MOM'S LIFE

Alasan Meghan Markle Berdiri di Belakang Pangeran Harry

Melly Febrida Senin, 29 Okt 2018 - 17.33 WIB
Meghan Markle berdiri di belakang Pangeran Harry (Foto: Paul Edwards - Pool/Getty Images) Meghan Markle berdiri di belakang Pangeran Harry (Foto: Paul Edwards - Pool/Getty Images)
Wellington - Meghan Markle dan Pangeran Harry masih dalam tur, kali ini mereka berkunjung ke Selandia Baru. Setiap hari pastinya banyak foto pasangan ini di sejumlah media, Bun. Kalau dilihat dengan jelas, Duchess of Sussex selalu berjalan selangkah di belakang suaminya meski mereka bergandeng tangan. So sweet ya, Bun.

Mereka memang selalu berdampingan, tapi posisi Meghan sedikit di belakang Pangeran Harry. Ini sebenarnya praktik di keluarga kerajaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Ini adalah praktik standar bagi bangsawan Inggris sehingga keturunan bangsawan berjalan atau berdiri beberapa langkah di depan bangsawan yang telah dinikahinya, seperti HM Ratu dan HRH Duke of Edinburgh dan TRH The Duke dan Duchess of Sussex," kata pakar etiket William Hanson, kepada Daily Mail dikutip Yahoo.



William bilang, sebenarnya Pangeran Harry dan Meghan Markle tak terlalu kaku dengan aturan kerajaan. Mereka seringnya tampil sesuai dengan gaya mereka sendiri dan informal. Tapi, Meghan mengetahui posisinya, sebagai anggota keluarga yang bukan keturunan kerajaan harus tunduk pada bangsawan.

Tak hanya Meghan Bun, Kate Middleton juga terlihat berjalan sedikit di belakang suaminya dalam tur kerajaan. Praktik ini juga sangat jelas terlihat dalam foto-foto Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip. Duke of Edinburgh selalu menjaga jarak hormat dari istrinya.




Selama tur kerajaan ini, Duke of Sussex berpegang pada tradisi kerajaan. Ia berjalan di depan Meghan dan menyambut pejabat sebelum istrinya. Tetapi seperrti dilansir Mirror, keduanya beberapa kali melanggar peraturan.

Ini termasuk, memeluk anggota masyarakat bukannya berjabat tangan, dan foto narsis dengan penggemar kerajaan. Selain melanggar peraturan resmi, mereka juga telah melakukan beberapa hal yang mungkin disukai oleh anggota senior keluarga kerajaan.

Bicara tentang bergandengan tangan tentunya sering diartikan sebagai tanda sayang. Padahal, sentuhan lembut itu manfaatnya lebih dari itu, Bun. Peneliti dari University College London dan University of Hertfordshire menguji bagaimana sentuhan dihubungkan dengan persepsi tubuh sendir. Hasilnya, sentuhan afektif yang lambat dan ringan bisa membantu otak kita memahami tubuh dan kesadaran diri.

"Sentuhan afektif biasanya diterima dari orang yang dicintai, sehingga temuan ini menonjolkan bagaimana hubungan dekat melibatkan perilaku yang memainkan peran penting dalam pembangunan kesadaran diri," kata salah seorang peneliti yang terlibat, Laura Crucianelli, seperti dikutip dari detikcom.


(nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi