kehamilan

Waktu Paling Pas untuk Cek Hamil atau Tidak

Melly Febrida Jumat, 10 Nov 2017 - 17.03 WIB
Ilustrasi cek kehamilan/ Foto: thinkstock Ilustrasi cek kehamilan/ Foto: thinkstock
Jakarta - Bunda telat menstruasi? Ini karena hamil atau bukan ya? Hmm, biasanya pertanyaan tersebut terlintas di kepala jika Bunda aktif secara seksual dan tengah menanti kehadiran si kecil.

Kalau sudah telat menstruasi begini apakah pertanda sudah saatnya membeli test pack untuk cek kehamilan? Idealnya, menurut Mayo Clinic, waktu terbaik untuk menjalani tes kehamilan mandiri di rumah adalah setelah melewati tanggal menstruasi seharusnya. Dengan kata lain, seminggu penuh setelah menstruasi kita terlewat.

Apabila hamil, tubuh Bunda memerlukan waktu untuk menghasilkan Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Biasanya butuh waktu tujuh sampai 12 hari setelah implantasi sel telur. Menurut penelitian tahun 2014, mencoba tes pada waktu tersebut bisa memberikan hasil yang paling akurat, sekitar 99 persen.

Medline Plus menuliskan ketika seseorang hamil, janin memberikan hCG yang dilepaskan ke aliran darah, kemudian masuk ke dalam urine. hCG meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, lalu mencapai puncak pada sekitar 8-11 minggu, sebelum turun ke tingkat yang lebih rendah pada tiga dan empat bulan.

Tes kehamilan mandiri di rumah dirancang untuk mengetahui keberadaan hCG. Sementara itu, tes kehamilan yang dilakukan dokter dapat menentukan jumlah hCG dalam darah Bunda, yang cenderung lebih sensitif.


Menurut Mayo Clinic, pada awalnya jumlah hCG dalam urine orang hamil meningkat dengan cepat sekitar 50 persen setiap hari. Jadi, apabila Bunda melakukan tes urine sebelum tubuh menghasilkan cukup hCG sehingga bisa terdeteksi di urine, maka Bunda mengalami kondisi yang dinamakan false negative. Apa itu? Jadi sebenarnya hamil, namun saat dilakukan pengecekan kehamilan dengan test pack hasilnya negatif.

Beberapa paket tes kehamilan bisa mengenali kadar hCG serendahnya 10 atau 25mIU/ ml. Apabila Bunda hamil, pada 10 hari setelah ovulasi (DPO) Bunda mungkin membutuhkan kapasitas untuk mengidentifikasi sekitar 25mIU. Pada 12 hari ovulasi, Bunda harus memiliki kapasitas untuk membedakan sekitar 50mIU dan pada 14 hari ovulasi terakhir 100mIU.

Ilustrasi tes kehamilan/Ilustrasi tes kehamilan/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Apabila Bunda mengecek sebelum atau sehari setelah tanggal menstruasi, sebagian besar tes kehamilan tidak sensitif untuk mendeteksi hCG. Apabila Bunda sudah melakukan tes dan hasilnya negatif, Bunda bisa mengulangi tes kehamilan seminggu kemudian.

Nggak hanya menghasilkan false negative, Bun, tes kehamilan yang dilakukan terlalu dini juga bisa menunjukkan false positive (positif palsu). Pun apabila Bunda minum obat kesuburan yang mengandung hCG atau jika Bunda baru saja mengalami kehamilan ektopik atau keguguran, hasil tes kehamilannya bisa tidak akurat.

Untuk menghindari false positive atau false negative, Mayo Clinic merekomendasikan melakukan tes kehamilan setelah bangun tidur di pagi hari, yakni saat urine ekstra konsentrat. Saat itu merupakan waktu di mana hasil tesnya paling akurat.



Tanda-tanda Hamil

Berikut ini adalah tanda-tanda hamil seperti dilansir Reportshealth:

1. Menstruasi Terlambat

Salah satu indikasi kehamilan adalah terlambat menstruasi. Apabila Bunda tidak ingat atau mencatat siklus haid, mungkin Bunda sulit memutuskan benar terlambat atau tidak.

Kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Pertimbangkan untuk melakukan tes apabila sudah terlambat lebih dari sebulan sejak periode terakhir menstruasi. Yang perlu diingat Bun, masa menstruasi bisa terlambat atau terlewati karena stres, kurang berolahraga, atau kondisi medis tertentu.

Oh iya Bun, salah satu tanda kehamilan adalah kalau kita mengalami pendarahan ringan atau bercak darah di minggu-minggu awal kehamilan karena sel telur menutupi lapisan rahim di tengah implantasi. Jika ada pendarahan, perhatikan perbedaan warna, tekstur, atau ukuran darahnya.

Bila perlu, hubungi spesialis kandungan ya, Bun.

2. Mengalami Kram Menstruasi

Implantasi juga bisa menciptakan perasaan serupa masalah haid. Pada awal kehamilan, Bunda mungkin merasakan kram seperti saat menstruasi akan tiba. Tapi ternyata menstruasi tak kunjung datang.

3. Payudara Terasa Sakit

Saat hamil kadar estrogen dan progesteron semakin meningkat. Hormon ini untuk membantu perkembangan bayi. Payudara Bunda mungkin tampak lebih besar karena aliran darah yang meluas.

Puting susu juga mungkin terasa agak sakit dan pembuluh darah mungkin terlihat lebih gelap di bawah kulit. Karena banyak wanita juga mengalami payudara yang sakit pada hari-hari menjelang menstruasi, hal ini tidak selalu menunjukkan adanya kehamilan.

(vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi