MENYUSUI
Bunda Ini Tolak Berikan ASI Perah untuk Adiknya yang Kesulitan Menyusui
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Rabu, 18 Feb 2026 09:10 WIBDalam dunia parenting, isu seputar berbagi ASI perah (ASI perah/donor breastmilk) sering jadi topik hangat. Baru-baru ini, dikutip dari SheKnows Parenting, keputusan seorang Bunda untuk menolak memberikan ASI perah (ASIP) kepada adiknya sendiri memicu perbincangan hangat.
Banyak yang mengira berbagi ASI antar saudara adalah hal wajar, apalagi jika sama-sama keluarga dekat. Namun, kisah ini menunjukkan bahwa urusan menyusui tak sesederhana itu.
Dalam cerita tersebut, sang Bunda memiliki stok ASI perah yang cukup banyak hasil memerah dari produksi ASI-nya sendiri. Ia memulai dengan menjelaskan bahwa ia melahirkan bayi yang meninggal saat lahir lima minggu lalu dan saudara perempuannya melahirkan bayi laki-laki yang sehat empat minggu lalu.
Ketika adiknya yang baru saja melahirkan mengalami kesulitan menyusui, sang adik pun meminta ASI perah kakaknya sebagai solusi agar bayinya tetap mendapat nutrisi ibu. Namun, sang Bunda memilih untuk menolak permintaan tersebut bukan karena ia tidak peduli, tetapi karena beberapa alasan yang cukup kuat dan membuat warganet di Reddit ramai membahasnya.
Alasan penolakan yang dipahami banyak orang
Bunda tersebut menegaskan bahwa keputusannya bukan karena ego atau tidak peduli, melainkan karena beberapa pertimbangan penting, antara lain:
1. Kesehatan dan keamanan bayi
ASI memang makanan terbaik untuk bayi, tetapi proses donor ASI tidak bisa sembarangan. Ada risiko penularan penyakit tertentu jika ASI tidak melalui proses skrining medis yang tepat.
2. Kondisi fisik dan mental
Memerah ASI membutuhkan tenaga, waktu, dan komitmen ekstra. Sang Bunda mengaku tengah kewalahan menjaga keseimbangan mentalnya sehingga dirinya merasa terbebani dengan permintaan adiknya.
3. Tak ingin menjadi ketergantungan
Ia khawatir pemberian ASIP justru membuat adiknya semakin tertekan dan merasa 'gagal' menyusui, alih-alih mendapat dukungan untuk mencari solusi jangka panjang bersama tenaga medis.
4. ASI ibu adalah hak bayi
Menurutnya, ASI yang diproduksi tubuhnya adalah kebutuhan utama untuk bayinya sendiri, terutama di masa awal kehidupan.
Reaksi netizen: Beragam dan emosional
Banyak sekali komentator Reddit yang membanjiri platform tersebut untuk meyakinkannya bahwa dia tidak salah. Banyak orang menekankan bahwa dia telah mengalami kehilangan yang traumatis dan ini bukanlah cara yang tepat untuk memperlakukannya.
“Saya sangat menyesal atas kehilangan tragis Anda. Saya benar-benar terkejut betapa egois dan tidak pengertiannya saudara perempuan Anda,” tulis seseorang.
“Anda baru saja mengalami mungkin salah satu hal terburuk yang dapat dialami manusia. Kehilangan, trauma, dan kesedihan karena bayi lahir mati adalah rasa sakit yang tak terbayangkan yang bahkan tidak dapat saya bayangkan. Keluarga seharusnya mendukung Anda dan suami! Astaga! Anda berhak melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk mencoba bertahan hidup saat ini,” tulis lainnya.
“Anda seharusnya tidak dipaksa untuk melanjutkan produksi ASI kemudian memompa ASI ketika ini adalah saatnya berduka. Anda cukup baik untuk melanjutkan selama 2 minggu tambahan, dia perlu bersyukur dan melanjutkan hidup,” ujar seseorang.
Yang lain mencatat betapa sulit dan memakan waktu memompa ASI dan betapa tidak adilnya mengharapkan orang lain untuk melakukan pekerjaan itu.
“Saya melakukannya selama 6 bulan untuk bayi saya, saya tidak akan melakukannya untuk keponakan,” kata seseorang.
“Maaf, tapi tidak. Sepanjang hari dihabiskan untuk memompa, mencuci peralatan, dll. Belum lagi mastitis dan semua hal menyenangkan lainnya. Ini juga alasan mengapa saya berhenti meskipun saya bisa memompa lebih lama. Kakaknya benar-benar menyebalkan,” ujar lainnya.
Fakta medis: Donor ASI tidak sembarangan
Di balik perdebatan emosional tersebut, para ahli menegaskan bahwa donor ASI memang tidak bisa dilakukan sembarangan. ASI merupakan cairan biologis yang dapat membawa virus, bakteri, atau zat tertentu dari tubuh ibu ke bayi penerima.
U.S. Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan bahwa pemberian ASI dari individu lain tanpa proses skrining medis berisiko menularkan penyakit seperti HIV atau hepatitis, serta risiko kontaminasi akibat penyimpanan yang tidak aman. Oleh karena itu, FDA tidak merekomendasikan donor ASI informal tanpa pengawasan medis.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menekankan bahwa donor ASI sebaiknya dilakukan melalui bank ASI resmi, di mana pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan dan ASI diproses dengan standar keamanan tertentu, termasuk pasteurisasi.
Para pakar menyarankan ibu yang kesulitan menyusui untuk terlebih dahulu mendapatkan pendampingan konselor laktasi, karena banyak masalah menyusui sebenarnya bisa diatasi dengan dukungan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ukuran Payudara & Puting Pengaruhi Produksi ASI? Simak Faktanya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Berapa Lama ASI Bertahan di Suhu Ruang & Penyimpanan Lainnya? Ini Jawaban Lengkapnya
Perlukah Mencatat Waktu atau Jam Perah pada Kantong ASI?
Ketahui Ketahanan ASI di Setiap Tempat Penyimpanan dari Chiller, Freezer, hingga Suhu Ruangan
4 Alasan ASI Donor untuk Bayi Prematur Wajib Dipasteurisasi
TERPOPULER
Bolehkah Anak-anak Membolos Sekolah untuk Diajak Liburan? Ini Kata Pakar
Ini 5 Tipe Pria yang Paling Tak Disukai Perempuan
Potret Terbaru Nadia Saphira Pemain Series 'AADC', Kini Sedang Hamil Anak Kedua
5 Resep Takoyaki ala Street Food Jepang, Mudah dan Anti Gagal untuk Bekal Anak
10 Kebiasaan Kecil yang Bisa Melatih Otak agar Lebih Bahagia
REKOMENDASI PRODUK
3 Rekomendasi Baju Anak Perempuan yang Terinspirasi dari Para Pemeran Na Willa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kompor Listrik yang Awet dan Cocok untuk Dapur Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak, Sudah Coba Bunda?
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Perempuan Selalu Nonton Video di HP Sebelum Tidur
25 Rekomendasi Menu Makan Siang yang Semua Enak untuk Disantap di Kantor & Rumah
Bolehkah Anak-anak Membolos Sekolah untuk Diajak Liburan? Ini Kata Pakar
5 Resep Takoyaki ala Street Food Jepang, Mudah dan Anti Gagal untuk Bekal Anak
Ini 5 Tipe Pria yang Paling Tak Disukai Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Hindari Silent Treatment, Faby Marcelia Perbaiki Komunikasi sama Pacar
-
Beautynesia
Tanpa Drama, 5 Cara Menghindari Overthinking dalam Hubungan agar Tetap Harmonis
-
Female Daily
5 Tips Gym untuk Pemula Biar Nggak Bingung dan Hasilnya Lebih Maksimal!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Mahalini Liburan di Jepang, Padu Padan Rok & Celana Pendek yang Stylish
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: OST Film Para Perasuk hingga Toko Baru ATSIRI di PIM 5