MENYUSUI
Apakah Ibu Penderita Cacar Air Bisa Tetap Menyusui? Simak Tips Amannya
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Minggu, 31 Aug 2025 08:30 WIBMasih aktif menyusui dan terkena cacar rasanya nano-nano banget ya, Bunda. Lantas, bagaimana nasib menyusui Si Kecil ya? Apakah ibu penderita cacar air bisa tetap menyusui?
Cacar air bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Penyakit ini adalah penyakit virus, dan antibiotik tidak diperlukan kecuali terdapat infeksi bakteri sekunder, yang dapat menimbulkan gejala seperti pembengkakan, rasa hangat, kemerahan, nyeri, atau nanah.
Guna mencegah infeksi dari lepuh cacar air yang pecah, disarankan para penderitanya untuk mengoleskan larutan seperti metilen biru, eosin merah, atau potassium permanganate. Guna mendukung pemulihan, pasien harus mengonsumsi nutrisi yang cukup, istirahat yang cukup, dan mengenakan pakaian yang longgar dan ringan. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dua kali sehari dan mandi air hangat setiap hari di ruangan tertutup guna membantu pemulihan.
Mengenal cacar air dan penularannya
Cacar air ditularkan melalui droplet yang terhirup, kontak langsung dengan cairan di dalam vesikel, dan juga melalui plasenta. Pada bayi di atas usia 3 minggu, kondisi ini ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Biasanya, dibutuhkan masa inkubasi selama 14-16 hari setelah paparan seperti dikutip dari laman Breastfeeding Network.
Perlu Bunda ketahui, masa paling menular dari cacar air yakni 1-2 hari sebelum ruam muncul. Tetapi, masa tersebut bisa berlanjut hingga semua lesi berkerak (biasanya sekitar 5 hari setelah ruam muncul). Selama masa ini, siapa pun yang terkena cacar air harus menghindari kontak dengan beberapa kategori berikut:
1. Orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh
2. Ibu hamil
3. Bayi berusia 4 minggu atau kurang
Bila ibu menyusui terkena cacar air
Bayi baru lahir sedianya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sangat rentan terhadap infeksi ya, Bunda, terutama dari orang yang merawatnya. Ketika ibu terkena cacar air diperlukan masa inkubasi sekitar 2-3 hari sebelum munculnya lepuh. Ini merupakan waktu yang paling menular, diikuti sekitar dua minggu saat lepuh berkembang.
Meski demikian, ibu yang terjangkit cacar air dapat menyusui seperti biasa. Vesikel pada payudara harus ditutup untuk meminimalkan risiko penularan virus di dalam vesikel. Jika gejala cacar air muncul pada ibu kurang dari lima hari sebelum dan dua hari setelah melahirkan, bayi harus segera diperiksa oleh dokter dan harus menerima imunoglobulin VZ dan asiklovir IV.
Idealnya, ibu menyusui yang menderita cacar air sebaiknya memang perlu menghindari menyusui langsung untuk mencegah penularan penyakit pada bayinya. Namun, jika tidak memungkinkan, mereka juga bisa menyusui seperti biasa dengan memperhatikan panduan aman dan melakukan tindakan pencegahan ekstra. Perhatikan beberapa hal berikut ini untuk tindakan yang lebih aman saat menyusui dengan kondisi cacar air:
1. Jika seorang ibu menderita cacar air stadium awal, ia harus memerah ASI agar orang lain dapat menyusui bayinya. Bayi idealnya tidur di kamar terpisah dan diisolasi dari ibu untuk mengurangi paparan. Karena sistem kekebalan tubuh mereka lemah, mengambil tindakan pencegahan sangatlah penting.
2. Jika bayi menolak botol dan bersikeras menyusu langsung, ibu perlu mengenakan masker, meminimalkan berbicara, dan membatasi kontak fisik untuk mengurangi penyebaran droplet. Ia harus mencegah bayi menyentuh atau menggosok lepuh, karena lepuh yang pecah bisa mengeluarkan cairan yang dapat menginfeksi bayi.
3. Bayi harus tidur terpisah dari ibu
4. Batasi percakapan dengan bayi atau kenakan masker untuk mencegah droplet keluar seperti dikutip dari laman Vinmec.
5. Berhati-hatilah untuk memastikan bayi tidak menggosok lepuh karena hal ini dapat menyebabkan infeksi
6. Potong kuku bayi untuk mencegah garukan yang dapat menyebabkan lepuh pecah dan menyebarkan infeksi
7. Lakukan pencegahan terbaik bagi ibu dengan mendapatkan vaksinasi cacar air sebelum memiliki anak
Bisakah terjadi penularan virus cacar air melalui ASI?
Sejauh ini, belum ditemukan adanya bukti bahwa virus varicella zoster dalam ASI dari dua ibu yang menderita cacar air. Satu kasus dugaan penularan melalui ASI memang dilaporkan, tetapi bisa juga ini dikarenakan tertular melalui droplet atau kontak dengan isi vesikel.
Dengan alasan tersebut, tidak ada alasan untuk mencegah pemberian ASI normal meskipun lesi pada payudara harus ditutup hingga berkerak. Hal ini guna meminimalisir penularan lebih lanjut pada bayi ketika mereka sedang menyusu pada ibunya.
Pengobatan cacar air
Cacar air biasanya muncul dengan disertai beberapa gejala khas seperti demam ringan, sakit kepala, dan perasaan tidak enak badan secara umum sebelum ruam muncul.
Bunda yang mengalami hal tersebut, ada baiknya segera mengambil tindakan perawatan dan pengobatan. Bunda bisa mengonsumsi parasetamol 2x500 mg empat kali sehari, minum dan istirahat cukup, menggunakan losion kalamin untuk meredakan gatal, mandi dengan sodiu bicarbonate atau oatmeal, atau gunakan Chlorpheniramine jika gatal tak tertahankan.
Sebaiknya, jangan mengonsumsi ibuprofen atau obat nonsteroid lainnya karena dapat meningkatkan risiko infeksi kulit dan jaringan lunak yang parah. Dokter mungkin akan meresepkan acyclovir 800mg lima kali sehari jika Bunda diperiksa dalam waktu 24 jam setelah ruam muncul.
Hal ini dapat mengurangi waktu hingga lesi mengeras sepenuhnya dan mengurangi jumlah lesi. Jika Bunda menemui dokter lebih dari 24 jam setelah ruam muncul, tidak ada perbedaan signifikan yang ditunjukkan dalam waktu hingga lesi mengeras sepenuhnya atau waktu hingga lesi baru menghilang. Obat acyclovir bisa menjadi pilihan karena menjadi salah satu obat yang aman dikonsumsi saat menyusui.
Selain pengobatan melalui obat-obatan, jagalah selalu kebersihan tubuh termasuk menjaga kuku tetap pendek untuk meminimalkan kerusakan akibat garukan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab Produksi ASI Berlebih & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Ini Alami Penyakit Langka karena Menyusui, Nyeri saat Bersin dan Kini Pakai Alat Bantu Jalan
Benarkah Bunda dengan Ekonomi Mapan Cenderung Lebih Sukses Menyusui?
Penting! 6 Tips Menyusui untuk Ibu Baru, Bunda Perlu Tahu
Tips Nyaman Menyusui di Tempat Umum
TERPOPULER
Cara Membuat Pizza Teflon Roti Tawar, Enak dan Anti Gagal
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
Cara Mengenali Orang Bisa Jadi Pendengar yang Baik dari Kebiasaannya
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang Bisa Jadi Pendengar yang Baik dari Kebiasaannya
Cara Membuat Pizza Teflon Roti Tawar, Enak dan Anti Gagal
500 Contoh Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia dan Jenisnya
Fakta di Balik Foto Baby Bump Zendaya yang Viral dan Picu Rumor Hamil
Kaba Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Operasi Hidung karena Radang dan Alergi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
SK-II Gentle Cleanser Mengandung Pitera, Worth It atau Cuma Gimmick?
-
Beautynesia
5 Rahasia Kulit Glowing yang Sering Dilakukan Perempuan Mapan dalam Rutinitas Harian
-
Female Daily
Inspirasi Fashion ala CORTIS yang Bisa Kamu Tiru untuk Tampil Edgy dan Fashionable
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Review Tinted Lip Balm High-end vs Drugstore, Ini Perbedaannya
-
Mommies Daily
9 Hotel Ramah Anak untuk Solo Traveling Bareng Anak, Ada Kids Club