HaiBunda

KEHAMILAN

Gemar Makan Ikan saat Promil Bisa Turunkan Risiko Hipertensi saat Kehamilan?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 09 Nov 2026 06:00 WIB
Gemar Makan Ikan saat Promil Bisa Turunkan Risiko Hipertensi saat Kehamilan?/Foto: iStock
Jakarta -

Bunda yang merencanakan kehamilan sebaiknya mulai menjaga kesehatan sejak sebelum muncul garis dua di test pack. Salah satu caranya dengan memperhatikan asupan makanan sehari-hari, misalnya rutin makan ikan.

Kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung kesehatan ibu dan calon bayi.

Bahkan, sebuah penelitian dari Jepang menemukan bahwa perempuan yang lebih banyak makan ikan sebelum hamil berpeluang lebih rendah mengalami gangguan hipertensi yang muncul pada awal kehamilan.


Makan ikan saat promil berkaitan dengan lebih rendahnya risiko hipertensi

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal European Journal of Nutrition pada 8 September 2026. Tim meneliti hubungan antara konsumsi ikan sebelum dan selama kehamilan dengan risiko hypertensive disorders of pregnancy (HDP) atau gangguan hipertensi dalam kehamilan.

Melansir MedicalXpress, studi yang dipimpin Takuya Inouye dan tim peneliti dari Jepang tersebut menggunakan data dari Japan Environment and Children’s Study (JECS), sebuah studi kohort berskala nasional yang melibatkan 86.009 perempuan.

Para peneliti menilai konsumsi ikan serta asupan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 dan omega-6 pada dua periode. Yakni, selama satu tahun sebelum kehamilan dan pada pertengahan hingga akhir kehamilan.

Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan dengan konsumsi ikan tertinggi sebelum hamil berpeluang 34 persen lebih rendah mengalami gangguan hipertensi onset dini dibandingkan kelompok dengan konsumsi terendah.

"Konsumsi ikan, dimulai sebelum kehamilan, harus terus direkomendasikan sebagai bagian dari diet sehat untuk mendukung kehamilan yang sehat," kata Inouye.

Hubungan ini terlihat lebih kuat pada perempuan yang menjalani kehamilan pertama. Pada kelompok tersebut, konsumsi ikan yang lebih tinggi berkaitan dengan peluang 43 persen lebih rendah mengalami gangguan hipertensi onset dini.

Sementara itu, konsumsi ikan selama kehamilan berhubungan dengan lebih rendahnya peluang mengalami gangguan hipertensi. Pada kelompok dengan asupan ikan tertentu, peluang mengalami HDP secara keseluruhan lebih rendah 14 persen.

Namun, temuan ini bukan berarti rutin makan ikan pasti mencegah hipertensi saat hamil. Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan hubungan antara pola makan dan risiko penyakit, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat.

Mengenal kondisi hipertensi dalam kehamilan

Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu meningkat selama masa kehamilan. Kelompok gangguan ini mencakup hipertensi gestasional dan preeklampsia, serta beberapa kondisi hipertensi lain yang berkaitan dengan kehamilan.

Mengutip laman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), hipertensi gestasional umumnya ditandai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau diastolik 90 mmHg atau lebih yang pertama kali muncul setelah usia kehamilan 20 minggu pada perempuan yang sebelumnya tidak memiliki hipertensi.

Sementara itu, preeklampsia merupakan komplikasi serius yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh ibu. Kondisi ini juga bisa mengganggu aliran darah ke plasenta sehingga janin berisiko tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.

Gangguan hipertensi dalam kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun bayi. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kehamilan dan pemantauan tekanan darah menjadi bagian penting dalam perawatan prenatal.

Mengapa konsumsi ikan diduga berkaitan dengan risiko hipertensi?

Peneliti memperhatikan salah satu kandungan di ikan yakni asam lemak omega-3, termasuk EPA dan DHA. Jenis lemak ini berperan dalam berbagai fungsi tubuh dan berkaitan dengan kesehatan jantung serta pembuluh darah.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menduga bahwa konsumsi ikan dapat berkaitan dengan proses peradangan dan fungsi pembuluh darah yang berperan dalam perkembangan gangguan hipertensi selama kehamilan.

Meski demikian, peneliti menemukan hubungan yang tidak selalu konsisten ketika menilai total asupan asam lemak omega-3 secara terpisah. Ini artinya, hasil penelitian belum cukup untuk menyimpulkan bahwa omega-3 merupakan satu-satunya faktor yang menjelaskan hubungan antara konsumsi ikan dan risiko HDP.

Peneliti juga mengingatkan masih memerlukan penelitian lanjutan, termasuk uji klinis, untuk memastikan apakah konsumsi ikan secara langsung dapat menurunkan risiko gangguan hipertensi dalam kehamilan.

Berapa banyak ikan yang sebaiknya dikonsumsi saat merencanakan kehamilan?

Bunda tidak perlu menunggu hamil untuk mulai memperhatikan asupan ikan. Mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan berbagai zat gizi penting.

Sebagai salah satu panduan, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bersama Environmental Protection Agency (EPA) menyarankan perempuan yang mungkin hamil, sedang hamil, atau menyusui untuk mengonsumsi 2–3 porsi ikan per minggu dari jenis yang rendah merkuri.

Panduan tersebut menggunakan ukuran sekitar 113 gram ikan matang per porsi. Namun, rekomendasi ini merupakan panduan dari Amerika Serikat dan jenis ikan yang tersedia di Indonesia bisa berbeda.

Beberapa pilihan ikan yang tergolong rendah merkuri dalam panduan FDA antara lain salmon, sarden, nila, dan ikan lele. Bunda dapat menyesuaikan pilihan dengan ketersediaan ikan, kebiasaan makan, dan anjuran tenaga kesehatan setempat.

Selain jenis ikan, perhatikan juga cara pengolahannya. Ikan yang dimasak hingga matang merupakan pilihan yang lebih aman, terutama selama kehamilan. Hindari konsumsi ikan mentah atau kurang matang dan pilih jenis ikan dengan kadar merkuri rendah.

Apakah makan ikan saja cukup untuk mencegah hipertensi saat hamil?

Jawabannya, tidak. Meskipun penelitian Jepang tersebut memberikan temuan yang menarik, banyak faktor yang memengaruhi risiko gangguan hipertensi dalam kehamilan. Pola makan hanyalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Bunda yang sedang merencanakan kehamilan dapat mulai menjaga kesehatan dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi kondisi kesehatan sebelum hamil.

Apabila memiliki riwayat hipertensi, penyakit ginjal, diabetes, atau pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, pemeriksaan prakonsepsi menjadi semakin penting. Dokter dapat membantu menilai risiko dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Penyebab Program Hamil Anak Kedua Terasa Lebih Sulit

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Kompaknya Sivia, Ify & Pricilla yang Makin Populer Berkat The Catch Up Club

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kisah Ayah Nabi Yusuf AS Bernama Yaqub untuk Diceritakan ke Si Kecil

Parenting Annisa Karnesyia

Rahasia Orang yang Hidupnya Terlihat Seru & Menyenangkan, Ternyata Rutin Lakukan 6 Hal Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Masih Menikah tapi Tak Lagi Saling Peduli, Waspadai Fenomena Silent Divorce

Mom's Life Arina Yulistara

Cara Goreng Singkong Empuk dan Mekar, Ini Resep dan Tipsnya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gemar Makan Ikan saat Promil Bisa Turunkan Risiko Hipertensi saat Kehamilan?

Potret Kompaknya Sivia, Ify & Pricilla yang Makin Populer Berkat The Catch Up Club

Kisah Ayah Nabi Yusuf AS Bernama Yaqub untuk Diceritakan ke Si Kecil

Rahasia Orang yang Hidupnya Terlihat Seru & Menyenangkan, Ternyata Rutin Lakukan 6 Hal Ini

Masih Menikah tapi Tak Lagi Saling Peduli, Waspadai Fenomena Silent Divorce

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK