Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Studi Ungkap Otak Janin Sudah Menyiapkan Sistem Penglihatan Sejak Trimester Kedua

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 03 Nov 2026 14:05 WIB

Ilustrasi Pemeriksaan USG
Studi Ungkap Otak Janin Sudah Menyiapkan Sistem Penglihatan Sejak Trimester Kedua/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Sebuah studi mengungkap bahwa otak janin ternyata sudah mulai menyiapkan sistem penglihatan sejak trimester kedua kehamilan. Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan melihat ternyata sudah dipersiapkan bayi sejak masih berada di dalam kandungan, Bunda.

Dalam studi ini, para peneliti mengembangkan metode yang memungkinkan mereka untuk menganalisis data pencitraan resonansi magnetik (MRI) dari total 871 individu. Melansir dari laman Max Planck Institute, studi mencakup janin dari minggu ke-21 kehamilan dan seterusnya, serta bayi baru lahir, remaja, dan orang dewasa.

Studi yang telah diterbitkan di jurnal Science Advances ini dipimpin oleh Profesor Michael Artur Skeide dari Institute of Child and Adolescent Psychiatry di Medical Faculty of Christian-Albrechts-University of Kiel (CAU) dan University Medical Center Schleswig-Holstein (UKSH).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Peta visual mulai terbentuk sejak minggu ke-21 kehamilan

Otak manusia memetakan apa yang dilihat seperti peta. Analisis dalam studi terbaru ini menunjukkan bahwa dua karakteristik utama dari peta visual ini sudah ada di otak sejak minggu ke-21 kehamilan, Bunda.

Peta pertama adalah eksentrisitas, yang ukurannya dapat menunjukkan seberapa jauh suatu titik dari pusat bidang visual. Kedua, yang berkaitan dengan sudut polar, yang menentukan arah tepat di dalam bidang visual.

Kedua fitur tersebut dapat dideteksi di area visual V2 dan V3, atau wilayah korteks serebral yang terletak tepat di belakang korteks visual primer (V1) dan bertanggung jawab untuk pemrosesan informasi visual lebih lanjut.

Nah, karena bayi di dalam rahim tidak membuka mata hingga sekitar minggu ke-28, dan karena di dalam rahim gelap, pemrosesan tersebut berkembang tanpa rangsangan visual eksternal apa pun. Para peneliti menduga bahwa sinyal spontan adalah penyebabnya. Sebelum lahir, retina memancarkan gelombang aktivitas teratur dengan sendirinya, yang secara bertahap menghubungkan dan menyusun pusat visual di otak.

"Kami menyelidiki pertanyaan mendasar, Apakah medan visual kita, sebagaimana diproyeksikan ke mata, sudah terstruktur di otak anak-anak sebelum lahir? Sekarang kita dapat mengatakan, Ya, ini sudah terjadi pada tahap perkembangan yang sangat awal," kata Skeide.

"Hasilnya menunjukkan bahwa arsitektur dasar sistem visual kita sudah ada jauh sebelum cahaya pertama masuk ke mata," sambungnya.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan data yang tersedia untuk umum dari 'Human Connectome Project'. Mereka lalu menganalisis data fMRI (functional MRI) dari janin, bayi baru lahir, anak-anak, dan dewasa muda. fMRI mengukur respons hemodinamik, yaitu aliran darah di otak untuk mengidentifikasi daerah yang aktif.

Orang dewasa di dalam alat pemindai MRI biasanya diperlihatkan dalam bentuk titik atau pola yang bergerak di layar untuk memetakan korteks visual. Hal ini tidak mungkin dilakukan untuk bayi yang belum lahir di dalam rahim.

Oleh karena itu, tim peneliti menggunakan data dari fMRI kondisi istirahat (functional magnetic resonance imaging at rest). Metode ini mengukur perubahan kecil dan spontan dalam aliran darah di otak saat seseorang tidak melakukan tugas tertentu atau sedang tidur.

Melalui metode matematika, para peneliti menentukan kekuatan sinyal keadaan istirahat yang menghubungkan korteks visual primer (V1) dengan area yang berdekatan (V2 dan V3). Lalu, dengan membandingkan pada peta retinotopik dari orang dewasa, peta internal korteks visual juga dapat direkonstruksi pada janin.

Studi ini hanya menunjukkan hal yang dasar dari sistem penglihatan bayi sebelum lahir. Bagaimana kecerahan, bentuk, atau pengenalan objek yang berkembang di otak masih menjadi pertanyaan terbuka bagi para peneliti, Bunda.

"Bayi baru lahir, misalnya, sudah dapat membedakan wajah tak lama setelah lahir," ujar Skeide.

"Kami merasa sangat menarik bagaimana hal ini mungkin terjadi begitu dini. Agar hal ini terjadi, lebih banyak hal harus terjadi sebelum lahir daripada sekadar proses dasar yang telah kami uraikan."

Demikian studi yang mengungkap perkembangan otak bayi sebelum lahir, yang berkaitan dengan sistem penglihatan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda