kesehatan

Sudah SD Tapi Anak Masih Ngompol, Mungkin Ini Sebabnya

Asri Ediyati 13 Sep 2017
Ilustrasi anak mengompol saat tidur/Foto: thinkstock Ilustrasi anak mengompol saat tidur/Foto: thinkstock
Jakarta - Mengompol memang sering menjadi masalah yang dialami tiap malam dari jutaan keluarga di dunia. Anak yang ngompol terus, kadang bikin kita pusing sendiri ya, Bun. Bayangin aja, pagi ini anak ngompol besok pagi ngompol lagi, seprai lama-lama habis. Kasur belum kering, sudah diompoli lagi. Waduh, gawat juga ya, Bun.

Ketika masih berusia di bawah 6 tahun, ngompolnya anak masih dimaklumi. Tapi setelah masuk sekolah dasar, anak akan merasa malu jika masih saja ngompol. Hmm apa ya penyebabnya anak SD yang masih suka ngompol?

Menurut Howard Bennett MD, seorang dokter anak dari Washington DC, anak-anak akan dengan sendirinya bisa mengontrol kantung kemih di malam hari. Tetapi setiap anak bisa melakukan hal tersebut di usia yang berbeda-beda. Sebanyak 5 dari 7 juta anak di dunia ngompol saat tidur. Setelah usia 5 tahun, sekitar 15 persen yang masih ngompol dan saat anak menginjak umur 10 tahun, sekitar 5 persen.

"Anak yang masih ngompol sebagian besar karena genetik. 3 Dari 4 anak yang masih ngompol, orang tuanya dulu juga sering ngompol saat masih kecil. Beberapa ahli menyatakan bahwa gen spesifik yang membuat kontrol kantong kemihnya telat terletak di kromosom 12, 13 dan 18," kata Bennett dikutip dari WebMD.

Baca juga: Bunda Perlu Tahu Nih, Tanda-tanda Anak Siap Toilet Training

Lalu ada beberapa faktor lagi selain genetik yang menyebabkan anak masih suka ngompol, Bennett bilang, pertama yaitu pematangan kantong kemihnya terlambat. Jika kantong kemih dan otak matang dengan wajar maka perlahan anak bisa belajar untuk mengontrol pipis saat tidur. Nah, kalau yang pematangannya lambat, maka akan lebih susah mengontrol pipisnya.

"Selain itu, kadar hormon anti-diuretik (ADH) yang rendah juga bisa menyebabkan anak sering ngompol. Hormon anti-diuretik membuat ginjal untuk mengurangi produksi urine. Beberapa studi mengatakan anak-anak yang kekurangan hormon tersebut, cenderung mengompol," jelas Bennett yang juga seorang penulis Waking Up Dry: A Guide to Help Children.

Kata Bennett, tidur yang terlalu lelap juga mengakibatkan anak-anak ngompol. Hal ini karena otak mereka nggak mendapatkan sinyal kalau kantong kemihnya penuh. Kantong kemih yang 'sempit' juga bisa menjadi penyebabnya.

"Meskipun kantong kemih anak-anak ukurannya normal, kadang saat tidur, kantong kemihnya mengirim sinyal 'penuh' lebih dulu. Jangan salah, konstipasi bisa menyebabkan anak bisa ngompol. Kalau usus besar sudah penuh dengan kotoran maka akan menekan kantong kemih, sehingga keluarnya air seni tak bisa dikontrol," ujar Bennett.

Baca juga: Cara Simpel Agar Anak Bisa Berhenti Mengompol

Menurut Marcella A Escoto DO dari Critical Care and Medicine, Orlando, AS, jika anak ngompol terus-menerus sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis. Kalau memang nggak ada hasil yang negatif, maka kita harus bisa mengetahui kebiasaan anak sebelum tidur yang menyebabkan anak terus-menerus ngompol.

"Kita harus yakinkan anak kita kalau ngompol itu normal saat pertumbuhan. Hal tersebut mungkin akan menenangkan anak kita yang malu dan masih berusaha untuk tidak mengompol. Usahakan anak minum air mineral yang banyak saat siang hari sehingga pada malam hari tak perlu minum terlalu banyak," saran Escoto dikutip dari KidsHealth.

Escoto bilang, kita harus ingatkan anak saat ingin tidur maka harus buang air kecil lebih dahulu. Banyak banget cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan motivasi ke anak, seperti mengumpulkan stiker sebagai hadiah kecil kalau anak berhasil nggak ngompol malam itu. Jika sudah terkumpul banyak bisa ditukarkan buku atau boneka.


"Saat anak ngompol, jangan marahi atau berikan hukuman. Libatkan anak untuk membantu kita mengganti seprai tempat tidur. Jangan lupa juga untuk selalu berikan pujian pada anak, kalau ia tidak mengompol," tutup Escoto. (aci/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi