menyusui

4 Alasan ASI Donor untuk Bayi Prematur Wajib Dipasteurisasi

Muhayati Faridatun Jumat, 13 Dec 2019 11:07 WIB
4 Alasan ASI Donor untuk Bayi Prematur Wajib Dipasteurisasi
Jakarta - Bayi yang terlahir prematur biasanya membutuhkan perawatan intensif. Bagi Bunda yang membutuhkan ASI donor, sebaiknya perhatikan beberapa hal penting berikut.

Dikutip dari Mayo Clinic, kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi tiga minggu lebih awal dari tanggal perkiraan kelahiran bayi. Dengan kata lain, kelahiran prematur adalah kelahiran sebelum usia 37 minggu kehamilan.


Bayi prematur, terutama yang lahir sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya, komplikasi pada bayi prematur bervariasi. Dijelaskan, semakin dini bayi Bunda lahir, semakin tinggi juga risiko komplikasi.


Terlepas dari kondisi tersebut, bayi yang terlahir prematur juga membutuhkan ASI. Tapi, jika Bunda tidak bisa memberikan ASI dan memutuskan untuk mencari ASI donor, banyak hal yang harus diperhatikan.

"Berbeda dengan ASI perah yang dapat diberikan langsung kepada bayi, ASI donor harus melalui proses pasteurisasi sebelum diberikan pada bayi" ungkap Dr. dr.Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), dalam buku ASI untuk Bayi Prematur.

ASIPASIP/ Foto: iStock

Diketahui, pasteurisasi adalah proses pemanasan yang bertujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, serta memperlambat pertumbuhan mikroba. Nah, Bunda, berikut empat alasan ASI donor wajib melalui proses pasteurisasi:

1. Setelah syarat donor ASI terpenuhi, tahap seleksi risiko infeksi berikutnya adalah pasteurisasi ASI donor.

2. Pasteurisasi bertujuan sebagai metode seleksi lanjut guna mencegah transmisi bakteri dan virus tertentu (termasuk HIV), meskipun ibu pendonor telah dipastikan sehat melalui screening untuk memberikan ASI donor.

3. Pasteurisasi diharapkan menurunkan risiko penularan infeksi bakteri atau virus tertentu, tanpa merusak komponen nutrisi dan zat kekebalan tubuh dalam ASI.

4. Pasteurisasi juga dianjurkan apabila ASI berasal dari ibu yang mengalami peradangan payudara (mastitis) dan luka atau perdarahan puting.

Lalu bagaimana proses pasteurisasi ASI donor dilakukan? Yang pasti, siapa pun yang akan melakukan pasteurisasi harus selalu mencuci tangan lebih dahulu. Bunda, simak ya tiga metode pasteurisasi berikut:

1. Pasteurisasi Holder

Metode ini umum diterapkan pada bank ASI donor dengan menggunakan unit khusus (unit pasteurisasi Holder) untuk memanaskan ASI pada suhu 62,5 derajat Celsius selama 30 menit.

2. Pasteurisasi Flash-heating

Metode ini bisa dilakukan dengan menggunakan peralatan yang tersedia di rumah. Caranya, letakkan wadah kaca yang berisi ASI Perah (ASIP) cair sebanyak 50 - 150 ml di dalam panci aluminium 1 liter. Tuang air dingin ke dalam panci hingga 2 cm lebih tinggi dari batas ASI dalam wadah kaca.

Buka penutup wadah kaca yang berisi ASIP tersebut dan didihkan air di dalam panci. Bila timbul gelembung air, pindahkan wadah kaca secepatnya dari panci.

Tutup wadah kaca dengan penutup yang bersih, lalu letakkan wadah tersebut pada mangkuk berisi air dingin. Setelah dingin, ASIP bisa langsung diberikan kepada bayi atau disimpan dalam lemari es.


3. Pasteurisasi Pretoria

Metode ini juga sangat mudah dilakukan di rumah. Caranya, letakkan wadah kaca berisi ASIP cair sebanyak 50 - 150 ml di dalam panci aluminium 1 liter.

Tutup wadah kaca, lalu tuangkan air mendidih ke dalam panci hingga 2 cm dari bibir panci. Pemberat dapat diletakkan di atas wadah kaca dan biarkan selama 20 - 30 menit.

Pindahkan wadah kaca dari panci, lalu buka penutup wadah untuk mendinginkan ASIP. Setelah dingin, ASIP bisa langsung diberikan pada bayi atau disimpan dalam lemari es.

Nah, buat Bunda yang sedang mencari pompa ASI, bisa tebus murah seharga Rp18 ribu lho. Yuk langsung klik di sini.

Simak juga tips membuat bayi sendawa setelah menyusu, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi