kesehatan

Belajar dari Jupe, Ini Pentingnya Ajak Anak Gadis Vaksinasi HPV

Radian Nyi Sukmasari 10 Jun 2017
Ilustrasi vaksinasi HPV untuk anak (Foto: Rachman Haryanto) Ilustrasi vaksinasi HPV untuk anak (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah air. Hari ini, Sabtu (10/6/2017), pedangdut Julia Perez atau Jupe meninggal dunia. Jupe meninggal setelah sempat berjuang melawan kanker serviks stadium 4. Bicara soal kanker serviks, vaksinasi Human Pappiloma Virus atau HPV jadi salah satu cara efektif cegah kanker serviks Bun.

Untuk itu, bagi Bunda yang punya anak gadis usia 9-13 tahun, jangan ragu untuk mengajak mereka vaksinasi ya Bun. Prof Dr dr Andrijono SpOG, KFER dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan kalau vaksin HPV diberi saat anak umur 9-13 tahun, efektivitas proteksi terhadap kanker serviks-nya sebesar 90 persen.

"Ketika diberi di usia yang lebih tua, efektivitas vaksin akan menurun. Misalnya diberi saat umur 40 tahun, efektivitasnya bisa turun jadi 80 persen," kata Prof Andri, seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Bunda perlu tahu, vaksin HPV pada prinsipnya bisa merangsang sistem kekebalan tubuh agar memproduksi antibodi yang bisa mencegah HPV menginfeksi sel tubuh yang bisa menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim. Vaksinasi ini Bun, dikasih melalui penyuntikkan selama 3 kali dalam waktu 6 bulan, yaitu di bulan ke-0, ke-1, dan ke-6.

Daya proteksi vaksin terhadap HPV tipe 16 dan 18 (penyebab kanker serviks) berlangsung sampai 5 tahun. Tapi, kata Prof Andri tergantung juga dari seberapa besar paparan HPV yang udah terjadi.

"Bagi yang belum pernah terpapar HPV, vaksin ini akan memberikan 100 persen proteksi pada infeksi HPV 16 dan 18," kata Prof Andri dikutip dari buku 'Jurnal Program Nutritalk Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal' yang disusun Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK) dan Sari Husada.

Vaksinasi HPV selain menurunkan risiko terkena kanker serviks juga berpotensi nurunin angka kematian akibat kanker serviks sampai dua per tiga perempuan lho Bun. Masalahnya, kalau dikasih ke anak, ada nggak sih efeknya? Tenang Bun. Kata Prof Andri, efek vaksinasi HPV paling kayak vaksin lainnya. Misal, nyeri singkat plus kemerahan di area bekas suntikan atau demam ringan kayak lagi flu gitu Bun.

"Kalau yang dibilang vaksinasi HPV bisa bikin menopause dini, nggak benar itu," tegas Prof Andri.

Tuh Bun, jadi nggak ada alasan dong untuk nggak kasih vaksin HPV buat si anak gadis. Jangan lupa, Bunda juga boleh banget lho vaksinasi. Cuma, perlu dilakukan pap smear atau IVA (inspeksi vagina dengan asam asetat) dulu ya Bun. Soalnya, kalau ternyata udah terinfeksi HPV, vaksinnya jadi nggak efektif lagi deh Bun. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait
Rekomendasi