menyusui

Pakar Laktasi Ini Diancam Dibunuh Setelah Bagikan Pengalaman Menyusui

Siti Hafadzoh Selasa, 26 Nov 2019 13:40 WIB
Pakar Laktasi Ini Diancam Dibunuh Setelah Bagikan Pengalaman Menyusui
Jakarta - Seorang ibu bernama Melissa Ostroth menerima ancaman pembunuhan, karena keputusannya menyusui kedua anaknya. Ostroth memiliki pandangan yang sedikit berbeda dari ibu kebanyakan.

Tidak terbatas dua tahun, dia memilih menyusui kedua anaknya selama yang mereka mau. Ia juga dituduh melakukan pelecehan karena keputusannya itu. Saat ini, sang anak yang bernama Emilia berusia 4 tahun, dan Wrenly dua tahun. Ostroth tak pernah menyapih keduanya, sampai mereka memutuskan untuk berhenti menyusu dengan sendirinya.




Ostroth yang merupakan seorang konsultan laktasi ini mempraktikan natural term breastfeeding. Dia membiarkan anak-anak menyusu sesuai permintaan mereka. Wanita usia 34 tahun ini sudah menyusui selama 4 tahun. Anak pertamanya menyapih sendiri ketika ia hamil anak kedua.

Sekarang, Ostroth menyusui anak keduanya lebih dari 10 kali sehari. Tapi, setelah ia membagikan pengalamannya di media sosial Instagram, ia malah mendapat komentar jahat.

Ibu dua anak ini menerima ancaman pembunuhan dari netizen. Bahkan, ada netizen yang mengatakan kalau Ostroth hanya menyusui untuk keuntungannya sendiri.

"Saya meneruma banyak komentar negatif. Bahkan ancaman pembunuhan dan meminta agar saya bunuh diri," kata Ostroth dikutip dari The Sun.

Ostroth mendapatkan komentar jahat karena ia menyusui setelah anaknya sudah besar. Wanita ini mengaku, ia nyaman dengan menyusui dan ini adalah keputusan terbaik untuk keluarganya.

"Saya selalu merasa nyaman menyusui. Saya tahu ini adalah keputusan yang baik untuk keluarga saya," ujarnya.

Pakar Laktasi Ini Diancam Dibunuh Setelah Bagikan Pengalaman MenyusuiIlustrasi menyusui/ Foto: iStock

Meski Ostroth mendapat banyak ancaman dari netizen, beberapa orang memberi respon positif terhadap pengalaman yang ia bagikan di Instagram. Hal tersebut lah yang membuatnya terus menjalani ini. Ditambah lagi, ada beberapa ibu yang yakin untuk melanjutkan menyusui karena melihat Ostroth yang seorang konselor laktasi mempraktikkan menyapih alami.

Melalui Instagram-nya, Ostroth berusaha menginspirasi para ibu lain. Ia menunjukkan bahwa seharusnya mereka tidak merasa malu untuk melanjutkan menyusui.

"Saya berharap untuk bisa menyebarkan informasi tentang menyusui yang faktual," kata Ostroth.

Menurutnya, ibu yang menyapih alami melakukannya atas dasar manfaat fisik dan emosional. Ini bukan hanya untuk ibu, tapi juga untuk anak yang masih ingin menyusu.

"Itu tidak tabu, itu wajar dan tidak egois. Anak kami masih membutuhkan dan kami menanggapinya," kata Ostroth.

Menyusui hingga anak berusia di atas 2 tahun masih menjadi kontroversi di kalangan para ibu. Seperti yang dialami Ostroth, ibu yang menyusui hingga anaknya di atas usia 2 tahun kerap mendapat cibiran.

Sebenarnya, saat ini belum ada bukti yang memadai untuk merekomendasikan sampai kapan Bunda boleh menyusui. Tapi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) setuju bahwa menyusui harus dilanjutkan hingga dua tahun atau lebih.

Namun menurut ulasan BBC, mengutip pendapat dr Max Davie dari Royal College of Paediatrics dan Child Health, yang mengatakan tidak ada manfaat dari menyusui anak di atas usia dua tahun. Sebab, mereka sudah mendapatkan nutrisi dari makanan. Meski begitu, ada beberapa faktor lain terkait kenapa ibu mau lanjut atau berhenti menyusui.

Ibu biasanya mendapat dukungan dari keluarga dan teman, merasa nyaman dan percaya diri menyusui, sehingga memutuskan menyusui anaknya. Ada juga ikatan emosional yang dapat tercipta antara ibu dan anak.

Jadi, lanjut atau tidaknya menyusui setelah usia 2 tahun tergantung pada Bunda dan si kecil ya.

Pakar Laktasi Ini Diancam Dibunuh Setelah Bagikan Pengalaman Menyusui


Bunda, simak cerita Eriska Rein yang sempat drama ketika menyusui berikut ini yuk.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi