menyusui
Bolehkah Bayi Cegukan Diberi ASI? Ketahui Aturan Pemberian & Cara Mengatasinya
HaiBunda
Rabu, 14 Jan 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Cegukan pada bayi sering membuat orang tua khawatir, terutama jika muncul di waktu menyusu. Tak sedikit Bunda yang bertanya-tanya, apakah bayi yang sedang cegukan boleh tetap diberi ASI, atau justru harus menunggu hingga cegukannya berhenti?
Kabar baiknya, dalam sebagian besar kasus, bayi cegukan tetap aman diberi ASI. Bahkan, menyusu bisa membantu meredakan cegukan secara alami.
Mengapa bayi bisa cegukan?
Secara medis, cegukan terjadi akibat kontraksi tak disengaja pada diafragma, yaitu otot yang berperan penting dalam proses bernapas. Pada bayi, sistem saraf dan otot ini masih dalam tahap pematangan, sehingga refleks cegukan lebih sering muncul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah studi klasik yang dipublikasikan di Archives of Disease in Childhood menunjukkan bahwa cegukan merupakan fenomena fisiologis yang sangat umum pada bayi, bahkan dapat terjadi sejak dalam kandungan. Penelitian observasional ini mencatat bahwa cegukan bukanlah tanda gangguan kesehatan, melainkan bagian dari perkembangan sistem pernapasan bayi.
Beberapa pemicu cegukan pada bayi antara lain:
- Menelan udara saat menyusu
- Lambung yang masih kecil dan sensitif
- Menyusu terlalu cepat
- Perubahan suhu yang mendadak
Bolehkah bayi cegukan tetap diberi ASI?
Ya, boleh. Bayi yang cegukan tetap aman untuk menyusu, selama ia terlihat nyaman, tidak tersedak, dan napasnya teratur.
Meski belum ada uji klinis besar yang secara spesifik meneliti 'efektivitas ASI untuk menghentikan cegukan', berbagai panduan medis dan laktasi sepakat bahwa menyusui tidak berbahaya saat bayi cegukan.
Menurut sumber edukasi kesehatan anak dari Beba UK (British Paediatric Nutrition resource), menyusu justru dapat membantu:
- Menenangkan diafragma
- Mengatur ulang pola napas
- Membantu bayi lebih rileks sehingga cegukan mereda dengan sendirinya
Prinsipnya mirip seperti orang dewasa yang minum air untuk membantu menghentikan cegukan.
Kapan sebaiknya menunda menyusui?
Meski aman, ada kondisi tertentu Bunda sebaiknya menenangkan bayi terlebih dahulu, misalnya jika:
- Bayi tampak rewel atau menangis keras
- Cegukan disertai gumoh berlebihan
- Bayi tampak tersedak atau kesulitan bernapas
Jika bayi sudah tenang, menyusu bisa dilanjutkan kembali.
Cara aman mengatasi cegukan pada bayi
Berikut beberapa cara yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan anak:
1. Tetap menyusui jika bayi nyaman
Menyusu dapat membantu merilekskan diafragma dan sering kali membuat cegukan berhenti dengan sendirinya.
2. Gendong bayi dengan posisi tegak
Menggendong bayi dalam posisi tegak selama 10–15 menit membantu udara keluar dari lambung dan mengurangi tekanan pada diafragma.
3. Sendawakan bayi
Panduan menyusui merekomendasikan menyendawakan bayi selama dan setelah menyusu untuk mencegah udara terperangkap, yang dapat memicu cegukan.
4. Perbaiki posisi dan perlekatan
Perlekatan yang baik saat menyusu mengurangi udara yang tertelan. Ini juga disebutkan dalam panduan laktasi dari berbagai organisasi kesehatan ibu dan anak.
5. Jaga suhu tubuh bayi
Hindari perubahan suhu mendadak yang dapat memicu refleks cegukan.
Hal yang tidak dianjurkan
Meski cegukan pada bayi umumnya tidak berbahaya, ada beberapa cara yang tidak dianjurkan oleh tenaga mediskarena berisiko dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat:
1. Memberi air putih atau cairan lain
Bayi di bawah usia 6 bulan tidak dianjurkan diberi air putih, termasuk saat cegukan. WHO dan IDAI menegaskan bahwa ASI sudah mencukupi kebutuhan cairan bayi. Pemberian air dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dan aspirasi.
2. Mengagetkan bayi untuk menghentikan cegukan
Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), mengagetkan bayi dapat memicu stres, meningkatkan denyut jantung, dan mengganggu sistem saraf yang masih berkembang. Cara ini tidak memiliki bukti medis dan tidak direkomendasikan oleh dokter anak.
3. Menepuk punggung bayi terlalu keras
DIkutip dari NHS UK, struktur tulang dan organ bayi masih sangat rentan. Menepuk punggung dengan keras berisiko menyebabkan ketidaknyamanan atau cedera ringan, serta tidak terbukti efektif menghentikan cegukan.
4. Mengoleskan gula, madu, atau bahan lain ke lidah bayi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun karena risiko botulisme infantil, sedangkan gula berisiko menyebabkan tersedak dan gangguan pencernaan.
5. Memaksa bayi terus menyusu saat terlihat tidak nyaman
Jika bayi tampak rewel, tersedak, atau napasnya tidak teratur, sebaiknya tenangkan bayi terlebih dahulu. Menyusui seharusnya dilakukan saat bayi dalam kondisi nyaman dan aman.
Kapan Bunda perlu konsultasi ke dokter?
Menurut panduan kesehatan anak dari Parents.com dan sumber medis lainnya, Bunda perlu berkonsultasi ke dokter jika:
- Cegukan berlangsung sangat lama atau berulang terus-menerus.
- Disertai muntah menyemprot.
- Bayi tampak sangat rewel atau sulit menyusu.
- Berat badan bayi sulit naik.
- Cegukan sering muncul bersamaan dengan tanda refluks berat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Apakah Boleh Bayi yang Cegukan Disusui Bunda?
Menyusui
5 Tips Menyusui Bayi Cegukan, Ketahui Cara Menghentikan & Kapan Harus ke Dokter
Menyusui
3 Tips Mudah agar Produksi ASI Lancar dan Melimpah
Menyusui
Teh Herba Rumahan untuk Bantu Tingkatkan Produksi ASI
Menyusui
10 Perlengkapkan Menyusui yang Perlu Dimiliki Ibu Baru
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali 10 Ciri Bayi Dehidrasi karena Kurang ASI, Busui Perlu Tahu
Posisi Menyusui Terbaik untuk Bayi dengan Reflux
Ketahui Ciri-ciri Bayi Dehidrasi karena Diare dan Tanda Kurang ASI Beserta Cara Mengatasinya