menyusui
Bolehkah Bayi Minum ASI setelah Muntah?
HaiBunda
Sabtu, 10 Jan 2026 09:10 WIB
Bunda tentu khawatir saat Si Kecil memuntahkan semua susu yang baru saja diminumnya. Pertanyaan pun muncul setelah bayi muntah bolehkah minum ASI lagi? Haruskah menunggu beberapa saat, atau justru langsung menyusui agar bayi tenang? Pertanyaan ini sangat umum dan hampir semua orang tua pernah mengalaminya. Gumoh maupun muntah memang sering menjadi bagian dari fase tumbuh kembang bayi, terutama di tahun pertama kehidupannya.
Sebelum membahas lebih jauh apakah setelah bayi muntah bolehkah minum ASI, Bunda wajib tahu perbedaan antara muntah dan gumoh yang sering kali dianggap sama. Padahal antara muntah dan gumoh itu dua hal berbeda lho, Bunda.
Mengutip laman Healthline, muntah dan gumoh pada bayi adalah dua hal yang berbeda dan keduanya bisa memiliki penyebab yang berbeda pula. Gumoh sangat umum terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Biasanya terjadi setelah bayi menyusu. Gumoh umumnya berupa aliran ringan susu dan air liur yang keluar perlahan dari mulut bayi. Hal ini sering terjadi bersamaan dengan sendawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gumoh merupakan kondisi normal pada bayi yang sehat. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan. Sekitar setengah dari semua bayi berusia 3 bulan ke bawah mengalami jenis refluks asam yang disebut refluks bayi (infant reflux).
Gumoh akibat refluks bayi sangat mungkin terjadi terutama ketika perut bayi dalam keadaan penuh. Berhati-hati agar tidak memberi susu berlebihan pada bayi yang minum susu botol dapat membantu menguranginya. Gumoh biasanya akan berhenti dengan sendirinya saat bayi berusia sekitar satu tahun.
Sebaliknya, muntah biasanya berupa keluarnya susu atau makanan, jika bayi sudah mulai makan MPASI dengan dorongan yang lebih kuat. Hal ini terjadi ketika otak mengirimkan sinyal ke otot-otot di sekitar lambung untuk berkontraksi.
Muntah seperti refleks tersedak merupakan reaksi refleks yang dapat dipicu oleh berbagai hal, antara lain:
- Iritasi akibat infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi saluran pencernaan
- Demam
- Rasa nyeri, misalnya akibat demam, sakit telinga, atau setelah imunisasi
- Sumbatan pada lambung atau usus
- Zat kimia dalam darah, seperti obat-obatan
- Alergen, termasuk serbuk sari (sangat jarang terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun)
- Mabuk perjalanan, misalnya saat naik mobil
- Pusing, yang bisa terjadi setelah bayi terlalu banyak diputar-putar
- Perasaan tidak nyaman, rewel, atau stres
- Bau yang menyengat
- Intoleransi susu
Muntah juga umum terjadi pada bayi yang sehat, tetapi bisa menjadi tanda bahwa bayi tertular infeksi atau sedang merasa kurang enak badan.
Alasan bayi tidak boleh langsung diberi ASI setelah muntah
Sementara pertanyaan apakah setelah bayi muntah bolehkah minum ASI? Jawabannya dalam kondisi tertentu tidak disarankan ya, Bunda. Dalam beberapa kondisi, sebaiknya bayi tidak langsung diberi minum setelah muntah. Jika bayi muntah akibat sakit telinga atau demam, maka Si Kecil mungkin perlu mendapatkan obat terlebih dahulu.
Sebagian besar dokter anak merekomendasikan obat pereda nyeri seperti Tylenol bayi untuk bayi di tahun pertama kehidupannya. Tanyakan kepada dokter mengenai jenis obat dan dosis yang paling tepat untuk bayi Bunda.
Jika Bunda memberikan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter, tunggulah sekitar 30 hingga 60 menit sebelum kembali menyusui bayi. Memberi minum terlalu cepat dapat memicu muntah lagi sebelum obat sempat bekerja.
Selain itu, dalam kondisi mabuk perjalanan jarang terjadi pada bayi di bawah usia 2 tahun, tetapi beberapa bayi bisa lebih sensitif terhadap kondisi ini. Jika bayi muntah karena mabuk perjalanan, sebaiknya jangan langsung menawarkan susu setelahnya. Jika bayi mudah tertidur di dalam mobil, ini justru bisa menguntungkan. Tunggu hingga keluar dari mobil sebelum memberi bayi susu.
Mengutip laman Kidshealth, ketika muntah, anak-anak memang tak hanya kehilangan makanan di perutnya. Mereka juga kehilangan elektrolit, serta cairan penting yang membantu menjaga jantung, otak, dan otot bekerja sebaik mungkin. Kehilangan elektrolit tentunya dapat menyebabkan bahaya bagi anak-anak ya, Bun. Untuk itu, menjaga anak-anak tetap terhidrasi dengan baik menjadi solusi yang perlu dilakukan, Bun.
Dalam kondisi tersebut, susu bukanlah pilihan terbaik ketika si kecil perutnya meradang. Ini dikarenakan ketika perut sedang meradang karena muntah, produk susu tidak dapat terserap dengan baik dan berpotensi mengiritasi perut anak, Bun.
Jika usia anak di bawah 1 tahun, sumber nutrisi utama anak-anak biasanya susu formula atau ASI. Untuk alasan ini, mungkin Bunda dapat memberikan kembali asupan tersebut pada anak. Meski demikian, sebaiknya Bunda memberikan larutan elektrolit dalam jumlah kecil setiap 5-10 menit, selama dua jam pertama si kecil sakit.
Ketika si kecil belum muntah selama delapan jam, maka ASI atau susu dapat kembali dimasukkan sebagai nutrisi bagi si kecil ya, Bun. Namun, Bunda sebaiknya dapat memulai dengan porsi yang kecil dan kemudian beranjak ke porsi yang lebih besar sesuai toleransi si kecil.
Kapan memberi minum ASI bayi setelah muntah?
Terlalu sering muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan pada kasus yang sangat serius, bahkan penurunan berat badan. Pemberian ASI atau susu formula dapat membantu mencegah kedua kondisi tersebut. Tawarkan bayi untuk menyusu setelah ia berhenti muntah. Jika bayi terlihat lapar dan mau menyusu langsung dari botol atau payudara setelah muntah, silakan lanjutkan pemberian susu.
Pemberian cairan setelah muntah terkadang dapat membantu meredakan rasa mual pada bayi. Mulailah dengan memberikan susu dalam jumlah kecil, lalu tunggu dan perhatikan apakah bayi muntah lagi. Ada kemungkinan bayi akan memuntahkan kembali susu tersebut, tetapi mencoba memberi minum tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.
Jika bayi berusia setidaknya 6 bulan dan tidak mau menyusu setelah muntah beberapa kali, Bunda bisa menawarkan air putih menggunakan botol atau sendok. Hal ini dapat membantu mencegah dehidrasi. Tunggu sebentar, lalu coba beri bayi minum atau menyusu kembali.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
5 Penyebab Bayi Muntah setelah Minum ASI Perah, Apakah karena ASI Rusak?
Menyusui
7 Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI dan Cara Mengatasinya
Menyusui
Bayi Muntah ASI Kental setelah Menyusui, Apa sih Penyebabnya?
Menyusui
Langkah Tepat Menangani Bayi Muntah Usai Disusui agar Tak Tersedak
Menyusui
Alasan Bunda Tak Boleh Langsung Menyusui Bayi yang Baru Muntah
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenapa Bayi Sering Muntah setelah Minum ASI? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bila Bayi Baru Lahir Rewel Terus saat Menyusui, Normalkah?
Apakah Boleh Bayi yang Cegukan Disusui Bunda?