MOM'S LIFE

Kerinduan Ibu yang Pisah Rumah dengan Anak Saat Jalani Kemoterapi

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 01 Nov 2018 - 11.08 WIB
Ilustrasi ibu jalani kemoterapi/ Foto: iStock Ilustrasi ibu jalani kemoterapi/ Foto: iStock
Jakarta - Ibu dua anak bernama Lentera ini didiagnosis kanker payudara stadium 3. Selama menjalani kemoterapi, Lentera pun memilih tinggal pisah rumah sementara setiap usai menjalani kemoterapi. Ya, biasanya Lentera nge-kost seminggu setelah kemoterapi.

Jadi, kemoterapi dilakukan Lentera tiap tiga jam sekali. Pagi hari saat akan ke RS, Lentera menitipkan anak-anaknya pada sang ibu. Selesai kemoterapi, Lentera ngekost selama kurang lebih seminggu. Kalau ada apa-apa dia akan mengabari suami atau ibunya. Tiap malam, suami Lentera pun menemaninya di kost-an. Selama kemoterapi, namanya ibu sudah pasti merasa rindu ketika tinggal terpisah dengan anak-anaknya.



"Kalau lagi kangen sama anak-anak, pertama buka HP, lihat video yang berisi anak-anak. Terus lihat foto mereka ya, jadi senang aja. Terus video call-nya kalau saya udah lebih mendingan setelah kemo. Kalau satu dua hari setelah kemoterapi masih lemas jadi belum bisa video call," tutur Lentera waktu ngobrol dengan HaiBunda.

Ilustrasi ibu jalani kemoterapiIlustrasi ibu jalani kemoterapi/ Foto: iStock
Suami Lentera pun sering menawarinya apakah mau video call dengan si kecil. Tapi, kalau Lentera lagi capek atau nggak mood, dia menolak video call. Pasti nggak mudah ya, Bun, menahan rindu dengan anak di kala kita sedang berobat untuk 'menjemput' kesembuhan. Lantas, apa sih yang bikin Lentera tetap semangat?

"Yang bikin saya kuat tetap jaga jarak setelah kemoterapi karena saya nggak mau anak terpapar efek dari obat kemonya. Namanya ibu pasti mau semua yang terbaik buat anak kan ya," kata Lentera.

Dia mengaku kemoterapi seperti rutinitasnya tiap bulan. Saat dipamiti akan 'sekolah' alias kemo, anak-anak Lentera nggak rewel. Kadang, sebelumnya Lentera sudah mengingatkan si kecil bundanya akan 'sekolah' supaya bisa sehat terus dan menemani mereka main, kemudian supaya sang bunda nggak sakit lagi.

"Kadang di jalan mikir yang nggak-nggak. Misalnya nanti kalau saya nggak ada, siapa yang urus anak-anak. Wah, 'perang batin' banget. Dari sini saya semangat pokoknya sembuh, hidup mati Tuhan yang atur," tambah Lentera.

Memang, awalnya Lentera sedih saat tinggal pisah rumah sementara dengan si kecil. Tapi kini, kesedihan itu udah nggak ada, Bun. Soalnya, Lentera menanamkan di benaknya demi bisa mendampingi anak-anak sampai dewasa dia mesti sembuh dari kanker payudara yang menurutnya hanya ujian dari Tuhan.

"Kalau dalam menghadapi ini kita sabar, ikhlas, InsyaAllah lulus 'ujian'. Pokoknya saya berusaha nggak terlalu stres, happy, bersyukur, dan menjalani semuanya. Saya yakinkan diri semuanya akan berlalu dan indah pada waktunya. Biarlah Tuhan yang jalankan skenarionya yang penting kita udah berusaha," pungkasnya.



(rdn/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi