribusi terhadap jaringan ekstraembrionik seperti kantung kuning telur. Dengan kata lain, pada tahap blastokista, sel-sel embrio mulai mengambil jalur perkembangan yang berbeda.
Fungsi dan peran blastula dalam perkembangan embrio
Tahap blastula atau blastokista penting karena menjadi masa ketika embrio mulai memiliki struktur yang lebih terorganisasi.
Pada tahap ini, terjadi pemisahan kelompok sel yang nantinya memiliki fungsi berbeda. Inner cell mass berperan dalam pembentukan embrio, sementara trophectoderm berperan dalam jaringan pendukung kehamilan, termasuk plasenta.
Blastokista juga harus mampu melakukan proses implantasi agar kehamilan dapat berlanjut. Setelah keluar dari zona pellucida, blastokista berinteraksi dengan endometrium atau lapisan rahim.
Tinjauan penelitian tentang implantasi manusia menjelaskan bahwa proses tersebut melibatkan komunikasi dua arah antara embrio dan jaringan rahim. Gangguan pada proses implantasi dapat berpengaruh terhadap keberlanjutan kehamilan.
Peran blastulasi dalam kesehatan reproduksi
Tahap blastokista juga menjadi perhatian penting dalam teknologi reproduksi berbantu, khususnya in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung.
Dalam IVF, embrio dapat dikembangkan di laboratorium hingga mencapai tahap blastokista sebelum ditransfer ke rahim. Tahap perkembangan embrio tersebut kemudian dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan embrio yang akan ditransfer.
Sebuah penelitian oleh Gardner dan Schoolcraft yang diterbitkan dalam Current Opinion in Obstetrics and Gynecology membahas transfer embrio pada tahap blastokista dalam prosedur IVF. Penelitian tersebut melaporkan bahwa transfer blastokista dapat meningkatkan peluang implantasi dan memungkinkan transfer embrio dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan strategi transfer pada tahap perkembangan yang lebih awal.
Penelitian lain oleh Schoolcraft dan kolega yang melibatkan 174 pasien dalam dua program IVF juga mengevaluasi perkembangan serta transfer blastokista. Dalam penelitian tersebut, rata-rata perkembangan blastokista adalah 48 persen, sedangkan angka implantasi yang dilaporkan mencapai 48 persen per blastokista yang ditransfer. Namun, hasil penelitian ini merupakan data dari kelompok dan konteks klinis tertentu sehingga tidak bisa dianggap sebagai peluang keberhasilan yang berlaku untuk setiap pasien.
Penelitian Gardner dan kolega yang diterbitkan sebelumnya juga membandingkan transfer blastokista hari ke-5 dengan transfer embrio pada hari ke-3 dan melaporkan adanya peningkatan angka implantasi pada kelompok transfer blastokista.
Meski begitu, Bunda perlu tahu bahwa kualitas atau perkembangan blastokista bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan kehamilan. Kondisi rahim, usia, kualitas sel telur dan sperma, faktor kromosom embrio, serta berbagai faktor lainnya juga dapat memengaruhi keberhasilan implantasi dan kehamilan.
Jadi, ketika Bunda menemukan istilah blastula adalah tahap awal perkembangan embrio, sebenarnya istilah tersebut menggambarkan salah satu fase penting ketika embrio mulai mengalami perubahan struktur dan pembagian fungsi sel.
Walaupun ukurannya masih sangat kecil dan belum menyerupai bayi, proses yang terjadi pada tahap ini menjadi dasar bagi perkembangan embrio pada tahap-tahap berikutnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tahap Perkembangan Embrio: Fase Morula hingga Organogenesis
Bisakah Bunda Cepat Hamil Setelah Menstruasi?
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
Dikta Resmi Menikah dengan Rachel Cia, Pernikahan Digelar Tertutup
Cara Mengenali Orang yang Pura-pura Baik, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini
Atalia Praratya Tulis Ucapan Manis untuk Sang Putri Tercinta di Hari Ultah, Intip Momennya
Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya
Mengenal Blastula, Tahap Krusial Awal Perkembangan Janin
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang Punya Kemampuan Berpikir Kritis dari Kalimatnya saat Ngobrol
5 Drakor yang Lagi Happening, Wajib Masuk Watchlist!
Dikta Resmi Menikah dengan Rachel Cia, Pernikahan Digelar Tertutup
Cara Mengenali Orang yang Pura-pura Baik, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini
Mengenal Blastula, Tahap Krusial Awal Perkembangan Janin
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tren Workshirt Nggak Cuma Buat Cowok, Ini Versi Wanita yang Wajib Kamu Lirik
-
Beautynesia
Manfaat Menggunakan Daun Sirih untuk Rambut
-
Female Daily
Jennie Tampil di Summer Sonic Tokyo Pakai Custom Calvin Klein, Denim Look-nya Bikin Salfok!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pengakuan Idol yang Oplas Sejak Usia 12 Tahun, Total Habiskan Rp 671 Juta
-
Mommies Daily
8 Kursus Coding untuk Anak Terbaik di Indonesia, Online dan Offline