MOM'S LIFE

Cerita Mark Zuckerberg 'Pamit' untuk Ambil Paternity Leave

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 07 Des 2017 - 13.01 WIB
Cerita Mark Zuckerberg Pamit untuk Ambil Paternity Leave/ Foto: Facebook Cerita Mark Zuckerberg 'Pamit' untuk Ambil Paternity Leave/ Foto: Facebook
Jakarta - Setelah anak keduanya, August Chan Zuckerberg, lahir di bulan Agustus lalu, Mark Zuckerberg udah berencana mengambil paternity leave alias cuti untuk ayah setelah istrinya melahirkan. Nah, tanggal 2 Desember lalu, Mark mulai mengambil paternity leave-nya.

Kabar ini disampaikan Mark Zuckerberg lewat akun Facebook-nya. Dia bilang, tanggal 2 Desember dia akan mengambil paternity leave. Selama masa paternity leave Mark, akan banyak pengumuman yang bakal disampaikan Facebook. Hmm, apa sih yang bakal dilakukan Mark selama maternity leave-nya?

"Saya akan menghabiskan parental leave di bulan Desember ini bersama August dan Max. Maka dari itu, mungkin kalian bakal lebih jarang dengar kabar dari saya," kata Mark. Tulisan itu diposting Mark beserta foto dirinya bareng sang putri Max dan anjing peliharaan mereka, Beast yang diambil dari belakang.

Cerita Mark Zuckerberg mengambil paternity leaveCerita Mark Zuckerberg mengambil paternity leave (Foto: Facebook/ Mark Zuckerberg)


Pengumuman Mark Zuckerberg mendapat banyak dukungan dari netizen. Mereka dengan senang hati menerima kabar Mark dan mendoakan supaya Mark bisa punya quality time yang mengesankan bersama keluarganya. Kayak Lorraine Carla yang bilang Mark adalah ayah yang hebat. Dia yakin August, Max, dan Mark akan punya kenangan yang indah bersama. Lorraine juga mendoakan supaya liburan Mark sekeluarga menyenangkan dan mereka bisa menikmatinya.



"Mark Zuckerberg, apa yang kamu lakukan mengagumkan. Mengatur waktu untuk keluarga penting banget, terutama untuk si kecil. Nikmatilah setiap momen berharga kalian," ujar netizen lain Darrel Springs.

Paternity leave kayak yang dilakukan Mark Zuckerberg memang penting nih, Bun. Kata Paul Raeburn penulis 'Do Fathers Matter? What Science Is Telling Us About the Parent We've Overlooked', ketika ayah mengambil cuti saat si istri melahirkan, ini bisa menambah kedekatan ayah sama bayinya. Apalagi, studi menunjukkan ketika ayah andil saat menenangkan bayi yang menangis, buat si ayah manfaatnya adalah dia punya perspektif positif terhadap hubungannya dengan istri dan anak.



Sementara itu, buat si kecil manfaatnya kemampuan kognitifnya jadi lebih baik. Bahkan ya, Bun, kalau di umur 6 bulan bayi teratur diajak main sama ayahnya, kemampuan bicaranya juga lebih baik. Tapi, selama paternity leave, suami juga perlu mendiskusikan soal pekerjaannya sama atasan, demikian disampaikan Scott J Behson, PhD, associate professor di Fairleigh Dickinson University. Soalnya, sama aja kan, kalau suami udah cuti eh di rumah nyatanya masih aja sibuk sama kerjaannya.

"Sementara untuk istri, suami yang mendapat paternity leave bisa membantunya mengurus si kecil, memberikan dukungan baik secara mental ataupun fisik. Sehingga, paternity leave juga penting untuk istri. Ketika ada dampingan suami di awal-awal masa kelahiran si kecil, istri juga bisa terhindar dari baby blues atau depresi pasca melahirkan," kata penulis 'Regrets Parenting' Harley Rotbart, MD, dikutip dari Fit Pregnancy.

Hmm, kalau ayah ketika melakukan paternity leave kayak Mark Zuckerberg, biasanya apa yang dilakukan, Bun?

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi