MOM'S LIFE

Duka Putri Titian, Ditinggal Ayah untuk Selamanya Saat Hamil Tua

Annisa Karnesyia Senin, 11 Mar 2019 - 17.06 WIB
Duka Putri Titian, Ditinggal Ayah untuk Selamanya Saat Hamil Tua/ Foto: Dok. Instagram/putrititian Duka Putri Titian, Ditinggal Ayah untuk Selamanya Saat Hamil Tua/ Foto: Dok. Instagram/putrititian
Jakarta - Berita duka datang dari artis Putri Titian. Hari ini, sang ayah, Razak Bahar menghembuskan napas terakhirnya.

Kabar duka pertama kali dibagikan oleh sang adik, Garis Pratiwi melalui unggahan Instagram Stories miliknya, @garisprtw. Dalam foto yang dibagikan, terlihat keranda yang ditutupi kain hijau seperti berada di dalam mobil.

Unggahan adik Putri Titian, Garis PratiwiUnggahan adik Putri Titian, Garis Pratiwi Foto: Instagram Stories adik Putri Titian


"You leave us without any words. gapapa nanti kita ketemu lagi ya ayah," tulis Garis.

Kepergian ayah Pitri Titian ini juga dibenarkan oleh salah satu sahabat baiknya, Jordi Onsu.

"Dimakamin ba'da zuhur di Pondok Rangon," kata Jordi, dikutip dari detikcom.

Saat ditanya seputar penyebab meninggalnya ayah mertua dari aktor Junior Liem itu, Jordi yang dihubungi saat sedang menuju pemakaman mengaku belum tahu secara rinci penyebabnya.

"Iya betul. Saya dikabarin Putri tadi jam 6 pagi, tapi untuk detailnya masih belum tahu. Ini masih di jalan mau ke sana," sambung Jordi.


Putri Titian adalah anakdaripasanganRazakBahardanRuminawati. Saat ini artis berusia 27 tahun itu tengah hamil anak kedua dan memasuki usia kehamilan 9 bulan.

Menjelang masa-masa kelahiran, pasti tidak mudah menghadapi cobaan ditinggal orang tercinta untuk selamanya. Bagi ibu hamil, tentu boleh bersedih dan berduka, tapi harus tetap menjaga kondisi tubuh agar tidak berdampak buruk pada bayi di dalam kandungan.


Menurut psikolog dan penulis buku Life Will Never Never The Same: The Real Mom's Post-Partum Survival Guide, Ann Dunnewold, kehamilan adalah suatu hal yang membahagiakan, tapi terkadang dalam kehidupan semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Kehilangan seorang tercinta saat menjalani masa kehamilan dapat meninggalkan trauma dan kesedihan mendalam.

"Emosi negatif yang disebabkan oleh kehilangan orang terdekat saat hamil dapat berbahaya pada bayi jika dibiarkan," kata Dunnewold, dikutip dari Pregnancy.

Lebih lanjut, Dunnewold menyarankan ibu hamil yang mengalami kejadian ini untuk memiliki waktu bersedih dalam waktu tertentu. Artinya jangan bersedih setiap saat tanpa memperhatikan kondisi tubuh. Dengan memberi waktu bersedih, ibu hamil bisa mengekspresikan emosi tanpa mengganggu aspek kehamilan.

"Saat merasa kehilangan, baiknya seorang ibu hamil bisa belajar untuk lebih mencintai diri sendiri. Berbaik hatilah pada diri sendiri dengan mengingat bahwa kita sebagai manusia memiliki emosi negatif dan positif yang harus bisa diatasi," ujar Dunnewod.


Melansir Good Therapy, kesedihan dapat memengaruhi kehamilan terutama mengganggu keseimbangan produksi hormon. Saat kehamilan, terjadi perubahan hormon. Jika ditambah dengan kesedihan, dampaknya mungkin akan lebih ekstrem. Produksi hormon serotinin juga akan terganggu dan kadar kortisol akan meningkat, sehingga stres bisa terjadi.

Selain itu, kesedihan juga akan memperparah gejala kehamilan yang umum terjadi seperti kesulitan tidur, nyeri punggung, dan gangguan pencernaan. Saat hal ini terjadi, efeknya mengganggu perkembangan janin.

Nah, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi duka dan kesedihan selama masa kehamilan agar tidak membahayakan janin.

1. Berbicara dengan teman yang bisa dipercaya atau pasangan
2. Rileksasi dan coba istirahat sejenak, seperti tidur siang
3. Mendengarkan musik yang bikin perasaan relaks
4. Mengunjungi terapis
5. Menghabiskan waktu bersama pasangan

[Gambas:Video 20detik]




(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi