MOM'S LIFE

Saat Perceraian Jadi Pilihan Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah

Amelia Sewaka 03 Apr 2018
Saat Perceraian Jadi Pilihan Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah/ Foto: Jason Merritt/Getty Images Saat Perceraian Jadi Pilihan Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah/ Foto: Jason Merritt/Getty Images
California, AS - Memang kita nggak bisa melihat sesuatu hanya dari luarnya aja ya, Bun. Misalnya ketika pasangan suami istri sudah menikah lama dan rumah tangganya terlihat harmonis tapi ternyata pernikahan mereka harus berakhir dengan perceraian.

Kayak yang baru-baru ini terjadi di rumah tangga aktor dan aktris Channing Tatum dan Jenna Dewan. Mereka mengumumkan perpisahannya lewat akun Instagram-nya masing-masing. Pastinya nggak ada yang menginginkan sebuah perceraian ketika sudah menjalin sebuah rumah tangga. Tapi tiap pasangan pasti punya pertimbangan dan alasan sendiri ketika akhirnya merekaa memilih berpisah. Perceraian pun dianggap sebagai yang terbaik.



Hampir 9 tahun menikah, Channing Tatum dan Jenna memposting foto yang sama berupa tulisan yang kurang lebih isinya, "Hai dunia, jadi kami memiliki sesuatu yang ingin kami bagikan. Pertama, ini sangat aneh untuk berbagi hal semacam ini dengan banyak orang, namun inilah konsekuensi dari hidup yang telah kami pilih dan kami sangat bersyukur," tulis Channing.

Channing dan Jenna sengaja memposting kabar perpisahan mereka di media sosial masing-masing untuk menghindari rumor. Ya, senggaknya dengan Channing Tatum dan Jenna yang memposting kabar itu sendiri di akun Instagram-nya, mereka berusaha memastikan bahwa kabar perceraian itu benar adanya.

"Kami dengan penuh kasih memilih untuk berpisah sebagai pasangan. Kami sangat jatuh cinta bertahun-tahun yang lalu dan menjalani perjalanan yang indah bersama. Tentu saja tidak ada yang berubah bahwa faktanya kami masih mencintai satu sama lain, tapi cinta adalah perjalanan yang indah dan kini membawa kami dalam jalan yang berbeda," lanjut Channing.

Keduanya menjelaskan tidak ada rahasia atau kejadian spesial dari akar keputusan perpisahan mereka. Hanya sepasang teman baik yang membutuhkan waktu dan ruangan dan saling membantu agar bisa hidup bahagia dan sebaik mungkin.

"Kami tetaplah sebuah keluarga dan akan selalu menjadi orang tua yang berdedikasi dan mencintai Everly. Kami tidak akan berkomentar di luar ini dan terima kasih sudah menghargai privasi kami. Cinta kami untuk semua orang, Chan & Jenna," tutup tulisan tersebut.

Psikolog perkawinan dan keluarga, Wulan Ayu Ramadhani menjelaskan bahwa pasangan yang terlihat mesra di depan umum memang belum tentu bebas dari permasalahan rumah tangga. Dikutip dari detikHealth, Wulan bilang bisa saja yang terlihat di depan kita si pasangan ini mesra banget, Bun. Tapi pas mereka sedang bertengkar kan kita tidak melihatnya. Ya nggak?

"Atau memang mereka tipe orang yang memiliki nilai hidup bahwa permasalahan keluarga sebaiknya diselesaikan di dalam keluarga, sehingga orang yang tidak dekat dengan mereka kemungkinan besar tidak mengetahui kalau mereka punya masalah," tambah Wulan.



Ketika ada masalah dalam rumah tangga, perceraian bukanlah keputusan yang langsung dibuat begitu mudahnya. Pastinya ada pertimbangan matang yang telah dipikirkan pasutri hingga mereka memutuskan bercerai. Terlebih, alasan dan pertimbangan ini belum tentu bisa diketahui atau dipahami orang lain.

Dalam kehidupan rumah tangga, kadang segala sesuatunya tidak selamanya berjalan mulus. Ada beberapa pemahaman atau prinsip yang akhirnya membuat pasangan suami istri mengambil keputusan untuk berpisah atau bercerai. Jika percerian tidak bisa dihindari, maka anak pun ikut terkena dampaknya.

Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, dampak secara keseluruhan pada anak yang orang tuanya bercerai adalah menyadari bahwa perceraian merupakan hal yang tidak menyenangkan. Ada situasi kehilangan, karena nanti si anak akan tinggal dengan sang ibu saja atau tinggal dengan sang ayah saja.

Ratih memberi contoh, ada suatu kasus di mana sang orang tua sudah bercerai namun masih tinggal bareng satu atap dengan anak demi menjaga kesehatan anak secara psikis.

"Mereka sama-sama nggak bawa pasangan ke rumah dan merawat anaknya bareng. Anak akan berpikir, as long orang tuanya masih ada maka semua baik-baik aja. Tapi tetap sambil diberi pengertian ke anak," tutur Ratih.

Namun hal ini nggak bisa kita sama ratakan dengan semua kondisi keluarga ya, Bun. Jika ditilik dari segi budaya memang tidak bisa melakukan hal ini karena begitu cerai sudah diputuskan itu tandanya pasangan tersebut sudah bukan suami istri lagi. Masih tinggal bersama setelah perceraian kembali lagi pada budaya dan kepercayaan masing-masing. Namun apapaun alasannya, sebaiknya orang tua wajib memberi tahu keadaan sebenarnya pada anak.

[Gambas:Instagram]

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi