HaiBunda

MENYUSUI

Sepele tapi Menunda Mencuci Pompa ASI Ternyata Membahayakan Bayi Lho

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Mar 2026 06:40 WIB
Sepele tapi Menunda Mencuci Pompa ASI Ternyata Membahayakan Bayi Lho/Foto: Getty Images/iStockphoto/Shavel Ludmila
Jakarta -

Pompa ASI terdiri dari beberapa komponen, ada yang kecil dan ada yang besar. Setiap komponen pada pompa ASI tentu harus selalu dibersihkan, sebab sisa ASI yang tertinggal bisa memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi pada bayi.

Membersihkan pompa ASI memang tidak selalu mudah, Bunda. Apalagi, menunda mencuci pompa ASI bisa menyebabkan infeksi bakteri pada bayi. Maka dari itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merilis sebuah pedoman khusus mengenai pencucian pompa ASI dengan baik dan benar.

Dalam pedoman tersebut, CDC menegaskan agar setiap komponen pompa ASI harus segera dicuci atau disanitasi setelah digunakan, baik dengan mesin pencuci piring ataupun secara manual dengan tangan dan baskom khusus.


Saat pedoman ini dirilis, tidak sedikit ibu menyusui yang bekerja merasa terkejut dan keberatan. Pasalnya, kebanyakan ibu yang bekerja hanya sempat membersihkan pompa ASI secara singkat atau menyimpannya di lemari es kantor.

Meski begitu, CDC menekankan bahwa pedoman tersebut dibuat demi alasan keselamatan dan kesehatan bayi. Potensi bayi terpapar infeksi bakteri sangat besar apabila Bunda tidak membersihkan pompa ASI yang telah digunakan dengan benar, apalagi menunda mencuci pompa ASI.

Kasus infeksi akibat menunda mencuci pompa ASI

Standar sanitasi dan kebersihan yang ketat ini diluncurkan CDC setelah ditemukan adanya kasus bayi prematur yang mengalami infeksi serius akibat paparan bakteri dari pompa ASI yang tidak dibersihkan dengan segera.

Melansir dari laman Motherly, bayi prematur tersebut jatuh sakit ketika usianya menginjak tiga minggu. Hasil pemeriksaan menemukan adanya paparan bakteri langka, Cronobacter sakazakii, dalam cairan tulang belakangnya.

CDC kemudian mencari asal-usul munculnya bakteri tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata bakteri langka ini juga terdapat pada sampel ASI beku milik sang ibu serta pada saluran pembuangan wastafel dapur di rumahnya.

Ternyata, sang ibu diketahui merendam komponen-komponen pompa ASI di wastafel yang berisi air sabun selama berjam-jam. Namun, komponen-komponen tersebut tidak disikat sebelum dibilas dan bahkan juga tidak disanitasi setelah dibilas.

Temuan inilah yang mendorong CDC menyusun pedoman pembersihan pompa ASI yang lebih rinci dan berbasis bukti ilmiah. Kasus ini menjadi bukti bahwa menunda mencuci pompa ASI bisa berdampak serius pada kesehatan bayi.

“Kami mendapati bahwa panduan yang tersedia masih terbatas dan belum banyak yang disusun berdasarkan bukti ilmiah terbaik. Oleh sebab itu, CDC mengembangkan pedomannya sendiri,” kata salah satu petugas medis CDC, Dr. Anna Bowen.

Membersihkan pompa ASI bisa menyesuaikan kondisi

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, perilisan pedoman tersebut menuai beragam respons, terutama bagi ibu yang bekerja. Menurut mereka, rasanya sedikit sulit untuk memenuhi standar tersebut setiap hari.

Menanggapi hal ini, Kepala Neonatologi Anak dan Profesor Pediatri di Fakultas Kedokteran UC Davis, Mark A. Underwood, menyampaikan bahwa pedoman tersebut diprioritaskan untuk bayi lahir prematur atau bayi dengan sistem imun lemah. Sementara bagi bayi yang sehat, sanitasi tidak perlu dilakukan begitu ekstrem.

Profesor Underwood menyarankan agar ibu menyesuaikan cara membersihkan pompa ASI dengan kondisi masing-masing. Menurutnya, pedoman seperti ini dibuat sebagai standar pencegahan risiko terburuk, Bunda. Meski begitu, sanitasi yang berlebihan juga tidak selalu baik.

“Sanitasi yang berlebihan justru dapat berdampak kurang baik bagi sebagian besar bayi yang sehat. Hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko alergi dan penyakit autoimun di kemudian hari,” kata Profesor Underwood.

Pompa ASI/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Hal yang perlu diperhatikan bagi ibu menyusui yang bekerja

Pihak CDC pun merespons pro dan kontra yang diungkapkan para ibu menyusui yang bekerja. Dinyatakan bahwa menyimpan komponen pompa ASI di kulkas pada jeda antar sesi pumping mungkin tidak menjadi masalah selama alat tidak terkontaminasi.

Namun, membersihkan pompa ASI setelah digunakan menjadi langkah yang paling aman. CDC tidak merekomendasikan penggunaan tisu pembersih pompa ASI sebagai metode pembersihan, sebab penggunaan tisu tidak mampu menjangkau seluruh area pada komponen tersebut.

Sebisa mungkin bersihkan pompa ASI dengan air mengalir dan sabun. Spesialis Urusan Publik CDC, Brittany Behm, turut menekankan kepada perusahaan atau tempat kerja untuk menyediakan fasilitas dan kebijakan yang ideal serta sesuai standar CDC bagi ibu menyusui.

Demikian informasi mengenai alasan kita tidak boleh menunda mencuci pompa ASI. Semoga menambah pengetahuan dan bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Dukung ASI, Negara Ini Tertibkan Iklan Susu Formula

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Maissy Eks Artis Cilik Beri Tanggapan Soal Isu yang Menimpa Rumah Tangganya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

4 Zodiak yang Dikenal Introvert, Misterius dan Sulit Ditebak

Mom's Life Amira Salsabila

Daftar Nama Bayi Terinspirasi dari Musim dan Artinya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

7 Ide Mainan Anak Dibawa saat Perjalanan Mudik Lebaran

Parenting Tim HaiBunda

Kisah Amelia, Janin yang Lahir dengan Hydrops Fatal Kini Tumbuh Sehat

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Maissy Eks Artis Cilik Beri Tanggapan Soal Isu yang Menimpa Rumah Tangganya

Ramai Sepekan: Kabar Duka Vidi Aldiano Meninggal Dunia hingga Aldi's Burger Jadi Sorotan

7 Ide Mainan Anak Dibawa saat Perjalanan Mudik Lebaran

Daftar Nama Bayi Terinspirasi dari Musim dan Artinya

4 Zodiak yang Dikenal Introvert, Misterius dan Sulit Ditebak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK