kehamilan

Beda Keputihan Normal vs Abnormal Saat Hamil

Radian Nyi Sukmasari Minggu, 04 Nov 2018 - 09.05 WIB
Ilustrasi keputihan saat hamil/ Foto: thinkstock Ilustrasi keputihan saat hamil/ Foto: thinkstock
Jakarta - Keputihan saat hamil jadi salah satu keluhan yang dialami ibu ketika mengandung si kecil. Nah, perlukah keputihan saat hamil dikhawatirkan?

Menurut dr Finekri Abidin SpOG(K) dari RS YPK Mandiri, adalah hal yang lumrah jika ibu mengalami keputihan saat hamil. Soalnya, kata dr Finekri saat hamil tubuh ibu akan memproduksi cairan berlebih, termasuk di organ reproduksi.

"Jika keputihannya nggak gatal, berbau, itu hal yang normal. Atau bisa dibilang selama nggak ada infeksi ya nggak masalah," ujar dr Finekri saat ngobrol dengan HaiBunda.

Keputihan, baik saat hamil atau nggak, bisa disebabkan infeksi jamur atau bakteri. Biasanya, keputihan akibat infeksi jamur akan menimbulkan keluhan gatal. Sementara itu, keputihan akibat infeksi bakteri biasanya berbau dan warnanya agak hijau kekuningan.


Ilustrasi keputihan saat hamilIlustrasi keputihan saat hamil/ Foto: thinkstock
"Kalau cuma keluar cairan keputihannya bening gitu nggak apa-apa. Berarti nggak ada tanda infeksi," tambah dr Finekri. Lantas, gimana jika ibu memakai pantyliner supaya lebih nyaman akibat keputihan saat hamil yang dialami?

dr Finekri bilang pemakaian pantyliner saat ibu hamil mengalami keputihan nggak disarankan. Sebab, sejatinya ada kuman normal di vagina untuk menjaga kesehatannya yang memang harus berkembang. Dengan adanya kuman normal di vagina, justri bisa membantu mencegah terjadinya infeksi di area itu.

Nah, untuk berkembang kuman normal tersebut perlu udara segar. Pemakaian pantyliner justru membuat area vagina semakin lembap. Bila Bunda mengalami keputihan saat hamil, dr Finekri menyarankan untuk bersihkan vagina pakai air bersih.

"Ganti celana dalam boleh, jangan diungkep pokoknya area kewanitaannya. Diperhatikan juga pemakaian celana. Pilih yang bahan katun. Hindari yang terlalu ketat atau berbahan jeans karena akan membuat area vagina makin lembap," pungkas dr Finekri.

(rdn/ziz)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi