MOM'S LIFE

Cerita Najwa Shihab Jadi Duta Baca di Sela Aktivitas Ibu Bekerja

Amelia Sewaka 14 Jan 2018
Cerita Najwa Shihab Jadi Duta Baca di Sela Aktivitas Ibu Bekerja/Foto: Muhammad Ridho Cerita Najwa Shihab Jadi Duta Baca di Sela Aktivitas Ibu Bekerja/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Menjadi seorang istri, ibu, sekaligus wanita karir nggak menghalangi Najwa Shihab mendedikasikan dirinya untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Ya, wanita yang akrab disapa Nana ini didapuk sebagai Duta Baca Indonesia lho, Bun.

"Saya jadi Duta Baca Indonesia merupakan tugas dari Perpusnas RI, dan juga bantu Kemendikbud untuk memasyarakatkan, mengajak orang-orang kembali mencintai buku," papar Nana yang ngobrol dengan HaiBunda beberapa waktu lalu.

Nana bercerita tugasnya menjadi Duta Baca Indonesia juga membuat buku lebih mudah terjangkau ke daerah terpencil. Nana dan tim juga datang ke daerah-daerah untuk kampanye membaca buku dan memastikan gimana buku dengan mudah sampai ke pelosok-pelosok. Nana sendiri dipilih jadi duta baca, karena memang dia cinta banget buku dengan berbagai genre.


"Kalau buku fisik gimana pendistribusiannya bisa sampai dengan mudah ke daerah pelosok, kalau buku digital kita juga kampanye e-pusnas yang bisa di-download kapanpun di manapun. Pendekatannya pun ke generasi-generasi yang gadget savy," papar ibu satu anak ini.

Namun jika kampanye mengenai buku digital ke pelosok, berhubung infrastrukturnya belum baik, Nana dan teman-teman hanya memastikan gimana buku digital tersebut bisa mudah diakses.

"Salah satu program yang kami bangga hingga kini bisa berjalan adalah program kirim buku gratis. Di mana tiap bulan di tanggal 17 kita kirim buku gratis ke manapun seluruh Indonesia," ungkap presenter Mata Najwa ini.

Program ini sudah berjalan dari Juni 2017 dan bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk mengirimkan buku secara reguler ke seluruh Indonesia. Ide ini pertama kali tercetus ketika para pegiat literasi, termasuk Nana di dalamnya diterima Presiden Jokowi di Istana.


"Ketika itu kita menyampaikan bahwa sebetulnya kurang percaya minat baca anak-anak di Indonesia itu rendah. Sebenarnya bukan minat bacanya yang rendah tapi akses bukunya yang tidak ada," papar Nana yang juga jadi Duta Pustaka Bergerak.

Jadi menurut Nana, yang juga harus dilakukan adalah membuat buku-buku lebih mudah sampai ke tangan anak-anak. Nah, untuk mempermudah akses buku ke anak-anak terutama di pelosok tercetuslah ide free cargo shipping.

"Jadi jangan cuma online shop aja yang gratis pengirimannya, seharusnya buku juga bisa dikirim secara gratis. Karena sebetulnya buku udah banyak tapi untuk mengirimkannya itu yang masalah. Kadang harga kirimnya lebih mahal daripada harga bukunya," papar Nana.

Makanya, tiap bulan di tanggal 17 Nana dan bisa kirim buku gratis ke manapun. Kata Nana nih, Bun, tiap tanggal 17 untuk para penggiat literasi udah kayak gajian. Karena akan dapat kiriman buku dari mana-mana. Atas capaian ini Nana mengaku bersyukur banget.

Nggak hanya itu, Bun, program Nana lainnya adalah membuka pojok baca di tempat-tempat atau fasilitas umum.

"Saya kerja sama dengan kepolisian dan senang banget rasanya dapat respons positif dari Kapolri, Pak Tito. Pertama kali kita buka pojok baca di Samsat, jadi ketika orang ngurus dan nunggu SIM bisa sambil baca buku," ungkap Nana.

Pojok bacanya juga sangat lengkap, Bun, nggak hanya buku fisik tapi juga buku digital. Ketika itu Kapolri pun memerintahkan seluruh jajarannya hingga ke tingkat polsek untuk membuat kegiatan literasi.

"Ya nggak otomatis buka pojok baca, tergantung kondisi dari masing-masing lingkungan," imbuhnya.

Malah ada juga lho, Bun, polisi yang berkeliling dengan motornya untuk bawa buku. Melihat hal ini Nana sangat tersentuh karena ternyata tugasnya sebagai Duta Baca Indonesia nggak jalan sendiri namun dibantu pihak lain sehingga tugas mendistribusikan dan memasyarakatkan buku lebih mudah dilakukan.

Dalam waktu dekat Nana juga berbangga hati karena akan meluncurkan pojok baca di semua bandara di Indonesia, mulai dari terminal 3 ultimate di Bandara Soekarno-Hatta.

"Dan bukan hanya satu titik tapi juga angkasa pura akan membuat pojok baca di semua bandara. Jadi tugas duta baca itu adalah menjadi 'mak comblang', mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi soal membaca pada anak," papar Nana.


Indonesia sedemikian besar dan Nana walaupun sebagai Duta Baca Indonesia tidak bisa melaksanakan tugasnya sendiri. Makanya menurut Nana banyak pula sebenarnya stakeholder yang berkepentingan untuk mencerdaskan bangsa lewat buku.

"Alhamdulillah dengan networking 17 tahun jadi wartawan jadi agak gampang tuh ngetok-ngetok orang berkepentingan, dan jika bicara buku tuh bisa menyentuh semua orang," ungkap Nana.

Cerita menarik lainnya, ketika Nana bekerja sama dengan PT Pelni untuk membahas pendistribusian kuda, mereka memberikan hal yang tak terduga. "Ketika saya menghubungi Pelni karena kita mau kirim kuda, mereka ternyata kasih gratis (pengirimannya). Jadi kuda itu akan dipakai di daerah-daerah sebagai salah satu cara mendistribusikan buku pada anak-anak," papar Nana.

Menurut Nana, kuda tersebut bisa menarik minat anak-anak walaupun awalnya mereka belum suka baca buku. Dengan ada si kids anak akan mendekat dan mencari tahu apa sih yang dibawa oleh kuda tersebut.

"Semua orang mau kok sebenarnya membantu atau terlibat, asal mereka diajak untuk tahu seperti apa caranya, sesimpel itu sih. Intinya, tugas duta baca jadi perantara alias mak makcomblang dari satu titik ke titik lain untuk sama-sama ajak orang agar jatuh cinta pada buku," tutup Nana. (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi