menyusui

Hiks! Sedihnya Saat Proses Menyapih Kita Jadi Bahan Kritikan

Amelia Sewaka 04 Feb 2018
Ilustrasi menyapih/ Foto: thinkstock Ilustrasi menyapih/ Foto: thinkstock
Jakarta - Setelah beberapa lama anak dekat dan bonding sama kita lewat menyusu, kini si kecil udah mampu lepas dari kebiasaannya menyusu. Saat kita menyapih si kecil, ada aja nih yang mengkritik cara kita. Baper menyapih, tambah dengar kritikan orang lain, duh, kok bikin nyeri hati ya.

Memang sih, kata konselor menyusui Mia Saadah, proses menyapih anak seringkali tak hanya melibatkan ayah dan ibu, tetapi juga anggota keluarga lain. Nah, menurut Mia, tantangan umumnya datang dari kakek dan neneknya si kecil.

"Satu hal yang perlu dipahami bersama oleh kita para ibu, pada dasarnya setiap nenek amat menyayangi cucunya. Sehingga sebenarnya, tidak ada saran-saran yang dimaksudkan untuk mencelakai si cucu," kata Mia dalam Kuliah WhatsApp bersama BC January 2016 beberapa waktu lalu.

Tapi kadang, seringkali saran yang diberikan tak sesuai karena masih berkembangnya mitos seputar ASI dan menyusui. Ditambah mitos-mitos lain seputar parenting yang masih melekat di masyarakat.

Karena itu, berkomunikasi yang baik dengan para kakek dan nenek dapat menjembatani hal-hal semacam ini. Kata Mia, ini yang bisa kita lakukan, Bun.

1. Sampaikan Informasi yang Benar dengan Cara yang Santun

"Kita memahami bahwa tidak ada nenek yang tidak sayang cucu, maka sampaikan kepadanya bahwa informasi yang benar tentang ASI dan menyusui ini seperti apa," ungkap Mia yang merupakan perawat lulusan Universitas Indonesia ini.



Mia bilang sampaikan ke si nenek kalau ia memang menyayangi cucunya, maka tentu nenek akan membantu mendukung diterapkannya cara-cara yang benar dalam tumbuh kembang cucunya, termasuk dalam menyusui dan proses menyapih.

2. Libatkan Anggota Keluarga Saat Konsultasi dengan Ahli

Umumnya menurut Mia, saran dari para ahli dapat lebih didengar, termasuk oleh nenek-neneknya si kecil. Makanya, Bun, bisa jadi ide bagus kalau kita ajak kakek dan nenek atau anggota keluarga lain untuk ikut saat konsultasi dengan ahli.

3. Jangan Segan Minta Dukungan

Jangan ragu untuk minta dukungan termasuk dari suami ya, Bun. "Di dalam anggota keluarga, biasanya ada orang-orang yang lebih dapat menyampaikan misalnya suami kita," ujar Mia.

Termasuk ketika payudara bengkak, biasanya ada aja nih, Bun, yang ngasih saran untuk mengatasinya tapi kok kita nggak sreg melakukannya ya. Nah, kalau Bunda mengalami hal ini, Mia menyarankan coba kompres dengan kol.

"Tidak perlu dibebat atau diperah sama seperti memerah untuk memenuhi kebutuhan ASI anak-anak kita, hal ini juga perlu waktu sampai mereda bengkaknya," tutur Mia.

Jika keluhan nggak mereda, segera hubungi konselor menyusu terdekat atau kunjungi klinik laktasi ya.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi