mom-life

Kisah Ibu Berjuang Lawan Kanker Payudara Saat Hamil

Rabu, 16 Aug 2017 11:08 WIB
Kisah Ibu Berjuang Lawan Kanker Payudara Saat Hamil
Jakarta - Perubahan payudara umumnya memang terjadi pada ibu hamil. Tapi, apa yang dialami ibu bernama Ivette Bailey ini berbeda. Saat hamil, tiba-tiba ada benjolan di payudara dan ternyata, itu tanda Ivette kena kanker payudara stadium II. Hiks.

Benjolan di payudara Ivette kelihatan waktu usia kehamilannya masuk trimester kedua. Karena nggak terdeteksi, dokter yang menangani Ivette bilang perubahan hormon kehamilan juga memengaruhi sel kanker yang tumbuh dengan cepat sampai akhirnya Ivette didiagnosis kanker payudara lobular carcinoma stadium II.

Untuk mengobati kanker payudara yang dialami, Ivette pun mesti menjalani mastektomi dan kemoterapi supaya sel kanker nggak menyebar. Itu nggak mudah, Bun. Soalnya, setelah menjalani kemoterapi, tubuh Ivette bekerja dua kali lebih keras untuk mencukupi kebutuhan nutrisi janin.


"Tapi karena saya yakin dan mendapat dukungan dari orang sekitar, kemudian saya bertekad untuk segera sembuh salah satunya dengan menghindari makanan-makanan yang dilarang pada saat pengobatan kanker payudara ini, saya bisa melakukannya," kata Ivette, dikutip dari Babble.

Baca juga: Yuk Lakukan Ini Bun untuk Cegah Kanker Serviks Seperti Jupe

Setelah melewati masa kehamilan yang nggak mudah, akhirnya Ivette melahirkan bayi laki-lakinya yang diberi nama Jude. Lega luar biasa dirasakan Ivette waktu si kecil Jade ditaruh di dadanya sesaat setelah dia lahir, Bun. Setelah melahirkan, pengobatan kanker payudara Ivette masih berlanjut.

Ya, sampai di tanggal 10 Agustus lalu, Bailey berdiri di tengah bangsal di Rumah Sakit Florida sambil pegang tulisan 'Hip Hip Hore. Kemoterapi selesai hari ini'. Dia juga membunyikan bel yang jadi tanda kalau pasien kanker udah selesai menjalani kemoterapi.

Menurut studi, terkena kanker payudara saat hamil adalah hal yang langka. Kata direktur medis dari Breast Cancer Program di Rumah Sakit Florida, Orlando, Dr Robert Reynolds, di Amerika, risikonya terjadi pada satu dari 3.000 wanita hamil di Amerika.

"Penelitian medis telah membuktikan bahwa ada obat yang dapat mengatasi sel kanker yang aman untuk wanita hamil dan kandungannya," kata Robert.

Baca juga: Riset Terbaru Perjelas Risiko Kanker Payudara

Untuk kanker payudara sendiri, biarpun penyebab pastinya belum diketahui, tapi bisa dideteksi dini, salah satunya dengan melakukan periksa payudara sendiri alias Sadari, Bun. Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Amaliasari Gumelar, bilang sadari bisa dilakukan di rumah dan dilakukan semua wanita untuk menemukan benjolan yang mencurigakan.

Kalau ada benjolan yang mencurigakan, segera cek ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meski memang, cuma satu dari sepuluh benjolan yang benar-benar tanda kanker payudara. Gejala kanker payudara lain yang perlu kita tahu selain adanya benjolan yaitu ada perubahan di puting, keluar cairan dari puting, payudara berubah bentuk dan ukuran, lalu ada perubahan kulit di sekitar payudara.

"Jika kanker payudara dapat terdeteksi sebelum stadium lanjut, kemungkinan kanker payudara sembuh sampai 98 persen. Penting juga memeriksakan bentuk benjolan apapun. Jangan takut atau malu untuk periksa," kata Linda, dikutip dari detikHealth. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi