kesehatan

Yang Terjadi pada Anak Saat Kulitnya Terinfeksi 6 Parasit Ini

Asri Ediyati 22 Agu 2017
Yang terjadi jika kulit anak terinfeksi parasit/ Foto: thinkstock Yang terjadi jika kulit anak terinfeksi parasit/ Foto: thinkstock
Jakarta - Berbagai mikroorganisme ada di sekitar kita, termasuk parasit yang bisa menginfeksi kulit. Nggak cuma orang dewasa, parasit ini juga bisa menginfeksi kulit ana-anak. Hii....

Parasit seperti kutu, jamur, dan tungau kan ukurannya super kecil ya. Jadi, mereka nggak akan kelihatan pas bersembunyi di tempat tidur, boneka, bahkan bulu hewan peliharaan.

Apalagi kulit anak kan masih sensitif, terinfeksi parasit ini bisa menimbulkan gangguan yang cukup serius di kulit mereka. Apa aja sih parasit itu? Yuk simak, seperti dirangkum HaiBunda berikut ini:

1. Bakteri Penyebab Impetigo

Bakteri ini bisa menimbulkan infeksi bagian mana pun dari tubuh. Kalau menginfeksi anak, bisa menyebabkan ruam dan kulit pecah-pecah. Karena ruamnya memicu gatal, bukan nggak mungkin anak akan rewel. Kalau dia menggaruknya, bisa timbul luka dengan nanah. Terlebih, kalau lukanya tergores, bakteri bisa menyebar ke kulit.

Luka ini biasanya bertahan hingga 4 sampai 6 hari dan akhirnya mengering jadi koreng. Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan ngasih antibiotik oles atau telan.

2. Bakteri Penyebab Selulitis

Saat terinfeksi bakteri ini, kulit jadi bengkak, panas dan merah. Kadang, anak bisa demam. Kalau nggak segera ditangani, infeksi bisa menyebar cepat dan berakibat fatal. Sama halnya dengan impetigo, obat infeksi bakteri penyebab selulitis ini antibiotik oles atau oral.

Baca juga: Ini yang Bunda Perlu Tahu Soal Gondongan

3. Jamur Tinea

Jamur penyebab kurap ini kecil banget ukurannya, cuma bisa dilihat dari mikroskop. Kalau menginfeksi kulit, di kulit akan timbul bagian berbentuk oval atau cincin di mana bagian tengahnya nggak gatal. Iya, justru yang gatal itu di bagian pinggirnya, Bun.

Infeksi jamur tinea bisa terjadi di kepala, wajah, badan atau kuku. Pengobatannya bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik khusus untuk infeksi jamur.

4. Jamur Candida

Sama dengan jamur tinea, bedanya jamur ini jika menginfeksi anak bisa menyebabkan sariawan di mulut dan ruam popok. Infeksi jamur candida dapat terjadi pada anak-anak di segala usia juga lho. Pada anak infeksi jamur tinea biasa terjadi di lipatan kulit yang lembap seperti di bawah dagu atau di sela-sela jari. Kalau jamur candida ini, pengobatannya biasanya pakai obat telan.

5. Tungau

Tungau dapat menyebabkan infeksi kulit bernama kudis. Awalnya, penyebaran penyakit kudis ini diawali dengan tungau betina yang menempel pada kulit di antara jari-jari dan pergelangan tangan.

Baca juga: Yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil Saat Mengalami Radang Gusi

Kalau anak yang terkena infeksi tungau, biasanya akan timbul gejala berupa bintik-bintik timbul kemerahan yang umumnya muncul di telapak tangan dan kaki. Karena kudis ini cukup menular, sebaiknya segera bawa si kecil berobat ya.

6. Kutu

Anak-anak juga bisa terinfeksi kutu. Terus, kutu ini bakal bersarang dan bertelur di kulit kepala. Kutu ini mengisap darah melalui pembuluh darah yang ada di kulit kepala.

Untuk menghilangkan kutu di rambut anak, kita bisa pakaikan si kecil sampo khusus untuk menghilangkan kutu. Untuk menghilangkan telurnya, Bunda bisa menyisiri rambut anak pakai sisir serit. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi