menyusui

Tips Bagi Bunda yang Belum Bisa Menyusui Secara Langsung

Amelia Sewaka Sabtu, 26 Jan 2019 - 14.05 WIB
Ilustrasi ASI/ Foto: thinkstock Ilustrasi ASI/ Foto: thinkstock
Jakarta - Menyusui adalah hal utama dan pertama dalam memberikan nutrisi terbaik, saat anak masih bayi. Namun, dalam beberapa kasus, ada kalanya Bunda tak bisa memberikan ASI secara langsung ke buah hati.

Konselor laktasi dr Ratih Ayu Wulandari, IBCLC, menyarankan, hal pertama yang harus dilakukan Bunda pastinya adalah mencari bantuan. Kalau Bunda sakit dan mesti dirawat di rumah sakit, kan masih bisa mompa ASI, demikian disampaikan dr Ratih.

"Tapi, kalau ibunya ada di ICU berarti kan nggak bisa mompa ASI kan. Ada tuh ibu-ibu yang masuk ICU setelah melahirkan. Bayinya pasti dirawat orang lain dan dikasih ASI donor boleh atau ya dikasih susu formula (sufor) dulu. Nanti kalau si ibu sudah sehat, sudah bisa kumpul sama si bayi, bisa cari bantuan untuk relaktasi," papar Ratih saat ngobrol dengan HaiBunda.


Nah, hal lain yang bisa dilakukan Bunda untuk tetap bisa memberi ASI ke si kecil adalah melakukan exclusive pumping. Ini adalah terminologi di mana Bunda menggunakan pompa untuk menginduksi ASI dan menjaga produksi ASI-nya. Dalam exclusive pumping, Bunda memerah ASI secara eksklusif dan tidak menyusui secara langsung sama sekali.

Ilustrasi ASIIlustrasi ASI/ Foto: thinkstock
Ratih menjelaskan, ada berbagai alasan seorang ibu yang memutuskan untuk melakukan exclusive pumping. Misalnya, kesulitan saat menyusui atau bayi lahir prematur.

"Ibu, yang memilih menjalani exclusive pumping karena tidak bisa menyusui, meyakini bahwa ASI adalah nutrisi yang terbaik bagi bayi. Jadi, gimana pun caranya, dia ingin memberi si kecil yang terbaik termasuk ASI," tambah Ratih.

Namun, Ratih menyarankan, sebelum ibu memutuskan untuk melakukan exclusive pumping, coba konsultasikan ke dokter terkait lebih dahulu. Karena menurut Ratih, bagaimana pun, pemberian ASI langsung dari payudara Bunda tidak bisa tergantikan.

(aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi