Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Mengenal Proses Peleburan Sel Telur dan Sel Sperma yang Membentuk Zigot

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Jumat, 25 Sep 2026 17:55 WIB

Ilustrasi sel telur dan sperma
Mengenal Proses Peleburan Sel Telur dan Sel Sperma yang Membentuk Zigot/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jian Fan
Daftar Isi
Jakarta -

Proses terjadinya kehamilan merupakan momen yang sangat menakjubkan ya, Bunda. Semua berawal dari satu langkah kecil namun sangat penting, yaitu ketika sel telur dan sel sperma saling bertemu dan menyatu. Lantas, bagaimana sebenarnya peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk apa?

Untuk memahami prosesnya, simak penjelasan mengenai fertilisasi, lokasi pembuahan, hingga perkembangan zigot yang dirangkum dari sejumlah sumber berikut: 

Sebutan proses peleburan sel telur dan sel sperma?

Mengutip laman NCBI, sebutan peleburan antara sel telur dan sel sperma disebut fertilisasi (fertilization) atau pembuahan. Proses ini terjadi ketika sperma berhasil bertemu dan menyatu dengan sel telur, sehingga materi genetik dari kedua sel bergabung dan membentuk zigot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Zigot merupakan sel tunggal yang membawa materi genetik dari kedua orang tua. Pada manusia, zigot memiliki 46 kromosom, yang terdiri dari 23 kromosom dari sel telur dan 23 kromosom dari sperma.

Ketika sel telur bertemu dengan sperma (yang disebut fertilisasi atau pembuahan), 23 kromosom dari sel telur bergabung dengan 23 kromosom dari sel sperma. Proses ini menghasilkan zigot, yaitu satu sel yang memiliki 23 pasang kromosom.

"Setelah seluruh materi genetik yang tepat tersedia, pembelahan sel secara mitosis dapat dimulai. Zigot kemudian berkembang menjadi dua sel, lalu empat sel, dan selanjutnya delapan sel,” jelas Barbara Wilkinson, MD, dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) di Brigham and Women’s Hospital sekaligus instruktur di Harvard Medical School dikutip dari laman The Bump.

Di mana peleburan sel telur dan sel sperma terjadi?

Banyak yang mengira pembuahan terjadi langsung di dalam rahim, padahal tidak demikian lho, Bunda. Proses fertilisasi umumnya terjadi di dalam saluran tuba fallopi (fallopian tube), yaitu saluran yang menghubungkan indung telur (ovarium) dengan rahim.

Saat masa subur atau ovulasi, ovarium melepas sel telur yang matang menuju tuba fallopi. Di tempat inilah sel telur menunggu kedatangan sperma untuk dibuahi. Sel telur akan menunggu di tuba fallopi selama sekitar 12 hingga 24 jam untuk dibuahi oleh sperma.

Bagaimana proses peleburan sel telur dan sel sperma hingga membentuk zigot?

Peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk zigot melalui beberapa tahapan. Proses ini melibatkan perjalanan sperma, interaksi dengan lapisan pelindung sel telur, penyatuan materi genetik, hingga terbentuknya sel baru. Mengutip laman Scienceabc dan The Bump, berikut tahapan fertilisasi yang perlu Bunda ketahui.

1. Sperma bergerak menuju sel telur

Setelah ejakulasi, sperma bergerak melalui saluran reproduksi perempuan untuk mencapai sel telur. Sel telur yang telah dilepaskan dari ovarium akan bergerak melalui tuba fallopi.

Tidak semua sperma yang masuk ke saluran reproduksi berhasil mencapai sel telur. Fertilisasi dapat terjadi apabila salah satu sperma berhasil bertemu dengan sel telur di lokasi yang sesuai.

2. Sperma menembus lapisan pelindung sel telur

Sel telur memiliki lapisan pelindung yang membantu mengatur interaksi dengan sperma. Ketika sperma mencapai sel telur, terjadi rangkaian interaksi yang memungkinkan sperma menembus lapisan tersebut. 

Proses penyatuan gamet mencakup penetrasi sperma ke sel telur, pengikatan sperma dan sel telur, peleburan keduanya, serta aktivasi zigot. Tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme fertilisasi.

3. Satu sperma berhasil menyatu dengan sel telur

Setelah salah satu sperma berhasil menyatu dengan sel telur, sel telur mengalami perubahan yang membantu mencegah sperma lain masuk. Mekanisme ini penting agar satu sel telur tidak dibuahi oleh banyak sperma dalam fertilisasi normal.

Penyatuan satu sperma dengan sel telur memungkinkan materi genetik dari kedua gamet dipersatukan dalam proses berikutnya.

4. Materi genetik sel telur dan sperma bergabung

Sel telur dan sperma masing-masing membawa 23 kromosom. Setelah fertilisasi, materi genetik dari kedua sel bergabung sehingga terbentuk sel dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Kombinasi materi genetik dari kedua orang tua inilah yang menjadi dasar informasi genetik bagi perkembangan organisme baru.

5. Zigot terbentuk

Setelah seluruh materi genetik menyatu penuh, proses fertilisasi pun selesai. Hasil peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk sebuah sel utuh yang siap berkembang, yakni zigot. 

Apa yang terjadi setelah zigot terbentuk?

Mengutip Scienceabc, zigot merupakan bentuk kehidupan yang paling sederhana. Setelah terbentuk, zigot akan mulai membelah menjadi sel-sel baru yang kemudian berkembang dan tersusun membentuk struktur yang semakin kompleks.

1. Pembelahan sel

Zigot mulai mengalami pembelahan mitosis, yaitu satu sel membelah menjadi dua sel, kemudian empat sel, delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan ini memungkinkan jumlah sel bertambah tanpa langsung memperbesar keseluruhan ukuran struktur awal secara proporsional.

Sekitar 30 jam setelah zigot terbentuk, proses mitosis (pembelahan sel) mulai berlangsung. Proses ini meningkatkan jumlah sel tanpa menambah ukuran keseluruhan zigot. Hal tersebut terjadi karena setiap kali membelah, ukuran masing-masing sel menjadi semakin kecil, sementara jumlah sel terus bertambah dua kali lipat.

2. Perjalanan menuju rahim

Selama mengalami pembelahan, hasil pembuahan bergerak dari tuba fallopi menuju rahim. Perjalanan ini berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan perubahan dari zigot menjadi struktur perkembangan yang lebih kompleks.

Menurut The Bump, zigot bergerak menuju rahim sambil mengalami pembelahan sel. Ketika berkembang menjadi blastokista, struktur tersebut kemudian dapat menempel pada lapisan rahim melalui proses implantasi.

Implantasi merupakan tahap penting karena memungkinkan jaringan yang berkembang membentuk hubungan dengan lapisan rahim untuk mendukung perkembangan kehamilan.

3. Perkembangan menjadi embrio

Setelah blastokista menempel pada lapisan rahim, perkembangan berlanjut menuju tahap embrio. Pada tahap ini, sel-sel mulai mengalami diferensiasi dan membentuk struktur yang akan berkembang menjadi berbagai bagian tubuh.

Istilah zigot digunakan pada tahap paling awal setelah pembuahan. Seiring pembelahan dan perkembangan sel, istilah morula, blastokista, dan embrio digunakan untuk menggambarkan tahapan yang berbeda.

Kemudian implantasi blastokista ke lapisan rahim terjadi sekitar enam hari setelah pembuahan. Setelah implantasi, kehamilan berada dalam tahap perkembangan embrionik.

Berapa lama proses fertilisasi hingga terbentuk zigot?

Sekitar 24–30 jam setelah pembuahan, zigot mengalami pembelahan pertama dan terbagi menjadi dua sel yang disebut blastomer. Begitu zigot telah membelah menjadi dua sel atau lebih, istilah yang digunakan bukan lagi zigot, melainkan embrio.

Adapun perjalanan zigot dari saluran tuba fallopi menuju rahim hingga melakukan implantasi membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 hari.

Apa perbedaan sel telur, sperma, fertilisasi, dan zigot?

Sel telur, sperma, fertilisasi, dan zigot merupakan istilah yang saling berhubungan dalam proses reproduksi manusia. Namun, keempatnya memiliki pengertian yang berbeda.

1. Sel telur

Sel telur merupakan salah satu sel reproduksi perempuan atau gamet. Sel ini membawa setengah dari jumlah kromosom yang dibutuhkan untuk membentuk sel manusia baru.

2. Sperma

Sperma adalah gamet laki-laki yang membawa materi genetik dari ayah biologis. Ketika berhasil membuahi sel telur, sperma menyumbangkan 23 kromosom ke dalam hasil pembuahan.

3. Fertilisasi

Proses penyatuan atau peleburan antara sel telur dan sel sperma.

4. Zigot

Zigot adalah satu sel yang terbentuk dari penggabungan materi genetik sel telur dan sel sperma, sehingga menghasilkan 23 pasang kromosom.

Jadi penjelasan tentang peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk zigot. Proses peleburan tersebut disebut fertilisasi atau pembuahan, yang umumnya berlangsung di tuba fallopi.

Setelah zigot terbentuk maka sel akan mulai membelah dan berkembang sambil bergerak menuju rahim. Perkembangan selanjutnya mencakup pembentukan morula, blastokista, hingga embrio setelah implantasi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda