MENYUSUI
Alasan Semakin Sedikit Orang Korea Selatan yang Menyusui Anaknya, Ternyata...
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 11 Jan 2025 08:30 WIBKorea Selatan tidak saja memiliki angkat kelahiran yang rendah tetapi juga semakin sedikit ibu di Korea Selatan yang menyusui anaknya. Cari tahu alasannya yuk, Bunda.
Korea Selatan memiliki angka kelahiran terendah di dunia, dan terus menurun dari tahun sebelumnya. Angka yang dirilis sebelumnya berada di 8 persen, dan mengalami penurunan lagi pada tahun 2023 menjadi 0,72.
Jika tren ini berlanjut, populasi Korea diperkirakan akan berkurang setengahnya pada tahun 2100. Berbagai cara dilakukan pemerintah Korea, agar penduduknya mau hamil dan melahirkan anak. Dibutuhkan kenaikkan 2,1 persen agar populasi tetap stabil.
Secara global, negara-negara maju mengalami penurunan angka kelahiran, tetapi tidak ada yang seekstrem Korea Selatan, seperti dikutip dari laman Bbc.
Dalam waktu 50 tahun, jumlah penduduk usia kerja akan berkurang setengahnya, jumlah yang memenuhi syarat untuk mengikuti wajib militer negara itu akan menyusut hingga 58 persen, dan hampir setengah dari populasi akan berusia lebih dari 65 tahun.
Hal ini menjadi pertanda buruk bagi ekonomi, dana pensiun, dan keamanan negara sehingga para politisi menyatakannya sebagai "darurat nasional". Selama hampir 20 tahun, pemerintah berturut-turut telah menggelontorkan uang untuk mengatasi masalah tersebut.
Ibu menyusui juga mengalami penurunan di Korea Selatan
Tingkat kelahiran yang minim tentu membuat peran ibu menyusui semakin tak terlihat. Selain itu, banyaknya ibu bekerja juga mendorong fakta menyedihkan yang terjadi di Korea Selatan, yakni semakin sedikitnya orang yang menyusui anaknya.
Proporsi bayi Korea yang disusui oleh ibu mereka enam bulan setelah lahir turun dari 66 persen pada tahun 2010-2012 menjadi 34 persen pada tahun 2019-2020, menurut sebuah studi yang dirilis The Journal of Korean Medical Science.
Peneliti Chang Ju-young dan Oh So-hee dari Boramae Medical Center di Seoul dan Hong Jea-na dari Kangwon National University menemukan bahwa angka tersebut turun dari 65,9 persen selama periode tersebut menjadi hanya 33,6 persen. Itu termasuk ibu yang menggunakan campuran ASI dan susu formula.
Rasio ibu yang hanya memberi anak mereka ASI turun paling tajam dari 42,8 persen menjadi 13,1 persen. Perkembangan ini bertolak belakang dengan tren global, di mana pemberian ASI semakin didorong karena manfaatnya yang sangat besar bagi kesehatan anak dan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, rata-rata global adalah 41 persen pada tahun 2017.
ASI terbukti lebih baik untuk bayi baru lahir karena mengandung campuran nutrisi penting yang seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan antibodi yang mendukung sistem kekebalan tubuh bayi.
Bayi yang disusui dilaporkan memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit seperti dermatitis atopik, asma, dan obesitas dibandingkan dengan mereka yang diberi susu formula. Selain itu, bayi yang disusui cenderung memiliki perkembangan otak yang lebih cepat.
Menyusui juga bermanfaat bagi ibu. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih rendah terkena kondisi seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan kanker payudara. Proses menyusui juga dapat meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi.
WHO and the American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, diikuti dengan pemberian ASI berkelanjutan beserta makanan pendamping hingga 1-2 tahun, yang memang merupakan tantangan berat bagi banyak ibu menyusui.
Alasan utama penurunan angka tersebut di Korea adalah meningkatnya jumlah ibu yang bekerja dan kurangnya kesadaran untuk memberikan ASI pada bayi. Selain itu, minimnya fasilitas seperti ruang menyusui yang tenang semakin memengaruhi keputusan mereka untuk tidak menyusui di tempat umum, seperti dikutip dari laman Chosun.
Seorang ibu pekerja berusia 30 tahun yang memiliki bayi berusia lima bulan berkata, "Saya hanya mengambil cuti selama tiga bulan setelah melahirkan karena saya ingin mengambil cuti pengasuhan anak saat anak saya masuk sekolah dasar. Saya bekerja di perusahaan kecil, jadi tidak ada ruang menyusui, jadi saya harus pergi ke toserba dekat kantor setiap tiga hingga empat jam dengan membawa pompa ASI dan kompres es."
Jung Yoo-mi, mantan kepala the Academy of Breastfeeding Medicine Korea mengatakan, "Sulit bagi bayi dan ibu untuk bersama 24 jam sehari, tetapi sangat penting untuk membentuk ikatan melalui menyusui. Klinik kebidanan dan pusat perawatan pasca persalinan harus menyiapkan lebih banyak ruang menyusui dan membantu ibu belajar cara menyusui bayinya."
Demikian ulasan mengenai alasan menurunnya para ibu menyusui di Korea Selatan. Selain dipengaruhi oleh jumlah kelahiran yang juga menurun, minimnya dukungan bagi ibu menyusui di tempat kerja dan fasilitas umum, membuat mereka memilih untuk tidak memberikan ASI pada anaknya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Sukses ASI Eksklusif Bagi Bunda yang Bekerja
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pujian John Legend untuk Istri yang Prioritaskan Kebutuhan Anak
Pengalaman Buruk Ibu Menyusui tentang Pemakaian CCTV
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
TERPOPULER
Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari
Kisah Rossa Adopsi Anak Perempuan, Yoyo Padi Bersedia Jadi Figur Ayah
Deretan Anak Artis Sekolah PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau
Resep Soto Ayam Bening yang Lezat, Nikmat Disantap Hangat
Cuti Tahunan Berkurang Jika Karyawan Mangkir, Bolehkah Perusahaan Melakukannya?
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari
Deretan Anak Artis Sekolah PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau
Cuti Tahunan Berkurang Jika Karyawan Mangkir, Bolehkah Perusahaan Melakukannya?
Kisah Rossa Adopsi Anak Perempuan, Yoyo Padi Bersedia Jadi Figur Ayah
Belanja Jadi Makin Seru, Ajak Si Kecil Eksplorasi 6 Dunia Menarik di Lilla WonderWorld
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Banyak Abu Vulkanik di Luar? Ini Cara Bersihin Wajah yang Benar
-
Beautynesia
4 Cara Mengenali Orang yang Tidak Mampu Berpikir Kritis dari Ucapan Sehari-hari
-
Female Daily
Adidas Originals Sport: Koleksi Baju Olahraga yang Bikin Workout Makin Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Irina Shayk di Venice, Pakai Gaun Cut-out Dolce & Gabbana
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Body Lotion Bayi dan Anak, Favorit para Mommies di 2026