MOM'S LIFE

Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh

Asri Ediyati Rabu, 11 Jul 2018 - 16.33 WIB
Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh/ Foto: Thinkstock Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika insiden dialami si kecil yang sedang bersama pengasuh, bukan nggak mungkin sebagai ibu kita juga ikut menyalahkan diri sendiri ya, Bun. Seperti yang dialami ibu bekerja asal Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Vonny Suyoto.

Putra keduanya yang masih berusia tiga bulan, Manuel Suyoto tak sengaja terlempar dari tangan pengasuhnya yang nggak sengaja terpeleset. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu (4/7) lalu sekitar jam delapan pagi, Bun. Manuel saat itu sedang dijemur di balkon kamar bersama pengasuh sang kakak. Saat itu, kebetulan Vonny sibuk mengurus putra pertamanya, Moses Suyoto. Menurut Vonny, memang dari awal memang nggak ada pengasuh untuk Manuel karena Vonny ingin merawat Manuel sendiri.

"Aku mau merawat Manuel jauh lebih baik dari aku merawat Moses, secara dulu ibu baru banyak nggak sempurnanya. Dikarenakan Moses suka nggak mau main sama si sus (sebutan pengasuhnya) lagi jadinya sus ini sedikit-sedikit bantu pegang kayak jemurin Manuel, ambilin ini itu, ya yang kecil-kecil lah," tulis Vonny di Instagram story-nya.

Vonny mengaku ia bukan tipe ibu yang bisa meninggalkan anak di rumah dengan pengasuh, kecuali sekali-sekali banget dan itu harus ada ibu mertuanya yang mengontrol.

"Hari itu pas Manuel dijemur di balkon, dia (sus) sambil gendong Manuel, jalan pelan-pelan melewati aku dan keluar kamar tanpa aku sadari. Naik ke lantai tiga, ke tempat cucian. Tiba-tiba dari lantai dua, jam 07.40 bunyi suara 'Buggg'. Suara sesuatu yang jatuh, disusul beberapa detik delay baru suara Manuel nangis keras. Terus aku langsung naik ke atas sambil teriak dan tanya ke sus. Lalu dia diam aja," lanjut Vonny.

Ternyata, saat kejadian si sus sedang menelepon. Tahu Manuel menangus, Vonny membatin dan bertanya-tanya kenapa pengasuhnya diam saja. Vonny merasa ada sesuatu yang nggak beres. Tapi, saat si pengasuh ditanya dia diam aja, Bun.

"Nggak kenapa-kenapa Ci (panggilan Vonny). Nangis kayak biasa aja mau tidur," jawab si pengasuh ketika ditanya Vonny untuk kedua kali. Si sus ini sambil pergi menjauh dan rambutnya diurai menutupi sesuatu. Vonny nggak percaya dan langsung memeriksa Manuel. Melihat benjolan besar di tempurung kepala Manuel lantas membuat Vonny shock berat. Vonny langsung membawa Manuel ke RS.

"Karena udah ada bukti benjol besar, dia baru bilang tadi kepeleset karena lantai licin dan nggak sengaja. Posisi kepala Manuel lagi tiduran di lengan kiri. Katanya sus langsung tahan pakai lengan kiri pas dia jatuh ke belakang, jadi kepalanya kena bentur sedikit. Oke lah langsung pergi ke RS, pikiranku cuma buat kasih obat penghilang benjol," tutur Vonny.

Keluar Darah dari Telinga dan Tengkorak Retak

Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh/ Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh/ Foto: thinkstock

Saat menuju rumah sakit, di mobil, telinga Manuel mengeluarkan darah. Setelah diperiksa di UGD, Manuel dibawa ke dokter THT. Telinganya dibersihkan lalu dimasukkan kamera. Namun, sayangnya nggak bisa dicek terlalu dalam karena liang telinganya bengkak.

"Ternyata darah dari telinga mengalir karena tulang mastoid retak lalu dirujuk untuk CT Scan. Lalu dokter bilang kalau hasilnya bagus boleh pulang. We hope for the best. Gelisah banget, satu jam kemudian hasilnya keluar. Ternyata tulang tengkorak kepalanya retak 8 cm, ada pendarahan di kepala dan darahnya ada yang merembes ke otak sedikit," ujar Vonny.

Mendengarnya, Vonny langsung menangis dan berkali-kali memanjatkan doa. Hiks. Hari itu juga Manuel langsung nggak boleh pulang dan masuk ruangan PICU. Saat sudah terpasang infus, Manuel muntah dan terdapat sedikit darah pada muntahannya. Vonny mengaku semakin stres dan curiga dengan kronologi sebenarnya.

"Lalu aku suruh sus reka ulang kejadiannya dan praktikkin gimana dia jatuh dan posisi Manuelnya seperti apa," kata Vonny.

Vonny bilang pengasuhnya itu ketahuan berbohong dan selalu mengganti alur kejadiannya. Akhirnya setelah dipaksa untuk mengaku, pengasuh tersebut menceritakan kejadian sebenarnya. Jadi, si sus terpeleset dan jatuh ke depan hingga Manuel terlempar. Hiks. Vonny menyuruh pengasuhnya itu untuk meminta maaf kepada Manuel karena bagaimana pun Manuel adalah korbannya.

"Hatiku udah terlalu sakit untuk memaafkan dia. Rasanya kalau 'ikutin daging', maunya balas dia (sus) dan bawa dia ke polisi. Tapi selama aku berserah sama Tuhan minta kesembuhan pada Manuel, aku selalu berdoa," tambah Vonny.

Pelajaran di Balik Kasus Ini

Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh/ Pelajaran dari Kasus Bayi yang Terpental Saat Digendong Pengasuh/ Foto: thinkstock
Vonny bilang 'Sekali pembohong tetap pembohong'. Dari zaman urus anak pertamanya, si pengasuh sudah sering bohong tapi masih bohong-bohong kecil jadi menurutnya bisa ditoleransi. Ditambah, nilai plus pengasuhnya ini yakni bisa berbahasa Inggris, Bun. Jadi jika Vonny harus mengganti pengasuh ia bingung mencari pengasuh yang fasih bahasa Inggris.

"Jadi satu kali bohong langsung pecat. Mau udah nyaman, udah tahu seluk beluk anak kita. Lebih baik dapat yang levelnya di bawah sus sekarang tapi jujur. Karena jujur nggak bisa diajarin. Lalu, sebisa mungkin jangan tinggalin anak berlama-lama dengan pengasuh. Khusus working mommy, Tuhan pasti lihat kebutuhan kita. Kalau memang keadaannya seperti ini kembali lagi ke poin pertama yakni kejujuran," kata Vonny.

Sedih ya Bun, kondisi Manuel sampai sekarang belum diketahui lagi. Kasus ini sekiranya bisa jadi pelajaran bagi kita yang mempercayakan pengasuh untuk membantu merawat si kecil.

Ada hal yang perlu diperhatikan ketika memilih baby sitter. Seperti dikutip dari detikHealth, usahakan cari pengasuh dari tempat yang kita ketahui, ajukan beberapa pertanyaan kepada pengasuh dan lihat bagaimana caranya berinteraksi dengan anak. Kemudian diskusikan aturan rumah dan tinggalkan kontak yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Kita juga bisa tanya berbagai hal seperti gimana nenangin anak nangis, kenapa suka mengurus anak dan lainnya.

Perlu diingat, tidak ada pertanyaan yang kita rasa tidak relefan apabila terkait keselamatan dan kesehatan anak. Karakteristik dan watak seorang anak dibentuk sejak masih anak-anak dan tergantung bagaimana anak tersebut diasuh.

Jika salah dalam mengasuh sejak awal, maka kemungkinan anak tersebut akan memiliki sikap yang tidak baik. Untuk itulah pentingnya memilih pengasuh yang benar dan bisa dipercaya. (aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi