MOM'S LIFE

Antisipasi yang Perlu Bunda Lakukan Saat ART Pulang Kampung

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 12 Jun 2018 - 15.15 WIB
Ilustrasi ART pulang kampung/ Foto: Thinkstock Ilustrasi ART pulang kampung/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Lebaran tinggal menghitung hari. Hayo, siapa Bunda yang kebetulan punya si mbak ART dan ART-nya sudah pulang kampung? Pasti perubahan terjadi di rumah kita ya, Bun, karena sebelumnya ada orang yang meng-handle urusan bersih-bersih rumah sampai masak.

Nah, ketika si mbak ART pulang kampung, ada beberapa antisipasi yang perlu dilakukan. Mengingat bukan nggak mungkin kegiata rutin di rumah akan berubah saat si mbak ART pulang kampung. Apalagi ditambah si mbak ART nggak balik lagi, wah perlu penyesuaian lagi nih.

Dirangkum HaiBunda, berikut ini antisipasi yang perlu dilakukan ketika mbak ART pulang kampung, Bun. Sehingga, kondisi di rumah nggak terlalu 'drama' dan sebagai ibu kita nggak terlalu stres. Apa aja?

1. Kenali Tanda Mbak ART akan Balik atau Nggak

Pakar deteksi kebohongan, Handoko Gani, secara verbal ada tanda ART nggak balik lagi. Dia akan menjawab 'biasanya' sampai tiga kali ketika ditanya kapan balik. Saat di kampung, si mbak ART pun ngasih informasi yang nggak detail misalnya belum bisa ngasih tanggal pasti kapan kembali bekerja. Kemudian, dari emosi juga bisa kita prediksi kok. Misalnya si mbak ART bilang masih kangen keluarga padahal dari nada bicaranya nggak seperti orang kangen. Kata Handoko itu juga bisa jadi tanda si mbak ART nggak balik lagi.

"Jadi ada tiga hal yang mesti diperhatikan. Pertama, sebelum si mbak pulang kalau ditanya spesifik dia kasih jawaban generalisasi. Waktu konfirmasi kedua, si mbak tetap kasih jawaban yang general alias nggak detail, plus tanpa emosi. Nah, di konfirmasi ketiga, si mbak akan melakukan tiga penyangkalan tanpa emosi yaitu, 'Bu saya nggak bisa datang karena...', kedua yaitu 'Kalau ibu nggak percaya, ibu tanya suami saya deh'. Ketiga, pas didesak kenapa nggak kasihan dengan kita dia bilang 'Ya gimana lagi Bu...'" papar Handoko.

2. Berbagi Tugas dengan Suami dan Anak

Kata psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani yang akrab disapa Wita, jangan segan minta bantuan suami untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Bagaimapun dalam rumah tangga pasti dibutuhkan kerja sama yang baik kan, Bun? Selain dengan suami kita juga bsia nih membagi tugas dengan anak. Terutama anak usia sekolah dia udah bisa kok diberi tugas sederhana kayak mencuci piring, membereskan tempat tidur atau membuang sampah.

Ilustrasi ART sedang mudikIlustrasi ART sedang mudik /Foto: thinkstock


3. Jangan Paksakan Diri

"Kita juga mesti tahu batas kemampuan kita. Jangan paksa diri kalau memang nggak bisa nyapu, ngepel, masak tiap hari, pilih yang jadi prioritas. Misalnya tiap hari harus masak, oke. Tapi untuk nyapu ngepel bisa dilakukan dua hari sekali," tutur Wita.

Kalau budget-nya ada, Wita bilang jangan segan juga memakai jasa bersih-bersih online, Bun. Ketimbang kita kecapekan dan stres lalu akhirnya jatuh sakit pasti jauh lebih merepotkan kan?

4. Minta Bantuan Keluarga

Jangan segan minta bantuan keluarga ya, Bun, misalnya orang tua atau adik ipar kalau memungkinkan. Misalnya ada indikasi si mbak ART nggak balik lagi, boleh banget kita mulai mencari-cari info soal ART. Hitung-hitung menyiapkan ART cadangan kalau si mbak ART nggak balik lagi, Bun.

5. Ajak Anak ke Kantor

Biasanya ini problem para bunda bekerja dan si mbak ART udah pulang kampung. Ya, anak terutama yang masih berusia balita nggak ada yang menjaga dan nggak ada anggota keluarga yang bisa dititipkan si kecil. Kalau sudah begitu, terpaksa Bunda atau Ayah mengajak si kecil ke kantor. Ketika ini dilakukan, jangan lupa memastikan anak tetap mendapat waktu istirahat cukup, dipakaikan pakaian hangat untuk antisipasi udara di kantor dingin, serta yang paling penting tetap perhatikan kecukupan makan dan minum si kecil. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi