Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Kisah Ibu Menyusui Mengira Alami Saluran ASI Tersumbat, Ternyata Terkena Kanker Stadium 4

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jun 2026 09:10 WIB

Kanker payudara pada ibu menyusui
Kanker payudara pada ibu menyusui/ Foto: Getty Images/NoSystem images
Daftar Isi

Masa menyusui sering kali diwarnai berbagai perubahan pada payudara, mulai dari pembengkakan, nyeri, hingga saluran ASI tersumbat. Karena itu, banyak Bunda menganggap keluhan pada payudara saat menyusui sebagai hal yang normal. Memang benar, benjolan, rasa nyeri, dan payudara terasa penuh sering kali memang berkaitan dengan produksi ASI. Namun, tidak semua benjolan saat menyusui disebabkan oleh laktasi.

Seperti kisah seorang ibu menyusui ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua benjolan atau nyeri payudara berkaitan dengan produksi ASI. Apa yang awalnya ia kira sebagai saluran ASI tersumbat ternyata merupakan tanda kanker payudara stadium 4. Berikut kisahnya dikutip dari Dublinlive.

Awalnya dianggap masalah menyusui biasa

Muireann McColgan, 39, menemukan benjolan di payudara kirinya ketika usia kehamilannya 31 minggu pada Agustus 2023. Karena konteksnya adalah masa laktasi, ia mengira benjolan itu hanyalah saluran ASI tersumbat atau mastitis, kondisi yang memang sering terjadi pada ibu menyusui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia mencoba langkah-langkah yang lazim dilakukan untuk keluhan laktasi, seperti menyusui lebih sering, pijatan lembut, dan kompres hangat. Namun benjolan tidak menghilang. Ketika ukuran dan keluhan tidak membaik, ia akhirnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Ia pergi ke dokter umum, yang mengatakan kemungkinan itu adalah mastitis, saluran ASI yang tersumbat. Namun, empat minggu kemudian, Muireann sedang menjalani pemeriksaan prenatal ketika seorang bidan memperhatikan benjolan tersebut dan merujuknya ke Rumah Sakit St. Vincent untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Muireann dijadwalkan untuk mammogram tetapi mengalami persalinan sehari sebelumnya dan melahirkan putrinya, Aobh, yang sekarang berusia dua tahun, pada 7 Oktober 2023. 

Diagnosis yang mengejutkan

Pemeriksaan lanjutan, termasuk evaluasi spesialis dan tes diagnostik, menunjukkan bahwa benjolan tersebut bukan sekadar sumbatan saluran ASI. Ia didiagnosis menderita kanker payudara stadium 4, artinya penyakit telah menyebar ke bagian tubuh lain. Ia diberitahu bahwa ia harus menjalani biopsi untuk mengetahui stadium kankernya.

"Saya sangat terkejut. Saya tidak tahu harus berbuat apa, saya benar-benar ketakutan,” kata ibu satu anak yang berprofesi sebagai koki tersebut.

“Saya memiliki bayi kecil dan mereka baru saja memberi tahu saya bahwa saya menderita penyakit mematikan. Rasanya sangat tidak nyata. Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana saya bisa melewatinya," lanjutnya.

Kisah ini sering dibagikan sebagai contoh bagaimana perubahan payudara pada masa menyusui dapat membuat tanda-tanda kanker lebih sulit dikenali. Kepadatan jaringan payudara meningkat selama kehamilan dan menyusui, sehingga sebagian perempuan mengira benjolan adalah bagian normal dari proses laktasi.

Mengapa kanker payudara bisa "tersembunyi" saat menyusui?

Kanker payudara terkadang lebih sulit dikenali selama masa menyusui karena payudara mengalami banyak perubahan alami akibat pengaruh hormon dan produksi ASI. Akibatnya, gejala kanker sering menyerupai masalah menyusui yang umum terjadi, seperti saluran ASI tersumbat atau mastitis.

Menurut ulasan yang diterbitkan dalam Pregnancy-Associated Breast Cancer: A Diagnostic and Therapeutic Challenge(2023), perubahan anatomi dan fungsi payudara selama kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan tanda-tanda awal kanker payudara tertutupi. Kondisi ini membuat diagnosis sering terlambat karena benjolan atau perubahan pada payudara dianggap sebagai bagian normal dari proses laktasi. 

Berikut beberapa alasan tanda kanker payudara terlambat diketahui:

Payudara menjadi lebih padat

Selama menyusui, jaringan payudara dipenuhi kelenjar penghasil ASI dan cairan susu sehingga terasa lebih padat. Kepadatan ini dapat menyulitkan ibu maupun dokter dalam mendeteksi benjolan abnormal melalui pemeriksaan fisik maupun pencitraan. 

Gejala mirip saluran ASI tersumbat atau mastitis

Sebagian besar kanker payudara yang muncul saat kehamilan atau masa menyusui (pregnancy-associated breast cancer/PABC) pertama kali terlihat sebagai benjolan yang menetap. Namun, benjolan tersebut sering disalahartikan sebagai saluran ASI tersumbat atau infeksi payudara karena gejalanya mirip, seperti nyeri, bengkak, atau kemerahan. 

Banyak kasus terdiagnosis pada stadium lanjut

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Breast Care menemukan bahwa 40 persen pasien kanker payudara terkait kehamilan mengalami keterlambatan diagnosis. Penyebab paling umum adalah gejala yang dianggap sebagai perubahan normal selama kehamilan atau menyusui. Dalam penelitian tersebut, 75 persen pasien baru terdiagnosis saat kanker sudah berada pada stadium III atau IV. 

Temuan serupa juga dilaporkan dalam tinjauan ilmiah yang diterbitkan di Journal of Breast Imaging. Para peneliti menyebutkan bahwa keterlambatan diagnosis sering terjadi karena perubahan fisiologis pada payudara dapat menyamarkan tanda-tanda kanker, sehingga pemeriksaan lebih lanjut baru dilakukan setelah gejala menetap atau memburuk. 

Tanda yang tidak boleh diabaikan

Kisah dari Dublin Live bukan berarti setiap saluran ASI tersumbat adalah kanker. Sebagian besar kasus memang berkaitan dengan laktasi dan membaik dengan penanganan yang tepat.

Karena itu, para ahli menyarankan agar setiap benjolan yang tidak membaik dalam waktu sekitar dua minggu, meskipun sudah mendapatkan penanganan untuk saluran ASI tersumbat atau mastitis, segera diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan seperti USG, mamografi, atau biopsi dapat membantu memastikan penyebabnya. 

Studi menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan salah satu alasan mengapa kanker payudara yang terjadi saat kehamilan dan menyusui sering ditemukan pada stadium yang lebih lanjut dibandingkan kanker payudara pada perempuan yang tidak sedang hamil atau menyusui.
Segera periksakan diri jika Bunda mengalami:

  • Benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu
  • Benjolan semakin besar atau terasa lebih keras
  • Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk
  • Puting tertarik ke dalam secara tiba-tiba
  • Keluar cairan berdarah dari puting
  • Pembengkakan di area ketiak.

Jika Bunda menemukan benjolan saat menyusui, tetap tenang, coba langkah penanganan laktasi yang dianjurkan, tetapi segera konsultasikan ke dokter atau konselor laktasi bila benjolan tidak hilang, membesar, atau disertai tanda peringatan lain. Deteksi dan evaluasi dini adalah langkah paling penting untuk memastikan penyebabnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda