Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 26 Sep 2026 18:30 WIB

Ilustrasi Kontrasepsi
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu/Foto: Getty Images/iStockphoto/JPC-PROD
Daftar Isi
Jakarta -

Penggunaan alat kontrasepsi menjadi proteksi sekaligus membantu setiap pasangan dari kehamilan yang tidak diinginkan demi masa depan mereka. Sayangnya, banyak yang salah kaprah! Ini mitos dan fakta soal alat kontrasepsi yang perlu Bunda tahu.

Di seluruh dunia, penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat daripada sebelumnya. Jumlah penggunaannya pun lebih banyak daripada sebelumnya dan meningkat hampir dua kali lipat sejak 1990. Hal ini tentunya menjadi sebuah keberhasilan besar di bidang kesehatan masyarakat yang memungkinkan jutaan kaum muda menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Meski demikian, diperkirakan masih ada 259 juta perempuan di seluruh dunia yang ingin menghindari kehamilan namun saat ini tidak menggunakan metode keluarga berencana yang aman dan efektif. Sebagian besar dari mereka (diperkirakan sebanyak 224 juta perempuan) tinggal di wilayah berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bagi begitu banyak perempuan, hak asasi manusia yang mendasar untuk memilih apakah akan memiliki anak atau tidak terus saja terabaikan atau terhambat. Hambatan-hambatan ini diperparah oleh informasi keliru mengenai kontrasepsi yang menyebar lebih cepat dari sebelumnya di dunia maya.

Mitos dan fakta soal alat kontrasepsi 

Bertepatan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada 26 September tiap tahunnya, setiap individu perlu mengetahui fakta sebenarnya dari sebagian mitos-mitos menyesatkan yang beredar secara luas. Guna meluruskan berbagai mitos umum yang ada, berikut ini berbagai faktanya yang perlu Bunda tahu:

1. Mitos: Kontrasepsi tidak aman

Faktanya:

Kontrasepsi modern termasuk dalam kategori obat-obatan yang paling sering diresepkan dan paling banyak diteliti. Berbagai organisasi kesehatan terkemuka menegaskan bahwa beragam jenis kontrasepsi hormonal aman bagi sebagian besar orang. Bagi mereka yang tidak menginginkan kontrasepsi hormonal, tersedia pula berbagai metode non-hormonal yang efektif seperti dikutip dari laman Unfpa.

Sebagaimana halnya semua obat-obatan, penggunaan metode kontrasepsi modern tertentu dapat menimbulkan efek samping. Dalam hal ini, para nakes terlatih dapat memberikan informasi akurat terkait berbagai pilihan metode kontrasepsi, sehingga setiap individu dapat memilihnya sesuai kebutuhan mereka masing-masing.

2. Mitos: Penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan aborsi

Fakta:

Kontrasepsi tidak menyebabkan aborsi maupun keguguran. Kontrasepsi modern bekerja dengan cara mencegah pembuahan atau ovulasi. Artinya, kontrasepsi ini dapat mencegah terjadinya kehamilan sejak awal. 

Penggunaan kontrasepsi modern tidak mengganggu kehamilan yang sudah ada ataupun memengaruhi sel telur yang telah dibuahi dan mengalami implantasi.

3. Mitos: Kontrasepsi merusak kesuburan

Fakta:

Kontrasepsi tidak menyebabkan ketidaksuburan. Meskipun beberapa metode hormonal, seperti kontrasepsi suntik, dapat menunda kembalinya ovulasi dan menstruasi untuk sementara waktu, kondisi ini bersifat sementara dan tidak menyebabkan ketidaksuburan permanen.

Pada sebagian besar kasus, kesuburan kembali normal dalam beberapa bulan setelah menghentikan penggunaan metode hormonal (namun bisa juga lebih cepat), dan segera setelah menghentikan metode kontrasepsi non-hormonal.

Selain itu, kontrasepsi juga tidak mengurangi cadangan ovarium dan tidak menyebabkan menopause dini. Cadangan ovarium perempuan akan berkurang secara alami seiring bertambahnya usia, dan proses ini tidak dipengaruhi penggunaan kontrasepsi.

4. Mitos: Metode KB alami lebih aman daripada metode hormonal

Fakta:

Dalam beberapa tahun terakhir, metode alternatif untuk mencegah kehamilan menjadi populer, terutama di media sosial. Metode ini mencakup aplikasi pelacak siklus dan metode kesadaran kesuburan, termasuk pemeriksaan suhu tubuh setiap hari.

Metode-metode ini semakin sering dipromosikan sebagai metode kontrasepsi yang lebih aman. Meskipun metode ini mungkin berhasil bagi sebagian orang, metode tersebut tidak cocok untuk semua orang. Metode yang disebut sebagai metode alami ini memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih rendah dalam mencegah kehamilan dibandingkan metode modern.

Dan, klaim bahwa metode ini lebih aman harus dipertimbangkan bersama fakta bahwa kehamilan itu sendiri membawa risiko kesehatan bagi perempuan.

Jika digunakan dengan sempurna, metode alami dapat memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, penggunaan yang sempurna sulit dipertahankan oleh sebagian besar perempuan, terutama dalam jangka waktu yang lama.

5. Mitos: Sebaiknya tidak menggunakan kontrasepsi jika pasangan tidak menginginkannya

Fakta:

Pandangan ini tidaklah tepat. Sebab, setiap individu memiliki hak untuk memutuskan apakah mereka ingin hamil atau tidak. Tidak seorang pun boleh dipaksa melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, jika hal itu bukanlah merupakan pilihan mereka sendiri.

Memaksa seseorang melakukan hubungan seksual tanpa pengaman di luar kehendaknya merupakan masalah serius yang dikenal sebagai pemaksaan reproduksi. Hal ini merupakan bentuk kekerasan serta pelanggaran terhadap hak setiap orang atas otonomi tubuh dan kebebasan reproduksi.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda