KEHAMILAN
Ibu Hamil Disarankan Dapat 3 Vaksin untuk Lindungi Bayi dari Penyakit Serius Menurut Pakar
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 25 Sep 2026 11:13 WIBVaksinasi saat hamil dapat memberikan perlindungan ganda bagi ibu dan janin dari risiko infeksi penyakit berpotensi berat. Selain memperkuat sistem kekebalan tubuh, pemberian vaksin juga memungkinkan transfer antibodi alami kepada janin melalui plasenta, Bunda.
Ada beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan untuk ibu hamil. Empat organisasi dokter terkemuka baru-baru ini mengeluarkan rekomendasi tiga vaksin bagi mereka yang hamil atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Empat organisasi ini adalah American Academy of Family Physicians (AAFP), American Academy of Pediatrics (AAP), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dan Infectious Diseases Society of America (IDSA).
Dilansir laman American Medical Association (AMA), rekomendasi tersebut didasarkan pada proses peninjauan terstruktur berbasis bukti untuk menilai keamanan dan efektivitas vaksin pada respiratory virus season 2026-2027. Respiratory virus season merupakan periode dalam setahun ketika berbagai virus yang menyerang sistem pernapasan menyebar secara lebih luas dan lonjakan kasus infeksi meningkat secara signifikan.
Setidaknya ada tiga jenis vaksin yang direkomendasikan untuk menyambut respiratory virus season 2026-2027, yakni vaksinasi untuk COVID-19, influenza, dan respiratory syncytial virus (RSV).
"Kolaborasi ini menandakan komitmen bersama kita di bidang kedokteran klinis, sains, dan kesehatan masyarakat. Ini memastikan rekomendasi vaksin didasarkan pada bukti yang kuat dan dikembangkan melalui proses yang transparan," kata Presiden terpilih AMA, Sandra A. Fryhofer, MD.
"Para dokter membutuhkan panduan vaksin berbasis bukti yang dapat kita percayai sehingga kita dapat dengan yakin memberi nasihat kepada pasien. Pasien membutuhkan dan berhak mendapatkan rekomendasi vaksin yang jelas, kredibel, dan berdasarkan bukti ilmiah terbaik yang tersedia, sehingga mereka dapat membuat keputusan vaksin yang tepat untuk diri mereka dan keluarga," sambungnya.
Sebelumnya, para peneliti dari University of Minnesota's Center for Infectious Disease Research and Policy (CIDRAP) menelusuri PubMed, Embase, Scopus, dan Cochrane CENTRAL untuk mencari bukti terkait produk yang telah mendapatkan izin atau persetujuan untuk digunakan sebagai vaksin di Amerika.
Mereka menyertakan data dari uji coba terkontrol secara acak serta studi observasional. Studi-studi tersebut dinilai berdasarkan kualitas bukti yang dikumpulkan dan disajikan, Bunda.
Populasi yang diteliti cukup beragam, dari bayi, anak-anak, ibu hamil, tenaga medis, serta orang dengan kondisi imunodefisiensi atau kondisi penyerta. Proyek ini mencapai kesimpulan yang kuat untuk imunisasi virus pernapasan yang diteliti.
"Imunisasi terus menjadi salah satu alat terbaik kita untuk mencegah penyakit parah akibat virus pernapasan. Bukti terbaru tetap konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa imunisasi dapat mengurangi risiko rawat inap dan kematian di antara orang-orang yang paling mungkin mengalami penyakit serius," ujar Direktur Eksekutif Proyek Integritas Vaksin, Michael T. Osterholm, PhD, MPH.
Vaksin influenza
Menurut bukti yang baru yang dipublikasikan, vaksin influenza dapat mengurangi risiko penyakit parah, Bunda. Dengan meneliti selama 10 musim, para ilmuwan menemukan bahwa vaksinasi selama kehamilan bisa menurunkan risiko penyakit simtomatik pada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan sebesar 44 persen.
Sementara bila dilihat selama 8 musim, vaksinasi flu dikaitkan dengan penurunan angka kematian sebesar 80 persen di antara anak-anak berusia 6 bulan hingga 17 tahun. Vaksinasi juga dikaitkan dengan penurunan angka kematian sebesar 77 persen di antara anak-anak dengan kondisi kesehatan yang mendasari, yang dapat meningkatkan risiko penyakit parah.
Vaksin COVID-19
Terkait COVID-19, tinjauan bukti menemukan bahwa pasien yang berisiko tinggi mengalami penyakit parah, termasuk bayi, ibu hamil, dan lansia, bisa mendapatkan manfaat perlindungan dari vaksinasi. Vaksinasi selama kehamilan menurunkan risiko kunjungan ke unit gawat darurat atau perawatan darurat sebesar 58 persen.
Vaksinasi COVID-19 juga menurunkan risiko kunjungan ke rumah sakit di antara bayi yang lahir dari ibu hamil yang divaksinasi sebesar 36 persen pada tahun pertama kehidupan. Di sisi lain, anak-anak berusia antara 9 bulan dan 4 tahun mengalami penurunan kunjungan ke unit gawat darurat sebesar 76 persen setelah vaksinasi.
Vaksin RSV
Pada kasus RSV, perawatan pencegahan yang tepat sangat membantu mengurangi keparahan penyakit dan rawat inap, Bunda. Dari hasil temuan studi, mendapatkan vaksin RSV selama kehamilan bisa menurunkan risiko RSV di antara mereka yang divaksinasi sebesar 82 persen dan juga menurunkan risiko rawat inap terkait RSV di antara bayi yang lahir kemudian.
Sementara itu, imunisasi bayi dengan antibodi monoklonal nirsevimab bisa menurunkan risiko rawat inap antara 64 persen dan 93 persen dalam enam hingga 12 bulan berikutnya.
Perlu dicatat tinjauan dari studi ini tidak mengidentifikasi adanya masalah keamanan baru dari pemberian vaksinasi.
Rekomendasi vaksin untuk ibu hamil
Berikut rekomendasi pemberian vaksin influenza, COVID-19, dan RSV untuk ibu hamil menurut ACOG:
- Vaksinasi COVID-19 untuk ibu yang sedang hamil, mempertimbangkan kehamilan, ibu baru, atau menyusui.
- Vaksinasi influenza untuk ibu hamil atau ibu yang baru melahirkan.
- Vaksinasi RSV untuk kehamilan pertama yang memenuhi syarat.
Demikian penjelasan terkait rekomendasi 3 vaksin untuk ibu hamil yang direkomendasikan pakar dan badan kesehatan di Amerika. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Dampak Jika Ibu Hamil Tidak Melakukan Imunisasi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tidak Divaksin saat Hamil, Ibu Kehilangan Bayi Baru Lahir yang Meninggal karena Batuk Rejan
Negara Ini Cabut Rekomendasi Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil, Picu Perdebatan Pakar
7 Vaksin yang Direkomendasikan Sebelum, Selama & Setelah Kehamilan
Manfaat Suntik TT Ibu Hamil: Simak Waktu Pemberian, Dosis & Efek Sampingnya
TERPOPULER
Momen Olivia Zalianty dan Suami Ajak Putra Semata Wayang Ziarah ke Makam Leluhur
Sweet! Maudy Koesnaedi & Suami Belanda Recreate Foto Pernikahan 25 Tahun Lalu
150 Nama Bayi Perempuan Terinspirasi dari Warna dan Artinya
5 Doa agar Dikabulkan Keinginan, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Cara Mengenali Anak yang Kurang Kasih Sayang sejak Kecil dari Kebiasaannya
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Liner Terbaik, Rahasia Bibir Tampak Lebih Penuh dan Makin Cantik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Olivia Zalianty dan Suami Ajak Putra Semata Wayang Ziarah ke Makam Leluhur
5 Doa agar Dikabulkan Keinginan, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Ibu Hamil Disarankan Dapat 3 Vaksin untuk Lindungi Bayi dari Penyakit Serius Menurut Pakar
150 Nama Bayi Perempuan Terinspirasi dari Warna dan Artinya
Sweet! Maudy Koesnaedi & Suami Belanda Recreate Foto Pernikahan 25 Tahun Lalu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kemana-mana Bawa Tumbler, Holder Rajut Ini Bikin Nggak Ribet Lagi
-
Beautynesia
5 Aturan yang Harus Kamu Ketahui saat Datang ke Pernikahan Jepang
-
Female Daily
Apa itu Lagree? Efektifkah untuk Turunkan Berat Badan?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 25 September: Virgo Lagi Mesra, Libra Introspeksi Diri
-
Mommies Daily
7 Acara Weekend 25-27 September 2026 di Jabodetabek dan Bandung, Ada Indonesia Design Week hingga Pestapora