KEHAMILAN
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
Amrikh Palupi | HaiBunda
Kamis, 15 Oct 2026 11:05 WIBGangguan mental selama kehamilan hingga setelah melahirkan menjadi persoalan kesehatan ibu yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi seperti depresi dan kecemasan bukan sekadar perubahan suasana hati yang bisa diabaikan, Bunda.
Jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat, gangguan kesehatan mental dapat berdampak serius terhadap keselamatan ibu. Simak penjelasan berikut.
Gangguan mental jadi komplikasi serius selama kehamilan
Kehamilan dan persalinan membawa perubahan besar bagi tubuh, hormon, kehidupan sehari-hari, serta kondisi emosional seorang perempuan. Sebagian ibu mungkin mengalami kecemasan, kesedihan, atau kelelahan. Namun, ketika gejala berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian medis.
Mengutip laman The Guardian, psikiater perinatal Dr. Edna Lekgabe menyebut gangguan mental sebagai komplikasi nomor satu pada kehamilan dan periode setelah persalinan. Menurutnya, hingga satu dari lima perempuan dapat mengalami kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis sejak konsepsi hingga satu tahun setelah bayi lahir.
Depresi dan kecemasan merupakan gangguan mental yang paling umum terjadi. Namun, spektrum gangguan kesehatan mental pada periode ini juga mencakup gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder atau PTSD) setelah mengalami trauma persalinan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD) yang ditandai dengan pikiran-pikiran mengganggu tentang kemungkinan menyakiti bayi, serta episode psikosis yang jarang terjadi tetapi dapat menimbulkan dampak yang sangat serius dan termasuk kondisi darurat psikiatri.
Sementara pada laporan The Beacon terungkap di Missouri, Amerika Serikat, kondisi kesehatan mental menjadi salah satu penyebab utama kematian selama kehamilan dan dalam satu tahun setelah melahirkan.
Laporan terbaru Pregnancy-Associated Mortality Review (PAMR) di negara bagian tersebut menemukan bahwa kondisi seperti depresi, kecemasan, dan gangguan penggunaan zat berkontribusi terhadap hampir seperempat kematian terkait kehamilan selama periode 2019 hingga 2023.
Risiko tersebut bahkan lebih tinggi pada perempuan yang tinggal di daerah pedesaan. Menurut sebuah studi pada 2020, perempuan di wilayah pedesaan memiliki kemungkinan 21 persen lebih tinggi mengalami depresi perinatal dibandingkan perempuan yang tinggal di wilayah perkotaan.
Dibandingkan dengan upaya negara bagian lain dalam menangani kesehatan mental selama dan setelah kehamilan, Missouri berada di tingkat menengah. Hal ini berdasarkan penilaian Policy Center for Maternal Mental Health, sebuah lembaga kajian nasional yang menerbitkan rapor tahunan mengenai upaya penanganan kesehatan mental ibu di berbagai negara bagian.
Skrining kesehatan mental sebaiknya dimulai saat hamil
Dewan PAMR merekomendasikan agar semua tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan keluarga baru berusaha melakukan skrining atau pemeriksaan awal kesehatan mental.
Skrining bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya gejala, sedangkan pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan jenis gangguan kesehatan mental yang mungkin dialami pasien beserta tingkat keparahannya.
Nancy Byatt, seorang psikiater perinatal di University of Massachusetts Chan Medical School, mengatakan bahwa skrining sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan. Ia mengutip penelitian yang menemukan bahwa sekitar dua pertiga pasien yang mengalami depresi pasca persalinan mulai mengalami depresi sebelum melahirkan.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan mental sebaiknya tidak hanya dilakukan setelah bayi lahir, tetapi juga selama kehamilan.
"Jika kita menunggu hingga seseorang memasuki masa setelah melahirkan untuk mulai melakukan skrining, kita sudah melewatkan kesempatan" kata Nancy Byatt dikutip dari laman Thebeaconnews.
Meski begitu, pemeriksaan juga perlu disertai jalur rujukan yang jelas. Ibu yang membutuhkan bantuan harus dapat mengakses layanan yang sesuai, baik berupa konseling, psikoterapi, pengobatan, maupun dukungan sosial.
Dr. Edna Lekgabe juga menekankan bahwa skrining tidak akan cukup apabila tidak diikuti akses perawatan yang tepat waktu. Menemukan masalah kesehatan mental tanpa memberikan bantuan lanjutan berisiko membuat ibu tetap tidak tertangani.
Menurut Alison Williams, direktur Missouri Perinatal Quality Collaborative, mengatakan bahwa orang tua mungkin tidak menyadari bahwa gejala yang mereka alami merupakan tanda depresi atau kecemasan. Ia mengingat kembali pengalamannya sendiri menghadapi masalah kesehatan mental setelah melahirkan.
“Saya tidak akan bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya mengalami depresi atau kecemasan berat. Saya hanya tahu bahwa saya merasa kehilangan kendali atas diri sendiri. Saya berharap istilah baby blues dihapus dari istilah yang kita gunakan karena kondisi yang dialami ibu bisa jauh lebih kompleks daripada itu," kata Williams.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Hamil Anak Pertama, Intip Style Maternity ala Alexandra Leclerc
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ternyata Stres pada Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Temperamen Bayi
Stres atau Tidak? Kondisi Mental Ibu Hamil Kelak Bisa Dideteksi dengan Air Liur
Depresi saat Hamil Picu Gangguan Perilaku pada Si Kecil di Masa Depan, Cegah yuk Bun
Segera Atasi Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil agar Bunda & Bayi Tetap Sehat
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu
Curhat Haldy Sabri Temani Irish Bella Cek Kandungan ke Dokter, Penuh Rasa Syukur
Intip Kontrakan Rp20 Ribu di Jakarta, Begini Kondisinya
7 Ide Stimulasi Bayi 3 Bulan agar Cerdas & Perkembangannya Optimal
Artis Korea Kim Minha Turun 17 Kg, Ternyata Ini yang Pertama Dikurangi dari Pola Makannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Rumah Baru Fajar Sadboy, Intip Hunian Terbarunya
7 Ide Stimulasi Bayi 3 Bulan agar Cerdas & Perkembangannya Optimal
Penyebab Munculnya Lubang Api Bawah Tanah di Kalimantan yang Merah Membara saat Karhutla
Bunda Main This Or That: Mana Yang Paling Relate?
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Apa Fungsi Layar Belakang di HP? Ini 4 Kegunaannya Sehari-hari
-
Beautynesia
5 Ciri Anak yang Tumbuh dengan Orang Tua Tidak Sabar, Bisa Terbawa sampai Dewasa
-
Female Daily
Rekomendasi 5 Drama China Terbaru Oktober 2026 untuk Masuk Watchlist Kamu!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
8 Potret Putri Leonor Pakai Seragam Militer, Calon Ratu Spanyol Curi Perhatian
-
Mommies Daily
Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan