MOM'S LIFE

Komunitas Ini Isinya Para Ayah yang Dukung ASI, Yuk Kenalan

Amelia Sewaka 12 Okt 2017
Ilustrasi menyusui/ Foto: thinkstock Ilustrasi menyusui/ Foto: thinkstock
Jakarta - Salah banget yang berpendapat kalau air susu ibu (ASI) itu cuma urusan ibu-ibu saja. Keluarga dekat, lingkungan sekitar juga berperan. Apalagi para ayah. Soalnya 'bikin' anaknya kan berdua, jadi ngurusnya juga harus sama-sama dong, termasuk dalam pemberian ASI.

Untunglah, sudah banyak para ayah yang sadar bahwa peran mereka dibutuhkan banget dalam pemberian ASI. Akhirnya mereka berkumpul, menyamakan visi dan misi sehingga lahirlah komunitas ID_AyahASI.

"Ayah ASI itu terbentuk dari obrolan informal beberapa ayah dan pengurus asosiasi ibu menyusui Indonesia (AIMI). Dari situ kita mengetahui kita punya permasalahan yang sama bahwa ketika lahiran anak pertama, banyak suami yang kurang mendukung. Nah, dari situ juga kita sadar, kayaknya perlu ya kita edukasi para ayah ini biar memberikan dukungan ke istrinya," kata Rahmat Hidayat, Founder ID_AyahASI.

Hal itu disampaikan Rahmat saat ngobrol bareng HaiBunda, di sela-sela peringatan Pekan Menggendong Sedunia 2017 yang digelar Indonesia Baby Wearers Jabodetabek, di Club Kembang, Kemang, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Baca juga: Dear Suamiku, Ini yang Aku Butuhkan Agar ASI Lancar

Awalnya ia dan teman-teman juga masih bingung, kira-kira kampanye apa ya yang bisa diberikan agar bisa menarik para ayah. Akhirnya Shafiq Pontoh, Co-Founder ID_AyahASI, punya ide untuk menuliskan ceritanya mendukung sang istri ketika menyusui.

"Lalu kita pikir, ya kenapa nggak ber-8 aja sekalian karena dari awal ngobrol delapan orang ini yang memulai semuanya. Juga sekalian biar ceritanya lebih ramai," tutur Rahmat.

Setelahnya, Rahmat dan teman-teman mulai fokus untuk bikin buku. Nah, buku itulah yang jadi 'alat' kampanye untuk memberikan informasi soal ASI kepada para ayah. Ketika 80 persen konsep buku tersebut sudah jadi, mereka langsung memberikannya ke penerbit.

"Penerbit waktu itu kayak mempertanyakan, lo siapa? Lo bukan artis, bukan pakar, cuma ayah biasa tapi nulis soal ASI dan menyusui," papar Rahmat.

Rahmat dan yang lainnya lantas berpikir, 'Iya juga ya, gimana kita jual bukunya?'. Akhirnya mereka pun membuat Twitter @ID_AyahASI.

"Jadi yang duluan terkenal itu Twitter-nya daripada bukunya, padahal awal tuh kita bikin buku. Jadi sebenarnya Twitter itu kita jadiin alat untuk melihat respons ASI kalau diomongin dari sisi bapak tuh menarik nggak sih?" ujar Rahmat.

Ternyata menarik, buku dan Twitter akhirnya berjalan dengan baik. Rahmat dan teman-teman sama sekali nggak nyangka bahwa gerakan ini akan menjadi besar lho, Bun.

Baca juga: Ini yang Dilakukan sang Suami Agar ASI Andien Aisyah Lancar

"Jadi nggak ada rencana apapun kayak abis ini ngapain ya? Karena dari awal tuh kita memang cuma mau bikin buku dan selesai," tutur Rahmat.

Namun ternyata semesta berkehendak lain. Gerakan yang Rahmat dan teman-teman buat menjadi besar. Mereka bahkan sering banget kerjasama komunitas-komunitas lain atau sekadar jadi pembicara di acara tentang anak, ibu, dan ASI.

"Bahkan ada teman-temang yang minta untuk buat ini jadi organisasi, ya kita nggak mau. Karena dari awal misi kita cuma pengen bikin ASI itu populer di Indonesia. Selesai," ungkap Rahmat.

Urusan advokasi dan edukasi, menurut Rahmat sudah ada AIMI. AIMI punya kelas yang banyak di Indonesia dan mereka lebih ahli terkait edukasi ASI dan menyusui.

"Untuk urusan advokasi kan yang paling ngerasain ibunya, kalau ayah ya ngedukung dari belakang. Jadi yang bisa kita lakukan ya kita mendukung AIMI, karena itu biar unsur fun-nya nggak hilang ya kita nggak mau bikin ini (ID_AyahASI) jadi resmi," tutur Rahmat.

Pendiri ID_AyahASI yakni Rahmat, Dipa, Adit, Dipa, Ernest Prakasa, Sogi Indra Dhuaja, Pandu, dan Syarif Hidayatullah. Efeknya sendiri ternyata besar lho, Bun. Kelas laktasi AIMI yang tadinya hanya berisi ibu-ibu aja, tapi begitu ID_AyahASI muncul, jadi ada beberapa ayah yang ikut kelas tersebut.

"Ya mungkin dulu sudah ada 'ayah' yang mendului kita ya melakukan yang kita lakukan tapi mungkin nggak senarsis kita, he-he-he," ungkap Rahmat.

Paling tidak ID_AyahASI ini memicu para suami untuk terus mendukung istri dan tidak malu untuk datang ke kelas laktasi. Rahmat bilang, menurut teman-teman AIMI, ID_AyahASI ini memberikan warna yang lain untuk edukasi ASI.

Bunda mau suami bergabung dengan ID_AyahASI? Berhubung mereka santai banget dan nggak terlalu formal, Rahmat bilang tinggal datang jika mereka sedang ada kopi darat atau berada dalam acara off air. Bisa juga lho langsung hubungi mereka di sosial medianya. Untuk Instagram-nya bisa cek di sini @id_ayahasi.

"Nggak ada spesifikasi khusus sih untuk jadi Ayah ASI, lo cukup mendukung istri lo udah, selesai. Lo cukup bikin istri lo seneng, tersenyum dan nggak stres udah jadi Ayah ASI sebenarnya, semudah itu," tutup Rahmat.

Baca juga: Tanpa Dukungan Suami dan Keluarga, Produksi ASI Bisa Menyusut Lho

(aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi