menyusui

Berbagai Alasan Ortu Gunakan Botol Dot untuk Beri Bayi ASI Perah

Amelia Sewaka Senin, 06 Aug 2018 07:12 WIB
Berbagai Alasan Ortu Gunakan Botol Dot untuk Beri Bayi ASI Perah
Jakarta - Terkadang ada beberapa alasan mengapa orang tua akhirnya atau mau tak mau membiarkan si kecil menggunakan dot atau botol untuk menyusu.

Menurut konselor laktasi dr Oka Darmawan, IBCLC, salah satu pemicu pemakaian dot adalah tongue tie dan lip tie. Tongue tie adalah suatu kondisi yang terjadi sejak lahir di mana gerakan lidah terbatas karena adanya 'tali lidah' atau tongue tie (angkyloglossia). Sementara itu, lip tie atau superior lingual frenulum adalah adanya jaringan lunak yang menghubungkan gusi atas dan jaringan bibir atas.

"Ada tiga alasan umumnya orang tua memutuskan pemakaian dot. Pertama, karena petugas atau ibu (orang tua bayi) menganggap suplementasi mudah diberikan dengan dot dan botol. Kedua, asumsi dot dan botol mirip dengan puting ibu (mekanisme menyusui) sehingga mudah dan cocok dengan bayi," kata dr Oka.




"Ketiga, petugas atau pengasuh atau orang tua bayi belum paham cara kerja menyusui dan akhirnya gunakan suplemen dengan botol dan dot," tambah dr Oka di sela-sela seminar dan workshop 'Kupas Tuntas Relaktasi' di Auditorium RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Sabtu (4/8/2018).

dr Oka mengatakan pada ibu bekerja, biasanya pemberian ASI perah melalui dot jadi pilihan. Penggunaan dot ini tergantung kenyamanan masing-masing bayi dan keputusan keluarga ya, Bun.

Alasan Ortu Gunakan Botol Dot untuk Beri ASI Perah/Alasan Ortu Gunakan Botol Dot untuk Beri ASI Perah/ Foto: Swipe & Feed


Terkait penggunaan botol dot untuk pemberian ASI perah, yang dikhawatirkan adalah bingung puting saat menyusu langsung ke payudara ibu. Sebab ketika anak menyusu menggunakan botol dot, maka yang bekerja mengisap susu hanya otot di rongga atas mulut aja. Sehingga, ketika anak memakai botol dot kemudian menyusu langsung, dia kesulitan untuk mengosongkan payudara ibu.

"Terus anak jadi bingung puting. Kalo dia biasa pakai dot, dia maunya payudaranya penuh terus, kalau kosong dia nggak mau. Padahal kalau dia nggak kenal dot, sampai payudaranya kosong gitu ASI-nya tetep aja diisap terus sama bayinya," tutur dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA atau yang akrab disapa dr Tiwi, seperti dilansir detikHealth.



Untuk memberi ASI perah pada si kecil, dr Jeane-Roos Tikoalu SpA, IBCLC dari RS Pondok Indah-Puri Indah, menyarankan coba beri ASI perah menggunakan cangkir, meskipun untuk melakukannya ibu memang perlu latihan. Caranya, posisikan bayi setengah duduk, lalu perlahan berikan ASI.

"Untuk bayi di bawah dua bulan dia akan menjilat ASI tetapi bayi di atas usia dua bulan, ASI akan diseruput," ujar dr Jeanne. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi