MENYUSUI
Bayi Baru Lahir Gumoh Campur Darah? Tak Usah Panik, Mungkin Ini Penyebabnya
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 02 Aug 2026 10:55 WIBBayi baru lahir gumoh campur darah bisa membuat Bunda panik. Melihat bercak merah atau warna merah muda pada gumoh bayi mungkin langsung memunculkan kekhawatiran, apakah ini tanda perdarahan yang serius?
Usahakan untuk tidak langsung panik, Bunda. Pada banyak kasus, darah pada gumoh bayi baru lahir justru bukan berasal dari tubuh bayi melainkan darah ibu yang tertelan saat persalinan atau ketika menyusu.
Meski begitu, Bunda juga tetap perlu waspada. Ada beberapa penyebab gumoh berdarah pada bayi yang masih tergolong normal, tetapi ada juga kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Melansir Parents, dokter anak Dr. Wendy L. Hunter menjelaskan bahwa darah yang tampak pada gumoh bayi baru lahir paling sering berasal dari darah ibu yang tertelan dan umumnya tidak berbahaya.
Menurut Hunter, darah tersebut umumnya berasal dari darah ibu yang tertelan bayi, baik saat proses persalinan maupun ketika menyusu dari payudara atau puting yang berdarah.
Namun, jika disertai gejala lain seperti demam, perut membengkak, atau bayi tampak sangat lemas, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis.
Penyebab bayi baru lahir gumoh campur darah
Ada beberapa penyebab darah muncul pada gumoh atau muntahan bayi baru lahir. Penyebab yang paling sering adalah darah dari puting ibu yang lecet, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi karena bayi menelan darah saat persalinan maupun penyebab lain yang lebih jarang.
Berikut beberapa penyebab bayi baru lahir gumoh berdarah yang perlu diketahui.
1. Bayi menelan darah dari puting ibu yang lecet
Ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi pada bayi yang menyusu ASI. Dalam kondisi ini, darah berasal dari puting Bunda, bukan dari tubuh bayi.
Saat puting mengalami lecet atau berdarah, darah dapat bercampur dengan ASI sehingga ikut tertelan bayi. Akibatnya, darah tersebut dapat terlihat kembali saat bayi gumoh.
Menurut artikel Parents, kondisi ini sering kali berkaitan dengan pelekatan (latch) yang kurang tepat saat menyusui. Jika pelekatan diperbaiki dengan bantuan tenaga kesehatan atau konsultan laktasi, nyeri pada puting umumnya dapat berkurang sehingga luka lebih mudah sembuh.
Selain pelekatan yang kurang tepat, puting berdarah juga dapat disebabkan:
- Penggunaan pompa ASI yang kurang sesuai
- Infeksi pada puting, seperti kandidiasis (thrush)
- Vasospasme (penyempitan pembuluh darah yang menyakitkan di puting)
- Saluran ASI tersumbat
- Produksi ASI berlebih
- Tongue tie pada bayi,
- Kondisi lain yang menyebabkan nyeri puting.
2. Menelan darah saat proses persalinan
Jika gumoh berdarah terjadi tidak lama setelah lahir, kemungkinan penyebabnya adalah bayi menelan darah ibu selama proses persalinan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan biasanya akan membaik sendiri. Darah yang tertelan saat persalinan bahkan terkadang juga dapat tampak pada feses bayi.
Meski demikian, orang tua tetap dianjurkan memberi tahu dokter atau tenaga kesehatan agar penyebab lain dapat disingkirkan.
3. Muntah terlalu kuat
Pada kasus yang jarang terjadi, muntah yang sangat kuat dapat menyebabkan robekan kecil pada pembuluh darah di kerongkongan (esofagus) bayi. Kondisi ini dapat menimbulkan sedikit darah pada gumoh bayi.
Biasanya perdarahannya hanya sedikit dan akan berhenti dengan sendirinya. Namun, Bunda tetap sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada penyebab lain.
4. Iritasi atau cedera pada saluran cerna
Dalam beberapa kasus, darah dapat berasal dari iritasi atau cedera pada saluran pencernaan bagian atas.
Misalnya setelah pemasangan selang nasogastrik (NGT) atau prosedur medis tertentu yang menyebabkan iritasi ringan pada hidung, tenggorokan, maupun kerongkongan bayi.
5. Gangguan pembekuan darah
Kondisi ini jarang terjadi namun gangguan pembekuan darah juga dapat menjadi penyebab gumoh berdarah pada bayi baru lahir.
Risikonya dapat meningkat apabila bayi tidak mendapatkan suntikan vitamin K setelah lahir. Karena itu, pemberian vitamin K segera setelah kelahiran direkomendasikan untuk membantu mencegah perdarahan akibat Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) pada bayi baru lahir.
6. Alergi protein susu sapi
Pada sebagian bayi yang mengonsumsi susu formula berbahan dasar susu sapi, alergi protein susu sapi dapat menyebabkan perdarahan pada saluran cerna sehingga darah terkadang terlihat pada muntahan atau tinja.
Namun, penyebab ini jauh lebih jarang dibandingkan darah ibu yang tertelan saat menyusui.
Kapan gumoh berdarah pada bayi harus segera diperiksa dokter?
Sebagian besar kasus gumoh berdarah pada bayi baru lahir memang tidak berbahaya. Namun, Bunda tetap perlu membawa bayi ke dokter jika darah terus muncul atau disertai gejala lain.
Segera cari pertolongan medis apabila bayi mengalami:
- Demam
- Perut kembung atau tampak bengkak
- Muntah berwarna hijau
- Bayi tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan
- Gumoh berdarah terjadi berulang atau jumlah darah semakin banyak.
Dokter biasanya akan menanyakan kapan darah mulai muncul, apakah bayi mendapat ASI atau susu formula, serta apakah Bunda mengalami puting lecet atau perdarahan saat menyusui.
Apa yang harus Bunda lakukan jika bayi gumoh campur darah?
Jika Bunda menemukan bercak darah pada gumoh bayi, usahakan tetap tenang terlebih dahulu.
Apabila darah diduga berasal dari puting, kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi bayi. Namun, jika Bunda ragu mengenai sumber darah, gumoh berdarah terus berulang, atau bayi menunjukkan tanda bahaya, segera konsultasikan ke dokter anak agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)