KEHAMILAN
USG Ibu Hamil Ini Bikin Dokter Kaget, Ada Janin Sehat dan Janin yang Membatu dalam Perut
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 02 Oct 2026 11:10 WIBUSG selama kehamilan dapat melihat kondisi janin dengan lebih jelas. Selain mengungkap perkembangan organ janin, USG ibu hamil juga bisa melihat sesuatu yang tak terduga.
Belum lama ini, seorang dokter secara tak terduga menemukan hasil USG yang tak biasa. Dokter ini menemukan satu janin hidup dan janin kedua yang telah mati dan mengalami kalsifikasi (membatu).
Hasil USG ini didapat dari pemeriksaan seorang perempuan 27 tahun di Kolkata, India, yang awalnya mengeluhkan sakit perut dan muntah selama enam jam. Perempuan yang tidak diungkap identitasnya ini sedang hamil 12 minggu, dan hasil USG sebelumnya menunjukkan hasil normal.
Namun, saat menjalani USG lagi, dokter menemukan satu janin hidup, detak jantung stabil, dan gerakan normal. Kemudian, USG menemukan sesuatu yang tidak diharapkan siapa pun. Di samping rahim atau di sisi kiri perut ibu, terdapat janin kedua.
Janin itu sudah mati dan mengalami kalsifikasi. Berdasarkan panjang tulang pahanya, usia kehamilan perempuan ini sekitar 22 minggu sebelum janin tersebut meninggal.
Dilansir laman Medical Daily, laporan kasus tersebut diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Medicine pada Juli 2026. Laporan ini mendokumentasikan litopedion yang terjadi bersamaan dengan kehamilan yang sehat. Perlu diketahui, litopedion merupakan fenomena medis langka di mana janin meninggal dunia di dalam kandungan selama kehamilan di luar rahim dan mengalami pengerasan atau pembentukan zat kapur (kalsifikasi).
Para dokter di Clinicians at College of Medicine dan Sagore Dutta Hospital di Kolkata, bekerja sama dengan kolega di Sheffield Teaching Hospitals and the University of Nottingham, menulis bahwa kurang dari selusin kombinasi seperti itu muncul dalam literatur medis modern.
Apa itu janin membatu?
Litopedion atau 'lithopedion' berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'anak batu'. Kondisi ini terbentuk ketika kehamilan tertanam di luar rahim, di dalam rongga perut, dan janin meninggal setelah sekitar bulan ketiga.
Pada titik tersebut, tubuh menghadapi masalah tanpa solusi yang mudah. Jaringan di dalam tubuh terlalu besar untuk diserap kembali, dan tidak ada cara untuk mengeluarkannya.
Hal itu membuat tubuh memperlakukan jaringan ini seperti halnya benda asing besar yang tidak dapat dikeluarkan. Tubuh lantas melapisi jaringan tersebut dengan garam kalsium. Jika dibiarkan bertahun-tahun, hasilnya adalah janin yang secara efektif berubah menjadi batu.
Menurut laporan tersebut, ada tiga syarat harus terpenuhi agar janin disebut mengalami kalsifikasi. Pertama, kehamilan harus bertahan melewati trimester pertama, lalu jaringan harus tetap steril sehingga tidak terbentuk abses, dan seluruh proses tersebut harus luput dari deteksi agar kalsifikasi selesai.
Kehamilan abdominal menyumbang sekitar 1 persen dari kehamilan ektopik dan terjadi pada sekitar 1 dari 11.000 hingga 1 dari 30.000 kehamilan. Litopedion sendiri diperkirakan terjadi pada 0,0054 persen dari semua kehamilan.
Perlu diketahui, litopedion sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun dalam beberapa kasus dapat menimbulkan gejala klinis seperti nyeri perut dan pembengkakan.
Dalam kasus terbaru ini, litopedion diangkat tanpa mengganggu kehamilan yang sedang berlangsung. Pemulihan pasca operasi berjalan lancar, dan tindak lanjut mengkonfirmasi perkembangan kehamilan intrauterin yang normal.
Penyebab litopedion
Ada beberapa penyebab yang dikaitkan dengan kondisi litopedion, yakni:
- Kehamilan ektopik yang tidak terdiagnosis.
- Tidak adanya fasilitas medis memadai pada masa lalu, sehingga ibu tidak mendapat penanganan segera.
- Janin sudah cukup besar sehingga tubuh tidak bisa menyerap kembali jaringan janin.
Litopedion, riwayat operasi caesar, dan USG
Riwayat operasi caesar sebelumnya merupakan faktor risiko yang diketahui menyebabkan gangguan bekas luka rahim, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kehamilan abdominal sekunder. Diagnosis sering tertunda karena gejala yang samar dapat dikaitkan dengan kehamilan yang sedang berlangsung.
Kasus-kasus yang dipublikasikan mencatat bahwa nyeri perut adalah gejala yang biasa muncul, sering kali akibat efek massa atau iritasi lapisan perut. Nyeri yang terus-menerus atau parah selama kehamilan adalah alasan untuk menjalani pemindaian USG.
Tes kehamilan rutin dan USG dini bahkan disebut dapat mendeteksi kehamilan abdominal jauh sebelum kalsifikasi dimulai. Hal itu membuat kondisi ini semakin jarang terjadi seiring dengan peningkatan perawatan prenatal.
Perlu diketahui, litopedion kecil tanpa gejala pada perempuan yang tidak hamil terkadang dapat dibiarkan saja. Namun, selama kehamilan, batu ginjal bergeser karena massa kalsifikasi yang kaku dapat menghalangi rahim yang membesar, menyebabkan malpresentasi janin, atau menekan usus dan kandung kemih seiring dengan perkembangan kehamilan.
Demikian kisah Bunda hamil yang mengandung janin hidup dan janin membatu secara bersamaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Berapa Kali Bumil Lakukan USG Janin saat Hamil? Ketahui Jadwal yang Tepat, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Lithopedion, Fenomena Janin yang Membatu di Tubuh Ibu selama Bertahun-tahun
14 Ciri-ciri Hamil 1 Bulan yang Sering Tidak Disadari
10 Makanan yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil di Trimester 1
14 Makanan Penyebab Keguguran di Awal Kehamilan
TERPOPULER
Kebersamaan Eross Candra dan Istri yang Baru Rayakan Wedding Anniversary ke-17, Bahagia Hidup di Yogyakarta
USG Ibu Hamil Ini Bikin Dokter Kaget, Ada Janin Sehat dan Janin yang Membatu dalam Perut
Arti Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri dan Manfaatnya
10 Kalimat Perlu Didengar Anak dari Orang Tua dan Keluarga Menurut Psikolog
150 Nama Bayi Perempuan Terinspirasi dari Musik dan Artinya, Seindah Alunan Nada
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kalahkan Bangladesh 9-2, Justin Hubner Persembahkan 1 Gol untuk Kamari
Arti Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri dan Manfaatnya
USG Ibu Hamil Ini Bikin Dokter Kaget, Ada Janin Sehat dan Janin yang Membatu dalam Perut
150 Nama Bayi Perempuan Terinspirasi dari Musik dan Artinya, Seindah Alunan Nada
Kebersamaan Eross Candra dan Istri yang Baru Rayakan Wedding Anniversary ke-17, Bahagia Hidup di Yogyakarta
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Hari Batik Nasional 2 Oktober, Kenali Makna Motif Pintu Aceh Sebelum Memakainya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Ikan atau Awan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya tentang Sisi Tersembunyimu...
-
Female Daily
Song Hye Kyo Hadir di Bottega Veneta SS27, Intip Look-nya yang Chic dengan Sentuhan Edgy!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Putri Gwyneth Paltrow Debut Runway, Melenggang di Paris Fashion Week
-
Mommies Daily
Baju Batik Anak Laki-Laki: 8 Outfit Keren yang Tidak Terlihat Formal