MOM'S LIFE

Curhat Para Bunda yang Nama Anaknya Dinyinyiri

Radian Nyi Sukmasari 05 Mar 2018
Curhat Para Bunda yang Nama Anaknya Dinyinyiri/ Foto: Thinkstock Curhat Para Bunda yang Nama Anaknya Dinyinyiri/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Nama. Satu hal yang umumnya pengen banget diketahui orang lain ketika si kecil lahir. Sayangnya, ketika kita menyebutkan pilihan nama untuk anak kita, respons dari orang lain nggak melulu menyenangkan.

Ya, bahkan respons nggak menyenangkan itu berasal dari keluarga terdekat misalnya orang tua atau mertua alias kakek dan neneknya anak kita. Hiks, sedih ya. Di MumsNet, beberapa ibu membagikan pengalamannya ketika nama anak mereka nggak diterima dengan baik oleh orang sekitar.

"Ibu saya menghabiskan waktu 6 minggu setelah anak saya lahir hanya untuk mencari nama pengganti buat cucunya. Soalnya dia baca di internet nama yang saya beri punya arti yang kasar dan nggak baik," kata seorang ibu.

Nggak cuma itu, ada lho, Bun, bunda yang curhat ibu mertuanya hanya menyebut 'dia' untuk sang cucu karena saking nggak suka sama nama yang diberikan. Lalu, si cucu dikasih nama Jack tapi sang kakek nenek tetap memanggil bocah itu dengan nama John. Alhasil, si bunda dan ayah cuma bisa mengelus-elus dada dan geleng-geleng kepala aja deh.



Bahkan, ada juga nih kakek dan nenek terang-terangan bilang ke seorang bunda kalau mereka akan tetap menyayangi cucunya meski mereka nggak suka dengan namanya. Hiks, bisa dibayangkan gimana sedihnya perasaan si ayah dan bunda anak itu ya, Bun.

"Teman saya bahkan punya pengalaman lebih parah. Anaknya diberi nama yang terinspirasi nama pemain bola. Tapi ayahnya nggak menyukainya karena si pemain bukan dari klub bola favoritnya," kata bunda yang lain.

Bunda sendiri punya pengalaman seputar nama anak yang nggak diterima dengan baik oleh orang di sekitar? Soal nama anak memang ini hak masing-masing orang tua, tapi akan lebih bijak ketika kita menghargai keputusan orang tua dalam memberi nama anaknya ya. Apalagi, setiap orang tua pasti punya harapan dan doa ketika sebuah nama disematkan sebagai identitas buah hatinya.

"Kita harus pahami bahwa di balik nama yang diberi ke anak ada doa. Sudah sepatutnya kita menghargai itu dan justru nggak menjadikan nama si anak sebagai bahan guyonan atau lelucon karena dengan nggak melakukan itu kita sudah menghargai pilihan masing-masing orang tua," papar psikolog keluarga Anna Surti Ariani.

Beberapa waktu lalu, survei yang dilakukan Mumsnet dan Gransnet terhadap 2.000 ibu juga kakek dan nenek menemukan kalau satu dari lima kakek dan nenek nggak suka sama nama cucunya. Bahkan, 15 persen kakek dan nenek nggak suka sama nama satu orang atau lebih cucunya. Meski begitu, mereka akan menerima nama itu seiring berjalannya waktu.

Sebanyak 28 persen responden menganggap nama cucunya jelek, 17 persen menganggap nama cucunya aneh, 11 persen menganggap nama cucunya terlalu kuno dan 11 persen kakek dan nenek sebenarnya pengen memberikan nama lain untuk sang cucu.

Karena harus menerima nama si cucu, 6 persen kakek dan nenek berusaha nggak pakai nama cucunya itu, Bun. Jadi, mereka memanggil si cucu dengan panggilan sayang lain. Lalu, 17 persen kakek dan nenek tetap memakai nama itu meski mereka nggak sreg dan 39 persen mengaku akan bisa menerima nama cucunya seiring berjalannya waktu.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi