MOM'S LIFE

Rindunya Bunda Ketika Tinggal Beda Negara dengan Putrinya

Radian Nyi Sukmasari Sabtu, 26 Mei 2018 - 06.56 WIB
Rindunya Bunda Ketika Tinggal Beda Negara dengan Putrinya/ Foto: dok.pribadi Rindunya Bunda Ketika Tinggal Beda Negara dengan Putrinya/ Foto: dok.pribadi
Surabaya - Meninggalkan anak beberapa hari ke luar kota aja rasanya berat ya buat seorang ibu. Terlebih kalau si kecil kita tinggal ke luar negeri. Hiks, rindu ini rasanya memuncak deh, Nak.

Itu juga yang dialami bunda satu anak, Meta Hanindita (34). Wanita yang merupakan dokter spesialis anak di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini. Beberapa waktu lalu, Meta menjalani clinical fellowship di Amsterdam selama tiga bulan. Kala itu jadi hal berat juga buat Meta karena dia harus meninggalkan sang anak Nayara atau Naya (7).

Untuk persiapan meninggalkan Naya, Meta bulang itu udah dia lakukan sejak lama, Bun, kira-kira setahun sebelumnya. Meta nggak bosan bolak-balik ngasih tahu Naya supaya mereka sama-sama siap tinggal berjauhan. Dengan memberi tahu Naya jauh-jauh hari kalau dirinya bakal ke Belanda, Meta berharap dia bisa ngasih kesempatan buat Naya supaya tahu bundanya bakal pergi jauh dan bakal lama nggak ketemu sama dia.

Rindunya Bunda Ketika Tinggal Beda Negara dengan PutrinyaFoto: dok.pribadi


"Caranya simpel tapi konstan. Pas lagi ngobrol gitu, ingetin dia dengan bilang, "Eh kak, nanti kan mama mau sekolah lagi di Belanda. Belanda itu di mana ya? Coba kita liat yuk di globe. Jauh nggak?". Atau saya bilang, 'Kak tahu nggak Belanda itu kan terkenal karena kincir anginnya. Kenapa ya kira-kira? Kita cari di internet yuk,'" kata Meta saat ngobrol sama HaiBunda.



Ketika diajak ngomong begitu sama sang bunda, apa reaksi Naya? Awalnya udah pasti Naya sedih, Bun, tapi lama-lama justru dia kayaknya yang lebih bisa menerima bahwa bundanya akan pergi jauh ketimbang Meta sendiri. Iya, soalnya Meta mengaku justru dirinya yang sering sedih bahkan sampai menangis ketika berada di Belanda.

"Justru selalu Naya yang nenangin. Dia bilang, 'Udahlah Ma, nggak usah sedih. Sebentar lagi, kita kan masih bisa video call setiap hari. Mama kan ke sana bukan buat senang-senang, tapi buat belajar. Bukan buat mama sendiri, buat murid-muridnya mama, buat pasiennya mama, buat Indonesia kan?'. Kalau udah kayak gitu saya malah tambah mewek ha-ha-ha," tutur Meta.

Di hari-H berangkat ke Belanda, udah jelas Meta baper alias bawa perasaan, Bun. Eh, tapi bapernya Meta nggak terlalu parah karena melihat si kecil Naya yang tegar dan bisa legowo melepas sang bunda ke Belanda. Wah, Naya dewasa banget ya. Selama di Belanda, Meta mengaku yang paling bikin dirinya rindu pada Naya adalah suaranya. Ya, karena Naya termasuk anak yang bawel juga, hi-hi-hi.

Sehari-hari, kata Meta, Naya hobi banget ngobrol, suka cerita, nyanyi, dan ngarang cerita. Saat di Belanda, kebawelan Naya seakan hilang begitu aja. Memang nggak langsung hilang karena mereka masih video call-an. Sehari Meta bisa lebih dari 5 kali videocall-an sama Naya. Meski begitu, namanya tinggal beda negara pasti ada kendala ketika berkomunikasi sama anak.

"Tapi akhirnya saya yang menyesuaikan sih. Sering nunggu sampai jam 12 malam walaupun ngantuk minta ampun biar bisa video call-an sama Naya pas mau berangkat sekolah atau bangun tidur. Kalau video call-an, saya tanya kangen nggak, Naya bilang nggak. Kan kesel ya, he-he-he. Ternyata pas sampai rumah saya tanya Naya bilang dia sengaja ngomong gitu tapi karena tahu saya cengeng, Naya nggak ngaku deh," papar Meta.

Kebetulan, suami Meta yang juga seorang dokter sedang ada keperluan juga ke Belanda. Selama di sana, Meta bilang sang suami selalu mengingatkan untuk selalu sabar. Tanggal 15 Mei lalu, Meta sudah kembali ke Indonesia. Lucunya, saat di rumah Naya ngajak bundanya main treasure hunt. Jadi Meta dikasih petunjuk sama Naya untuk mencari harta karun.

Setelah ketemu ternyata harta karunnya adalah ucapan selamat dari Naya untuk bundanya yang udah menyelesaikan fellowship-nya lalu ada ucapan sayang Naya untuk Meta. Wah, so sweet banget ya Naya. Berangkat dari pengalamannya, apa sih pesan Meta untuk para bunda yang kebetulan juga akan tinggal pisah sementara dari sang anak karena sebuah urusan?

Rindunya Bunda Ketika Tinggal Beda Negara dengan PutrinyaFoto: dok.pribadi


"Persiapkan diri dan anak sebaik mungkin, kalau bisa dari jauh hari sebelumnya. Manfaatkan segala teknologi yang ada untuk tetap berkomunikasi dan memantau anak dari jarak jauh. Yang nggak kalah penting, optimalkan waktu belajar atau bekerja karena jangan sampai sudah kehilangan waktu bersama anak, kehilangan kesempatan untuk bekerja atau belajar secara maksimal juga," tutur Meta.



(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi