Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Hamil 29 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 05 Oct 2026 08:10 WIB

Ilustrasi kehamilan
Hamil 29 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?/Foto: Getty Images/PonyWang
Daftar Isi
Jakarta -

Hamil selalu memunculkan banyak perubahan dalam tubuh perempuan. Saat hamil 29 minggu, apa yang dirasakan dan perubahan yang terjadi?

Memasuki hamil 29 minggu, para Bunda semakin bersemangat karena sudah setengah lebih perjalanan kehamilan terlewati. Walaupun perut yang makin membesar sedikit membuat ketidaknyamanan, namun hal tersebut mengalahkan segalanya ya, Bunda.

Hamil 29 minggu, apa yang dirasakan?

Di fase ini, pertumbuhan badan Bunda dan bayi yang semakin pesat membuat Bunda jadi kurang leluasa dari biasanya. Bunda mungkin merasakan sedikit sesak napas, terutama saat bayi menekan paru-paru Bunda. Hal ini juga pada akhirnya memberi tekanan pada tubuh saat membawa beban ekstra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selain itu, hamil 29 minggu juga tak jarang memunculkan risiko kram kaki. Belum lagi, ketika bayi menekan kandung kemih Bunda, maka Bunda akan lebih sering ke kamar mandi sepanjang malam.

Mengingat bayi biasaya memiliki kebiasaan aktif tepat saat Bunda ingin tidur, maka kenali pola tersebut. Sebab, mereka punya pola tidur dan bangun sendiri, dan beradaptasilah dengan hal tersebut seperti dikutip dari laman Nhs.

Istirahatlah sebisa mungkin di siang hari. Sebaiknya, coba tidur miring dan mencoba mendukung tubuh saat berbaring dengan meletakkan bantal di bawah perut dan bantal lain di antara kaki Bunda. Jika merasa tidak mampu karena terlalu lelah, bicarakan dengan dokter atau bidan.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 29 minggu

Di kehamilan 29 minggu yang masuk di trimester ketiga ini, Bunda mungkin butuh waktu beradaptasi dengan perut yang semakin besar. Bisa saja, nantinya Bunda merasakan keseimbangan jadi tidak stabil, karena pusat gravitasi Bunda berubah. Jika Bunda terjatuh, jangan langsung panik ya, Bun. Segera beritahukan dokter ataupun bidan terkait hal tersebut. 

Oh iya, Bunda, di hamil 29 minggu ini, ada beberapa perubahan yang mungkin Bunda rasakan. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

1. Masalah tidur
2. Gusi jadi bengkak dan berdarah
3. Nyeri di sisi perut bayi yang disebabkan oleh rahim yang membesar
4. Sakit kepala
5. Sakit punggung
6. Kram kaki
7. Merasa panas
8. Pusing
8. Tangan dan kaki bengkak
10. Infeksi urine
11. Infeksi vagina
12. Kulit gelap di wajah atau bercak cokelat yang dikenal sebagai chloasma
13. Kulit berminyak dan muncul bercak
14. Rambut tebal dan mengkilap

Mengutip dari laman Smababy, pembengkakan kehamilan akan terjadi di hamil 29 minggu. Kondisi ini merupakan efek samping yang normal dari kehamilan. Penyebabnya dikarenakan ada cairan dan darah ekstra dalam tubuh yang dibutuhkan untuk membantu melunakkan dan memperbesar rahim saat proses persalinan. 

Gejala akan meningkat di akhir kehamilan dan dapat dipengaruhi oleh panas. Saat Bunda merasa sedikit bengkak di tangan, wajah, kaki, pergelangan kaki, mungkin tidak nyaman. Tetapi bersabarlah. Biasanya kondisi ini lebih sering di malam hari terutama jika Bunda sudah berdiri sepanjang hari.

Di pagi hari, ketika Bunda bangun pagi biasanya akan muncul perasaan bebas dari pembengkakan. Tetapi, jika pembengkakan tetap atau meningkat, segera hubungi dokter agar kemungkinan preeklamsia dapat dihindari.

Ada juga perubahan yang perlu diketahui saat hamil 29 minggu ya, Bun. Yakni adanya varises kehamilan yang menjadi gejala normal karena adanya aliran darah dan hormon tambahan. 

Tips saat hamil 29 minggu

Kehamilan 29 minggu bisa menyebabkan juga sesak napas. Hal ini disebabkan oleh ukuran rahim Bunda dan posisi bayi yang dapat membuat paru-paru sulit berkembang. 

Jika Bunda memiliki bayi besar atau menambah berat badan selama kehamilan, hal ini juga dapat menyebabkan sesak napas. Seiring berjalannya trimester ketiga, bayi akan bergerak lebih rendah ke panggul sehingga sesak napas seharusnya berkurang. 

Guna mengurangi sesak napas, cobalah langkah berikut ini, Bun:

1. Makan dalam porsi kecil (sedikit dan sering) bisa membantu karena beberapa perempuan menjadi lebih sesak napas setelah makan dalam jumlah besar.
2. Berdirilah tegak dengan tangan di atas kepala. Ini seharusnya memberi paru-paru Bunda ruang lebih untuk menarik napas dalam-dalam
3. Melakukan sedikit olahraga ringan akan membuat Bunda tetap aktif dan meredakan sesak napas. Cobalah berjalan perlahan atau berenang sebagai aktivitas fisik pilihan yang aman

Bagi Bunda yang bekerja, menentukan kapan harus memulai cuti juga perlu dipertimbangkan sejak jauh-jauh hari. Pertimbangkan kapan Bunda akan mulai cuti, apakah mendekati hari prediksi lahir atau Bunda ingin menghabiskan sebanyak mungkin waktu bersama bayi baru lahir sebelum kembali bekerja. Tentu saja hal tersebut merupakan pilihan pribadi bagi setiap Bunda yang memiliki situasi berbeda untuk dipertimbangkan.

Perkembangan janin saat hamil 29 minggu

Saat hamil 29 minggu, bayi memiliki panjang sekira 10.1 inci dari mahkota hingga pantat dan beratnya sekira 2.5 pon. Sekira usia ini, bayi mungkin sangat aktif di dalam rahim seperti dikutip dari laman Babylist.

Selain itu, bayi di usia kehamilan 29 minggu memiliki tulang dan otot yang semakin kuat. Bunda akan merasakan kekuatannya setiap kali bayi menendang. Bayi juga mulai tumbuh lebih banyak rambut di atas kepala dan bulu mata yang mulai bertumbuh. 

Di fase ini juga, bayi semakin gemuk dan lebih banyak lemak menempel di bawah permukaan kulitnya. Serta, kulitnya yang keriput mulai menghalus. Lemak putih ini seperti yang disebut, berbeda dari lemak coklat sebelumnya yang dikumpulkan janin yang sedang berkembang.

Lemak coklat diperlukan untuk mengatur suhu tubuh, sementara lemak putih dengan jenis yang sama, sebenarnya berfungsi sebagai sumber energi. Bayi juga menjadi lebih kuat serta cepat merespons berbagai rangsangan seperti gerakan, suara, cahaya, dan lainnya. Artinya sekarang waktu yang tepat untuk mulai melakukan hitungan tendangan bayi sekali atau dua kali sehari, tergantung rekomendasi dari dokter. 

Untuk memastikan semuanya baik-baik saja, biasanya menghitung tendangan sekali atau dua kali sehari, tergantung yang disarankan dokter. Sebaiknya melakukan hal ini dengan berbaring karena bayi lebih mungkin bangkit saat Bunda beristirahat, pola yang biasanya mereka lakukan setelah lahir atau duduk jika Bunda tidak nyaman telentang seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Hitung semua gerakan, bahkan gerakan minim sekalipun, sampai mencapai 10. Jika belum mencapai 10 dalam satu jam, Si kecil mungkin sedang istirahat sekarang. Jadi, ambil camilan ringan sementara waktu dan coba lagi. Dengan adanya lonjakan gula darah itu kemungkinan besar akan membuat bayi kembali bergerak.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda